Viral Aksi Balap Liar Blokade Jalan Ahmad Yani, Kasatpol PP Akui Dapat Teguran dari Wali Kota Bekasi

- Jurnalis

Minggu, 21 September 2025 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar akun tiktok @aeroxanjelo.

Tangkapan layar akun tiktok @aeroxanjelo.

BEKASI – Sebuah video yang menunjukkan aksi balap liar secara terang-terangan di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, menjadi viral di media sosial dan menimbulkan keresahan publik. Aksi nekat yang memblokade salah satu jalan protokol di Kota Bekasi ini terjadi pada Minggu (21/09/2025) dini hari.

​Video tersebut, yang pertama kali diunggah oleh akun TikTok @aeroxanjelo, dengan cepat menyebar luas. Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah ditonton lebih dari 116 ribu kali, mendapatkan hampir 9 ribu suka, dan dibanjiri ratusan komentar dari netizen yang mengecam tindakan berbahaya tersebut.

​Dalam rekaman video berdurasi singkat itu, terlihat jelas bagaimana sekelompok pemuda menghentikan arus lalu lintas di satu jalur utama Jalan Ahmad Yani. Akibatnya, terjadi kemacetan parah saat para pengguna jalan lain terpaksa berhenti dan menunggu aksi drag race ilegal tersebut selesai.

​Tidak hanya memblokade jalan, kerumunan penonton yang didominasi oleh pengendara sepeda motor juga memenuhi hampir separuh badan jalan. Kondisi ini menciptakan pemandangan yang semrawut dan membahayakan keselamatan, baik bagi para pelaku balap liar maupun masyarakat umum.

Respons Cepat Satpol PP Kota Bekasi

​Menanggapi video yang meresahkan tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, Nesan Sudjana, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk melakukan penelusuran lebih lanjut. Lokasi kejadian yang sangat dekat dengan kompleks Kantor Wali Kota Bekasi menjadi perhatian serius.

​”Memang dua pekan terakhir ini kami telah melakukan patroli. Minggu kemarin itu total (penjagaan) dan akhirnya tidak terjadi aksi balap liar. Semalam katanya ada lagi, tetapi menjelang pukul 03.00 WIB,” ujar Nesan kepada jurnalis rakyatbekasi.com saat dikonfirmasi, Minggu (21/09/2025).

​Nesan juga tidak menampik bahwa pihaknya telah menerima teguran langsung dari Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, terkait kembali maraknya aksi balap liar ini.

Namun, ia menegaskan bahwa aksi yang terekam dalam video viral tersebut tidak terjadi saat petugas Satpol PP sedang melakukan penjagaan di lokasi.

​”Berkenaan dengan balap liar itu, saya bilang tidak ada (saat kami berjaga). Kita sudah melakukan penjagaan dari pukul 21.00 hingga pagi. Kadang-kadang pemberitaan itu yang harus jelas juga, tidak mungkin posisi ramai seperti itu (ada balap liar), warga juga tidak akan diam,” sambungnya.

Antisipasi Aksi Susulan dan Potensi Kriminalitas

​Nesan menjelaskan, berdasarkan pola yang ada, aksi balap liar seringkali terjadi pada jam-jam rawan, terutama dini hari menjelang Subuh, ketika aktivitas warga sudah sepi dan pengawasan dianggap lengah.

​Pihaknya kini tengah berkoordinasi untuk mengintensifkan patroli dan memastikan kebenaran informasi dari video yang beredar.

​”Saat ini kita lagi melakukan penelusuran. Jika benar (terjadi lagi), kami akan segera melakukan pembubaran massa,” tegasnya.

​Lebih lanjut, Nesan menyoroti bahaya lain yang kerap menyertai kegiatan ilegal ini. Ia menyebut adanya potensi para pelaku membawa senjata tajam (sajam), yang menjadi ancaman serius bagi keamanan dan ketertiban.

​”Karena untuk aksi balap liar itu kadang-kadang suka bawa sajam. Makanya itu yang kita antisipasi, dengan keterlibatan elemen dari kepolisian dan instansi lainnya,” pungkasnya.

​Pemerintah Kota Bekasi bersama aparat gabungan berkomitmen untuk menindak tegas para pelaku balap liar demi menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh warga.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tokoh Agama Bekasi Hadiri Pengobatan Gratis di Tanah Abang, Siap Bawa ke Bekasi Raya
Nasib 61 Ribu KK PBI-JK Bekasi Usai Coretan Massal Pusat
Telan Rp3,5 Miliar, Perbaikan Jalan Ir H Juanda Bekasi Resmi Dimulai
Darurat Kesehatan? 398 Warga Kota Bekasi Positif HIV di 2026
Raperda LGBT Bekasi Dikebut, Grapiks Tuntut Solusi Hulu
Hadirkan Go Go Dino, Libur Sekolah Makin Seru di Pakuwon Mall Bekasi
Darurat HIV Kota Bekasi! 250 Kasus Baru Dipicu Perilaku LSL
Viral! Aksi Mesum di Stadion Mini Pondokgede, Pengawasan Fasilitas Lemah?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:15 WIB

Tokoh Agama Bekasi Hadiri Pengobatan Gratis di Tanah Abang, Siap Bawa ke Bekasi Raya

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:01 WIB

Nasib 61 Ribu KK PBI-JK Bekasi Usai Coretan Massal Pusat

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:14 WIB

Telan Rp3,5 Miliar, Perbaikan Jalan Ir H Juanda Bekasi Resmi Dimulai

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:50 WIB

Darurat Kesehatan? 398 Warga Kota Bekasi Positif HIV di 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:43 WIB

Raperda LGBT Bekasi Dikebut, Grapiks Tuntut Solusi Hulu

Berita Terbaru

Infografis. (Nano Banana Pro2)

Bekasi

Nasib 61 Ribu KK PBI-JK Bekasi Usai Coretan Massal Pusat

Jumat, 19 Jun 2026 - 21:01 WIB

Direktur Yayasan Grapiks Bekasi Daniel Ramadhan saat memaparkan data statistik temuan kasus HIV berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin pada sebuah rapat sosialisasi deteksi dini di Kota Bekasi. (Foto: RakyatBekasi.Com)

Bekasi

Raperda LGBT Bekasi Dikebut, Grapiks Tuntut Solusi Hulu

Jumat, 19 Jun 2026 - 13:43 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x