Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Bawa Oleh-oleh Keren dari Jepang dan Korea Selatan

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (kiri) bersama Wali Kota Seongnam Shin Sang Jin (kanan) memamerkan dokumen usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Kota Persahabatan (Sister City) di Balai Kota Seongnam, Korea Selatan, Selasa (07/04/2026).

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (kiri) bersama Wali Kota Seongnam Shin Sang Jin (kanan) memamerkan dokumen usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Kota Persahabatan (Sister City) di Balai Kota Seongnam, Korea Selatan, Selasa (07/04/2026).

Poin Utama:

  • ​Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjajaki kerja sama Sister City dengan Izumisano (Jepang) dan Seongnam (Korea Selatan).
  • ​Pemkot Bekasi membidik peluang magang dan ekspor tenaga kerja lokal ke pabrik dan bandara di Jepang dengan syarat wajib sertifikasi bahasa level N4.
  • ​Kursus bahasa asing gratis bagi warga akan segera dibuka pada akhir pekan di Gedung Pemkot Bekasi mulai bulan depan.
  • ​Rencana adopsi sistem Smart City dan digitalisasi layanan publik di sektor kesehatan akan berkiblat pada kemajuan Kota Seongnam.

​Wali Kota Bekasi Tri Adhianto akhirnya membeberkan hasil lawatannya ke Korea Selatan dan Jepang terkait program Sister City.

Alih-alih sekadar kunjungan seremonial, orang nomor satu di Pemkot Bekasi ini mengklaim membawa “oleh-oleh” strategis berupa peluang ekspor tenaga kerja lokal dan adopsi teknologi Smart City.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gebrakan ini digadang-gadang mampu mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan merombak sistem birokrasi di Kota Bekasi menjadi lebih modern.

​Apa Saja Hasil Kesepakatan Wali Kota Bekasi di Jepang dan Korea?

​Kunjungan kerja ke luar negeri tersebut membuahkan kesepakatan bilateral di sektor ketenagakerjaan dan digitalisasi layanan publik.

Pemkot Bekasi secara resmi menjalin kemitraan multilateral yang erat dengan Kota Seongnam di Korea Selatan dan Kota Izumisano di Jepang.

​”Oleh-oleh yang saya bawa selama kunjungan ke Luar Negeri adalah pertama tentu kaitan membangun jaringan terkait dengan RPJMD. Kita harus mampu untuk mengirimkan tenaga kerja lokal kita ke luar negeri,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Jumat (10/04/2026).

​Fokus utama dari kerja sama lintas negara ini adalah membuka keran pengiriman pekerja terampil asal Kota Bekasi menuju perusahaan-perusahaan bonafide di Negeri Sakura guna meningkatkan standar kualitas SDM lokal.

​Apa Syarat Warga Kota Bekasi untuk Magang dan Bekerja di Jepang?

​Warga Kota Bekasi yang ingin magang atau bekerja di Jepang diwajibkan memiliki kemampuan bahasa yang dibuktikan secara resmi dengan sertifikasi N4.

Selain kemahiran bahasa, penguatan karakter dan pemahaman budaya lokal Jepang menjadi penilaian mutlak bagi calon pekerja.

​Berdasarkan data yang diterima Pemkot Bekasi, pekerja asal Indonesia dinilai memiliki reputasi baik, adaptif, dan sangat mudah diterima oleh budaya kerja perusahaan Jepang. Sektor pekerjaan yang saat ini terbuka lebar untuk diisi meliputi:

  • ​Industri dan pabrik manufaktur.
  • ​Sektor kuliner dan rumah makan.
  • ​Jasa dan layanan komersial operasional di bandara.

​”Ini semua ternyata mereka betah dan merasa nyaman. Oleh karena itu tentu harus menjadi peluang buat kita,” tegas Tri Adhianto seraya memaparkan tingginya peluang serapan kerja di sektor-sektor tersebut.

​Kapan Pemkot Bekasi Membuka Kursus Bahasa Asing Gratis?

​Merespons peluang emas tersebut, Pemkot Bekasi menargetkan pembukaan kursus bahasa Inggris dan Jepang secara gratis pada bulan depan.

Program akselerasi ini akan direalisasikan melalui kolaborasi langsung dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah 3 pada Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat.

​Menariknya, pelatihan bahasa ini rencananya akan memanfaatkan fasilitas di kompleks perkantoran Pemkot Bekasi dan dilaksanakan khusus pada hari Sabtu dan Minggu.

Langkah taktis ini bertujuan agar calon pekerja lokal memiliki bekal kompetensi tanpa harus terbebani biaya pendidikan tambahan.

​”Nanti kita buat mereka lebih nyaman, agar mereka kalau sudah memiliki bahasa, relatif akan lebih mudah untuk mereka ada bekal mendapatkan peluang pekerjaan di sana secara gratis,” urainya lebih lanjut.

​Mampukah Pemkot Bekasi Wujudkan Smart City ala Korea Selatan?

​Beralih ke kerja sama dengan Korea Selatan, Pemkot Bekasi membidik transfer ilmu pengetahuan terkait implementasi Smart City dan digitalisasi birokrasi dari Kota Seongnam.

Tri Adhianto mengakui kemajuan teknologi layanan publik di Seongnam sangat luar biasa dan terintegrasi, khususnya di sektor kesehatan masyarakat.

​”Kalau kita ingin maju, kita harus memang berteman dengan orang-orang yang maju. Nah, di sana memang kemajuannya sangat luar biasa menyoal digitalisasi,” jelas Tri secara objektif.

​Hal paling berharga dari studi tiru ini adalah kesediaan otoritas Seongnam untuk membagikan rekam jejak kegagalan mereka saat awal merintis sistem pintar tersebut.

Evaluasi ini akan dijadikan role model bagi Pemkot Bekasi agar proses adopsi teknologi berlangsung tepat guna, menjawab kebutuhan rill masyarakat, dan tidak sekadar menghamburkan APBD demi jargon kota pintar semata.

​Publik kini tentu menanti realisasi konkret dari lawatan luar negeri ini agar tidak menguap begitu saja sebatas wacana di atas kertas.

Memorandum of Understanding (MoU) antarkota ini harus segera diejawantahkan oleh tim teknis agar masyarakat Kota Bekasi benar-benar merasakan manfaatnya secara nyata.

Bagaimana pandangan Anda terkait rencana ekspor tenaga kerja ke Jepang dan penerapan Smart City ala Korea ini? Jangan ragu untuk tinggalkan opini kritis Anda di kolom komentar dan bantu bagikan artikel RakyatBekasi.Com ini ke grup WhatsApp warga Anda!


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Siapkan Beton 20 Cm untuk Akses Jalan Menuju SMAN 20, Kapan Mulai Dibangun?
Kabar Gembira Bagi 3.442 PPPK Paruh Waktu Kota Bekasi, Bakal Diangkat Penuh Waktu Mulai 2027 dan Gaji Dibayar APBN
Sikat Habis Pungli! Wali Kota Bekasi Janjikan Ganti Rugi Dua Kali Lipat Bagi Warga yang Berani Melapor
Sidak Pasar Baru, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Soroti 4 Masalah Krusial Penataan Kawasan!
Pendaftaran Seleksi Terbuka Sekda Kota Bekasi Ditutup Malam Ini, Cek Tahapannya
Tragedi Longsor Hingga Darurat Metana, DLH DKI Jakarta Dinilai Gagal Total Kelola TPST Bantargebang
Wali Kota Bekasi Terima Aset Sitaan KPK Rp3,6 Miliar di Jatiasih, Lahan Bakal Disulap Jadi Polder Air
Rusuh di HNM Jatisampurna: Jam Operasional Dilanggar, Ketegasan Pemkot Bekasi Diuji!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:48 WIB

Kabar Gembira Bagi 3.442 PPPK Paruh Waktu Kota Bekasi, Bakal Diangkat Penuh Waktu Mulai 2027 dan Gaji Dibayar APBN

Selasa, 15 September 2026 - 13:14 WIB

Sikat Habis Pungli! Wali Kota Bekasi Janjikan Ganti Rugi Dua Kali Lipat Bagi Warga yang Berani Melapor

Selasa, 15 September 2026 - 12:53 WIB

Sidak Pasar Baru, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Soroti 4 Masalah Krusial Penataan Kawasan!

Selasa, 15 September 2026 - 11:30 WIB

Pendaftaran Seleksi Terbuka Sekda Kota Bekasi Ditutup Malam Ini, Cek Tahapannya

Selasa, 15 September 2026 - 07:47 WIB

Tragedi Longsor Hingga Darurat Metana, DLH DKI Jakarta Dinilai Gagal Total Kelola TPST Bantargebang

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x