Soal Transfer Data Pribadi WNI ke AS, Mensesneg Sebut tak Ada yang Diserahkan

- Jurnalis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi tegas terkait isu penyerahan data pribadi Warga Negara Indonesia (WNI) kepada pemerintah Amerika Serikat (AS).

Ia memastikan bahwa kesepakatan yang dijalin kedua negara tidak akan mengorbankan privasi dan keamanan data warga, melainkan bertujuan untuk memperkuat perlindungannya.

Penegasan ini disampaikan Prasetyo menyusul adanya kesalahpahaman publik terkait perjanjian penurunan tarif resiprokal dari 32 persen menjadi 19 persen dengan AS, yang di dalamnya mencakup kerja sama terkait transfer data lintas batas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi pemaknaannya yang tidak benar, bukan berarti kita itu akan menyerahkan data-data, apalagi data-data pribadi dari masyarakat Indonesia ke pihak sana, tidak,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat (25/07/2025) dan dikutip Sabtu (26/07/2025).

Fokus pada Pengamanan, Bukan Penyerahan

Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa esensi dari kerja sama ini adalah untuk memastikan keamanan data WNI yang sudah ada di berbagai platform digital milik perusahaan AS.

Dalam era digital saat ini, masyarakat secara sadar memberikan data saat mendaftar ke berbagai layanan seperti email, media sosial, atau aplikasi lainnya.

“Ada beberapa platform yang memang itu dimiliki oleh perusahaan-perusahaan dari Amerika, yang di situ ada ketentuan untuk memasukkan data-data atau identitas-identitas,” ujarnya.

Menurut Mensesneg, pemerintah merasa perlu hadir untuk menegosiasikan kerangka kerja yang memastikan data tersebut tidak disalahgunakan.

“Justru di situlah kerja sama kita itu adalah untuk memastikan bahwa data-data tersebut aman dan tidak boleh dipergunakan untuk hal-hal tidak semestinya,” tegas Prasetyo.

Mekanisme Perlindungan Data Lintas Batas

Senada dengan Prasetyo, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya juga menekankan bahwa perjanjian ini sejalan dengan semangat Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Tujuannya adalah menciptakan mekanisme hukum yang mengikat bagi perusahaan asing untuk bertanggung jawab atas data WNI yang mereka kelola.

Kerja sama ini menjadi payung hukum bagi Indonesia untuk menuntut kepatuhan dari platform-platform AS terhadap standar keamanan siber dan privasi yang berlaku di Indonesia.

“Bukan diserahkan, tidak ada yang diserahkan,” ulang Prasetyo untuk menepis keraguan. “Ini kan setiap kita mendaftar di platform, misalnya email, itu kan juga ada data-data yang harus kita entry atau kita submit. Justru kerja sama kita berdua itu adalah untuk memastikan data-data tersebut aman,” bebernya.

Langkah Strategis di Tengah Ekonomi Digital

Pemerintah memandang kesepakatan ini sebagai langkah strategis untuk membangun kepercayaan dalam ekosistem ekonomi digital.

Dengan adanya jaminan perlindungan data pribadi yang lebih kuat, diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dan pelaku usaha dalam transaksi digital lintas negara secara lebih aman.

Politikus Partai Gerindra ini menegaskan bahwa pemerintah tidak akan pernah bertindak semena-mena dengan menyerahkan aset data strategis milik warganya. Sebaliknya, kolaborasi dengan AS ini dipandang sebagai upaya proaktif untuk melindungi kedaulatan data Indonesia di kancah global.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Libur Sekolah, Program Makan Bergizi Disetop: Hemat Rp3 Triliun!
Makan Bergizi Gratis Disetop Selama Libur Sekolah 2026, Ini Alasannya!
Pertamina Jaring 101 Pelaut Muda, Amankan Distribusi Energi
Struk Pertalite Rp18.040 Viral, Pertamina Ungkap Faktanya
Cegah Bansos Salah Sasaran, Kemensos Gunakan Teknologi GoTo
Stok Pertalite Pertamina Aman, Warga Bekasi Jangan Panik!
Siapa Berani Bantah “Nyanyian MBG” Sony Sanjaya?
Solusi Krisis Sampah, PSEL Kota Bekasi Resmi Jadi Proyek Strategis Nasional
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:13 WIB

Libur Sekolah, Program Makan Bergizi Disetop: Hemat Rp3 Triliun!

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:41 WIB

Makan Bergizi Gratis Disetop Selama Libur Sekolah 2026, Ini Alasannya!

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:00 WIB

Pertamina Jaring 101 Pelaut Muda, Amankan Distribusi Energi

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:11 WIB

Struk Pertalite Rp18.040 Viral, Pertamina Ungkap Faktanya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:50 WIB

Cegah Bansos Salah Sasaran, Kemensos Gunakan Teknologi GoTo

Berita Terbaru

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Parlementaria

Tagih Janji Presiden, Flyover Bulak Kapal Baru Dibangun 2027

Senin, 22 Jun 2026 - 16:08 WIB

Infografis. (Nano Banana Pro2)

Parlementaria

Banpres Flyover Bulak Kapal Buram, DPRD Tagih Janji Presiden

Senin, 22 Jun 2026 - 15:50 WIB

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Bekasi

Dana RW 100 Juta Seret! Wali Kota Bekasi Sentil Pengurus

Senin, 22 Jun 2026 - 14:00 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x