Poin Utama:
- Kemensos menggandeng GoTo untuk menerapkan teknologi liveness detection (pengenalan wajah) dalam verifikasi penerima Bantuan Sosial (Bansos).
- Uji coba tahap awal mencakup 5 juta kuota verifikasi wajah gratis yang tersebar di 42 kabupaten/kota.
- Tingkat keberhasilan uji coba sistem validasi identitas digital ini telah mencapai 98,4 persen.
- Digitalisasi ini juga akan disiapkan untuk menyokong infrastruktur manajemen program Sekolah Rakyat.
Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperkuat sistem validasi penerima Bantuan Sosial (Bansos) agar lebih transparan dan tepat sasaran.
Berkolaborasi dengan raksasa ekosistem digital GoTo, pemerintah kini resmi mengimplementasikan teknologi deteksi keaktifan wajah (liveness detection) untuk memblokir celah manipulasi data.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah strategis ini dinilai krusial untuk meminimalisir potensi kecurangan sekaligus memastikan uang negara benar-benar tersalurkan kepada warga miskin yang paling berhak.
Mengapa Kemensos Memilih Teknologi Face Recognition dari GoTo?
Kementerian Sosial menempatkan akurasi data sebagai pilar mutlak dalam menyalurkan jaring pengaman sosial.
Teknologi liveness detection yang dipaparkan oleh CEO GoTo Hans Patuwo terbukti secara teknis mampu membedakan kehadiran wajah asli penerima dengan manipulasi berbasis foto maupun rekaman video palsu.
”Kalau datanya tidak akurat, maka sasarannya juga tidak tepat,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Kementerian Sosial, Jumat (12/06/2026).
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini menegaskan bahwa fondasi perlindungan sosial nasional wajib bertumpu pada tiga aspek sentral: keakuratan data, presisi sasaran, serta keberlanjutan program edukasi seperti Sekolah Rakyat.
Bagaimana Skema Uji Coba Verifikasi Bansos Berbasis Digital Ini?
Pada tahap implementasi awal, GoTo mengucurkan dukungan kuota sebanyak 5 juta hits atau proses verifikasi wajah secara cuma-cuma.
Infrastruktur verifikasi yang telah dikembangkan secara intensif sejak 2022 ini sebelumnya juga sudah diuji coba secara riil di 42 kabupaten/kota.
Hasilnya sangat menjanjikan dengan tingkat keberhasilan menembus 98,4 persen dari total 28.961 percobaan operasional.
Kendati demikian, pemerintah menegaskan perlunya kalkulasi tata kelola anggaran yang transparan sebelum sistem ini diwajibkan secara permanen di seluruh daerah.
”Terima kasih dikasih bantuan 5 juta ini. Tapi kita juga harus cek cost dan biayanya. Mulai sekarang dibuat perencanaan. Nanti 5 juta ini habis, kita kemana,” kata Saifullah Yusuf.
Di luar sistem validasi wajah, audiensi ini juga mengkaji peluang pemanfaatan platform dompet digital GoPay.
Ekosistem ini dibidik untuk memangkas jalur birokrasi pencairan Bansos agar dana bisa ditransfer langsung secara efisien dan aman ke akun penerima manfaat.
Apa Itu Program Sekolah Rakyat yang Diusung Kemensos?
Selain pembenahan tata kelola penyaluran Bansos, Kemensos turut merancang intervensi digital untuk program Sekolah Rakyat.
Institusi pendidikan gratis ini difokuskan secara khusus bagi anak-anak dari keluarga super miskin, anak terlantar, hingga mereka yang terpaksa putus sekolah akibat himpitan ekonomi.
”Sekolah Rakyat ini bagus sekali, Pak. Ini untuk orang paling miskin,” tutur Gus Ipul saat menjabarkan rancangan tersebut.
Lebih jauh Kemensos berharap GoTo mampu menyuntikkan infrastruktur teknologi untuk program ini, mulai dari sistem manajemen sekolah harian, pemantauan absensi siswa, hingga digitalisasi transaksi pendidikan.
Syarat mutlak dari kemitraan strategis ini adalah adanya jaminan keamanan siber tingkat tinggi guna melindungi privasi kelompok masyarakat yang paling rentan.
Inovasi tata kelola Bansos yang presisi dan anti-kecurangan ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat luas, tak terkecuali bagi warga di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi yang kerap menyoroti problematika data warga miskin yang lambat diperbarui.
Pemkot dan Pemkab Bekasi ke depannya diyakini dapat mengadopsi rujukan teknologi yang sama untuk mendistribusikan program jaring pengaman sosial di tingkat daerah.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai penggunaan pemindaian wajah (face recognition) untuk mengambil dana Bansos ini?
Mari sampaikan opini Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini agar masyarakat semakin teredukasi! Baca terus update berita kebijakan publik terkini hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







