Bekasi Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hingga 31 Agustus, Warga Diimbau Waspada Banjir dan Cuaca Ekstrem

- Jurnalis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Bekasi secara resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana untuk wilayahnya, berlaku efektif mulai 25 Juli hingga 31 Agustus 2025.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi dan mitigasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor yang diperkirakan masih akan terjadi.

Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Bekasi Nomor: 400.9.10/Kep.448-BPBD/VII/2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor di Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dasar Penetapan dan Peringatan Dini

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Priadi Santoso, menyatakan bahwa penetapan status ini adalah bentuk kesiapsiagaan pemerintah dan sebagai imbauan kewaspadaan kepada masyarakat.

“Ini adalah langkah mitigasi. Potensi cuaca ekstrem masih memungkinkan terjadi, seperti yang terjadi pada Senin (04/08/2025) malam, di mana Tinggi Muka Air (TMA) di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Cileungsi sempat meningkat. Alhamdulillah, saat itu situasi masih aman terkendali,” ujar Priadi kepada rakyatbekasi.com saat dikonfirmasi pada Selasa (05/08/2025).

Banjir Pondok Gede Jadi Bukti Nyata

Penetapan status siaga darurat ini bukan tanpa alasan. Peristiwa banjir di Bekasi yang terjadi sehari sebelumnya menjadi bukti nyata akan tingginya risiko saat ini.

Pada Senin (04/08/2025), hujan deras disertai angin kencang menyebabkan lima titik di Kecamatan Pondok Gede terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 100 cm.

Beberapa lokasi yang terdampak parah antara lain Perumahan Jatibening Baru, Jatibening Permai, Bumi Nasio Indah, hingga Komplek Dosen IKIP yang menjadi langganan banjir karena kontur tanahnya yang rendah.

“Peristiwa di Pondok Gede menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak lengah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi,” tegas Priadi.

Langkah Mitigasi dan Kesiapsiagaan BPBD

Dengan ditetapkannya status siaga darurat, BPBD Kota Bekasi meningkatkan sejumlah langkah kesiapsiagaan, di antaranya:

  • Peningkatan pemantauan: Melakukan monitoring 24 jam terhadap TMA di DAS Kali Bekasi dan DAS Cileungsi serta memantau informasi cuaca dari BMKG.
  • Kesiapan personel dan logistik: Menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) serta peralatan penanggulangan bencana seperti perahu karet dan pompa air portabel.
  • Koordinasi lintas sektor: Meningkatkan koordinasi dengan aparat kewilayahan (camat dan lurah) serta dinas terkait untuk respons yang lebih cepat.

Imbauan Penting untuk Masyarakat

Selama periode siaga darurat ini, Priadi meminta masyarakat untuk turut serta aktif dalam upaya mitigasi dan meningkatkan kewaspadaan. Berikut adalah beberapa imbauan yang ditekankan:

  • Pantau Informasi: Secara berkala memantau perkembangan cuaca dan peringatan dini TMA yang dikeluarkan oleh BMKG dan BPBD Kota Bekasi melalui media sosial resmi.
  • Waspada Lingkungan: Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, angin kencang, dan tanah longsor di lingkungan masing-masing.
  • Jaga Kebersihan: Melakukan kerja bakti membersihkan saluran air dan drainase agar tidak tersumbat oleh sampah yang dapat memperparah genangan.
  • Amankan Dokumen: Menyimpan dokumen-dokumen penting seperti ijazah, akta kelahiran, dan surat tanah di tempat yang tinggi dan aman dari jangkauan air.

“Jika terjadi situasi darurat, jangan ragu untuk segera melapor. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” pungkas Priadi.

Masyarakat dapat menghubungi BPBD Kota Bekasi melalui nomor darurat resmi di: 0821-2349-9719.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragis! Palang Terbuka, Mobil Hancur Terseret Kereta Gajayana di Bulak Kapal Bekasi
Keren! Wali Kota Bekasi dan Waskita Sepakat Pacu UMKM dan Ruang Hijau
Genitnya Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi
Terkuak! Rekam Jejak Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Picu Ancaman Mogok
Seorang Warga Polisikan Disdukcapil Kota Bekasi Gegara Terbitkan KK dengan Akta Cerai Palsu
Tegas! Bapenda Kota Bekasi Tarik Piutang Pajak Rp36 Miliar
Pematangan Lahan PSEL Bantargebang Tahap II Telan Rp25 Miliar
Proyek TOD Stasiun Bekasi Extension Dimulai, Wali Kota Tri Adhianto Kebut Integrasi Angkutan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:40 WIB

Tragis! Palang Terbuka, Mobil Hancur Terseret Kereta Gajayana di Bulak Kapal Bekasi

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37 WIB

Keren! Wali Kota Bekasi dan Waskita Sepakat Pacu UMKM dan Ruang Hijau

Senin, 27 Juli 2026 - 13:13 WIB

Genitnya Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WIB

Terkuak! Rekam Jejak Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Picu Ancaman Mogok

Senin, 27 Juli 2026 - 11:47 WIB

Seorang Warga Polisikan Disdukcapil Kota Bekasi Gegara Terbitkan KK dengan Akta Cerai Palsu

Berita Terbaru

Kantor Pusat Perumda Tirta Bhagasasi.

Bekasi

Genitnya Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi

Senin, 27 Jul 2026 - 13:13 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x