Kasus Suspek Chikungunya di Bekasi Capai 172, Dinkes Serukan Warga Gencarkan PSN dan Aktifkan Kembali Jumantik

- Jurnalis

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

KOTA BEKASIDinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring meningkatnya kasus suspek chikungunya di wilayah setempat. Berdasarkan data terbaru, hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 172 kasus yang dilaporkan dari berbagai Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan Puskesmas di seluruh Kota Bekasi.

Peningkatan Kasus Chikungunya di Kota Bekasi Memprihatinkan

​Menanggapi lonjakan ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati, mengajak seluruh warga untuk berperan aktif dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). “Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kegiatan PSN dengan menerapkan Gerakan 3M Plus,” ujar Vevie dalam keterangan resmi pada Senin (18/08/2025).

​Adapun langkah 3M Plus yang ditekankan adalah:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Menguras tempat penampungan air secara rutin.
  2. Menutup rapat tempat penampungan air.
  3. Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

​Selain itu, ia juga menekankan pentingnya upaya tambahan (Plus) seperti membuang barang yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, seperti botol bekas, galon, ban, dan pot bunga. Vevie juga mengingatkan agar tidak membiarkan pakaian-pakaian tergantung di dalam rumah karena bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

Dinkes Aktifkan Kembali Kader Jumantik untuk Tekan Penyebaran Penyakit

​Sebagai langkah preventif dan preemtif, Dinkes Kota Bekasi juga berupaya mengaktifkan kembali peran kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di tingkat RT dan RW. Upaya ini diharapkan dapat menjadi benteng pertama dalam menekan penyebaran kasus chikungunya di tengah masyarakat.

“Dengan opsi ini, kami berharap dapat menekan penyebaran kasus chikungunya,” kata Vevie.

“Ini adalah langkah preventif dan preemtif yang kami lakukan demi meminimalisir tingkat penyebaran kasus yang terjadi.” tambahnya.

Data dari Dinkes Kota Bekasi menunjukkan bahwa kasus ini menyebar di berbagai kecamatan, sehingga partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan.

Dengan sinergi antara pemerintah, kader jumantik, dan masyarakat, diharapkan laju penyebaran penyakit ini dapat ditekan, melindungi warga dari risiko kesehatan yang serius.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Ubharajaya Pacu Digitalisasi UMKM Kedung Pengawas
Jelang Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi Bertolak ke China Pelajari Pengolahan Sampah
Krisis Listrik Mengintai, Wali Kota Bekasi Desak OPD Segera Siagakan Genset
398 Warga Terpapar HIV di Kota Bekasi, Pemkot Gencarkan Tes dan Hapus Stigma
Awas! 398 Kasus HIV Guncang Kota Bekasi, Usia Produktif Dominan
Tokoh Agama Bekasi Hadiri Pengobatan Gratis di Tanah Abang, Siap Bawa ke Bekasi Raya
Nasib 61 Ribu KK PBI-JK Bekasi Usai Coretan Massal Pusat
Telan Rp3,5 Miliar, Perbaikan Jalan Ir H Juanda Bekasi Resmi Dimulai
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:31 WIB

Mahasiswa Ubharajaya Pacu Digitalisasi UMKM Kedung Pengawas

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:25 WIB

Jelang Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi Bertolak ke China Pelajari Pengolahan Sampah

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:02 WIB

Krisis Listrik Mengintai, Wali Kota Bekasi Desak OPD Segera Siagakan Genset

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:34 WIB

398 Warga Terpapar HIV di Kota Bekasi, Pemkot Gencarkan Tes dan Hapus Stigma

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:56 WIB

Awas! 398 Kasus HIV Guncang Kota Bekasi, Usia Produktif Dominan

Berita Terbaru

Keceriaan anak-anak Desa Kedung Pengawas, Kabupaten Bekasi, berfoto bersama memamerkan hasil karya tote bag ecoprint mereka usai mengikuti pelatihan kreativitas bersama mahasiswa KKN Kelompok 82 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Minggu (31/05/2026).

Bekasi

Mahasiswa Ubharajaya Pacu Digitalisasi UMKM Kedung Pengawas

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:31 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x