Kaum LGBT di Kota Bekasi Melonjak Tajam Hingga 5.632 Kasus, MUI Tetapkan Status Zona Merah

- Jurnalis

Kamis, 18 September 2025 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi LGBT.

Ilustrasi LGBT.

KOTA BEKASI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi merilis data yang menunjukkan lonjakan signifikan kasus Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) sepanjang tahun 2024.

Peningkatan yang drastis ini mendorong MUI untuk menetapkan Kota Bekasi sebagai “zona merah” darurat LGBT, sekaligus menyoroti kaitan eratnya dengan tingginya kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut.

​Berdasarkan catatan MUI, terdapat 5.632 kasus LGBT di Kota Bekasi selama periode 2024. Angka ini melonjak secara masif jika dibandingkan dengan data tahun sebelumnya yang hanya mencatat 544 kasus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Status Zona Merah dan Peringatan Keras MUI

​Komite Penelitian dan Pengembangan (Litbang) MUI Kota Bekasi, KH. Sohibul Wafa, menegaskan bahwa temuan ini memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

“Ternyata Kota Bekasi ini masuk ke dalam wilayah merah, rawan terhadap LGBT. Artinya, ini merupakan satu perhatian serius dari kami,” ujar KH. Sohibul Wafa kepada jurnalis rakyatbekasi.com, Kamis (18/09/2025). “Kami tidak ingin Bekasi menjadi sarang bagi perilaku LGBT.”

​Ia menjelaskan bahwa data tersebut dihimpun dari kajian tim internal MUI yang berkolaborasi dengan berbagai yayasan serta berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

Dominasi LSL dan Kaitan dengan Penularan HIV

Data yang terhimpun menunjukkan bahwa sebagian besar kasus dipicu oleh hubungan sesama jenis, khususnya Laki-laki Seks dengan Laki-laki (LSL).

Salah satu data dari Yayasan Lembaga Kasih Indonesia Kita bahkan mencatat ada sekitar 5.776 orang dalam populasi ini.

​”Permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan penyakit masyarakat ini sangat rentan kaitannya dengan penyakit HIV,” tambah KH. Sohibul Wafa.

​Kekhawatiran ini sejalan dengan data dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Hingga Juli 2025, Dinkes mencatat ada 321 kasus baru HIV yang ditemukan dari 50.583 orang yang menjalani tes.

​Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati, menyatakan bahwa temuan kasus terbanyak berada pada rentang usia produktif.

“Dari total 321 kasus baru yang ditemukan, sebanyak 207 kasus ada di rentang usia produktif,” jelas Vevie, Minggu (14/09/2025).

Ia juga menambahkan bahwa faktor risiko penularan sangat bervariatif, ditemukan di berbagai kelompok populasi, termasuk populasi umum, pasien TB, dan ibu hamil.

Respons Wali Kota: Ajakan Pola Hidup Sehat

Menanggapi situasi ini, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menerapkan Pola Hidup Sehat sebagai langkah preventif.

Ajakannya didasari fakta bahwa Kota Bekasi menempati urutan kedua kasus HIV/AIDS tertinggi di Jawa Barat setelah Kota Bandung, dengan total catatan mencapai 3.600 orang.

​”Hari ini kita menjadi kota dengan kasus HIV/AIDS tertinggi kedua di Jawa Barat. Ini hanya bisa diatasi kalau masyarakat ikut peduli,” tegas Tri Adhianto saat apel di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (15/09/2025).

Wali Kota juga menyoroti gaya hidup sesama jenis sebagai salah satu faktor potensial penyebaran HIV/AIDS.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menekan pertumbuhan kasus.

​”Harus ada pola-pola yang kita lakukan, baik untuk yang sudah menjadi penderita maupun upaya kita agar kasus ini tidak bertumbuh dan berkembang,” pungkasnya.

(RakyatBekasi.com)


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Teka-teki Kenapa Satpol PP Tak Serius Tertibkan Prostitusi di ‘Be Glow’ dan Relax’t Akhirnya Terjawab
Sang ​Reserse Ulung! Ini Profil Putu Kholis Kapolres Metro Bekasi Kota yang Baru
Wali Kota Bekasi, Ketua DPRD dan Rombongan Terbang ke China Tinjau PLTSa Wangneng
Keren! Disnaker Kota Bekasi Sediakan 100 Lowongan Kerja Khusus Disabilitas di Job Fair 2026
Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kota Bekasi Hadirkan 3.500 Peluang Kerja di Job Fair 2026
Dinkes Kota Bekasi Segera Gelar Sidang Etik Bidan Akibat Salah Suntik Vaksin pada Bayi 9 Bulan
Kasus Bidan Salah Suntik Vaksin di Bekasi Berujung Sanksi, Kondisi Bayi Membaik
Pemkot Bekasi Kebut Venue Porprov Jabar 2026, Target Oktober Rampung
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:57 WIB

Teka-teki Kenapa Satpol PP Tak Serius Tertibkan Prostitusi di ‘Be Glow’ dan Relax’t Akhirnya Terjawab

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:33 WIB

Sang ​Reserse Ulung! Ini Profil Putu Kholis Kapolres Metro Bekasi Kota yang Baru

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:17 WIB

Wali Kota Bekasi, Ketua DPRD dan Rombongan Terbang ke China Tinjau PLTSa Wangneng

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:40 WIB

Keren! Disnaker Kota Bekasi Sediakan 100 Lowongan Kerja Khusus Disabilitas di Job Fair 2026

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:59 WIB

Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kota Bekasi Hadirkan 3.500 Peluang Kerja di Job Fair 2026

Berita Terbaru

Perbaikan jalan Tol Jakarta-Cikampek. (Foto: Jasamarga)

Nasional

Awas Macet! Ini Titik Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Terbaru

Sabtu, 27 Jun 2026 - 14:57 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x