Cara Pinjam Uang di Koperasi Merah Putih: Panduan Lengkap untuk Anggota dan Pengurus

- Jurnalis

Senin, 20 Oktober 2025 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Presiden RI Prabowo Subianto saat peresmian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (21/07/2025). (Foto: Dok. DPR RI).

Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Presiden RI Prabowo Subianto saat peresmian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (21/07/2025). (Foto: Dok. DPR RI).

JAKARTA – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025 lalu menjadi angin segar bagi penguatan ekonomi dari tingkat akar rumput.

Dengan pembentukan 80.081 unit koperasi di seluruh Indonesia, program ini bertujuan membuka akses permodalan yang lebih mudah bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro.

Peluncuran yang dipusatkan di Desa Bentangan, Klaten, ini didukung oleh landasan hukum kuat melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aturan ini merinci tata cara penyaluran pinjaman dari pemerintah melalui bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) kepada koperasi.

​Lantas, bagaimana mekanisme program ini berjalan di lapangan? Siapa saja yang berhak mendapatkan manfaatnya, dan bagaimana cara mengajukan pinjaman modal usaha melalui Koperasi Merah Putih? Artikel ini akan mengupas tuntas panduannya.

Memahami Alur Pinjaman: Dua Jalur Utama

​Penting untuk dipahami bahwa program ini memiliki dua jalur akses yang berbeda:

  1. Pinjaman untuk Lembaga Koperasi: Pinjaman dari pemerintah melalui bank Himbara disalurkan langsung kepada lembaga KDMP/KKMP yang telah terdaftar dan memenuhi syarat.
  2. Pinjaman untuk Anggota Perorangan: Masyarakat atau pelaku UMKM dapat mengakses pembiayaan secara individu dengan menjadi anggota aktif di koperasi yang ada di desa atau kelurahannya.

​Jadi, pemerintah tidak memberikan pinjaman langsung kepada perorangan, melainkan memberdayakan koperasi sebagai penyalur modal bagi para anggotanya.

Bagi Warga/Anggota: Cara Mengakses Pinjaman Modal Usaha

​Bagi Anda yang tertarik memanfaatkan program ini untuk kebutuhan modal usaha atau keperluan produktif lainnya, langkah pertama adalah menjadi anggota koperasi. Berikut syarat dan proses yang perlu diikuti:

Syarat Menjadi Anggota Koperasi Merah Putih

​Syarat umum untuk mendaftar sebagai anggota biasanya meliputi:

  • Status Kewarganegaraan: Warga Negara Indonesia (WNI), dibuktikan dengan KTP yang masih berlaku.
  • Usia: Minimal berusia 21 tahun atau sudah pernah menikah.
  • Domisili: Berdomisili di wilayah desa atau kelurahan tempat koperasi berada.
  • Administrasi: Memiliki rekening bank pribadi yang aktif dan NPWP (jika ada).
  • Komitmen Keanggotaan: Bersedia membayar simpanan pokok dan simpanan wajib sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi.

Proses Pengajuan Pinjaman Individu

​Setelah resmi menjadi anggota, Anda berhak mengajukan pinjaman. Berikut tahapannya:

  1. Mengajukan Permohonan: Datangi unit simpan pinjam di koperasi Anda dan isi formulir pengajuan pinjaman dengan lengkap.
  2. Lengkapi Dokumen: Siapkan dokumen pendukung yang diminta, seperti fotokopi KTP, nomor rekening bank, dan rincian rencana penggunaan dana.
  3. Proses Verifikasi: Pihak koperasi akan melakukan verifikasi data dan menilai kelayakan pengajuan Anda, termasuk tujuan pinjaman dan kemampuan membayar.
  4. Penandatanganan Akad: Jika pengajuan disetujui, Anda akan menandatangani surat perjanjian (akad) pinjaman yang memuat rincian plafon, bunga/margin, tenor, dan jadwal angsuran.
  5. Pencairan Dana: Dana pinjaman akan dicairkan ke rekening pribadi Anda.

Bagi Pengurus: Prosedur Pengajuan Pinjaman Koperasi ke Bank Himbara

​Untuk pengurus koperasi yang ingin mendapatkan alokasi dana dari pemerintah, proses pengajuan dilakukan ke salah satu bank Himbara (BRI, BNI, BTN, atau Mandiri). Prosedur ini mengacu pada PMK Nomor 49 Tahun 2025.

Tahap 1: Pengajuan Permohonan Awal

​Ketua Koperasi mengajukan permohonan resmi ke bank dengan melampirkan:

  • ​Proposal rencana usaha dan alokasi dana yang detail.
  • ​Surat persetujuan dari Kepala Desa (untuk Koperasi Desa) atau Bupati/Wali Kota (untuk Koperasi Kelurahan).

Tahap 2: Penilaian Kelayakan oleh Bank

​Bank Himbara akan melakukan analisis kelayakan dengan mempertimbangkan:

  • Kesehatan Bisnis: Rencana bisnis koperasi dan proyeksi kebutuhan operasional.
  • Kapasitas Fiskal Daerah: Rata-rata Dana Desa (untuk KDMP) atau Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) (untuk KKMP) selama tiga tahun terakhir.

Tahap 3: Penandatanganan Perjanjian Pinjaman

​Jika disetujui, perjanjian pinjaman ditandatangani oleh tiga pihak: pejabat bank, Ketua Koperasi, dan Kepala Desa/Bupati/Wali Kota. Perjanjian ini mencakup:

  • Plafon Pinjaman: Maksimal Rp3 Miliar.
  • Skema Bunga: Suku bunga, margin, atau skema bagi hasil yang disepakati.
  • Tenor: Jangka waktu pinjaman maksimal 6 tahun.
  • Masa Tenggang (Grace Period): Kelonggaran pembayaran angsuran selama 6–8 bulan pertama.
  • Jadwal Angsuran: Pembayaran dilakukan setiap tanggal 12 atau hari kerja berikutnya.

Tahap 4: Pelaporan dan Administrasi Lanjutan

Setelah akad, bank wajib melapor ke Menteri Keuangan melalui aplikasi daring maksimal 14 hari kerja.

Selain itu, dilakukan penandatanganan surat kuasa penempatan dana sebagai mekanisme jaminan pencairan dari pemerintah ke bank.

Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya

Program Koperasi Merah Putih membuka jalan bagi perkuatan ekonomi lokal dengan menyediakan skema permodalan yang terstruktur dan terjangkau.

Baik bagi individu maupun lembaga koperasi, program ini menawarkan peluang besar untuk tumbuh dan berkembang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai status dan cara bergabung dengan Koperasi Merah Putih di wilayah Anda, masyarakat dianjurkan untuk proaktif menghubungi kantor desa atau kelurahan setempat.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Laporkan Skandal SPMB Kota Bekasi 2026 ke Dirjen Kemendikdasmen
Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar
Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif
Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali
OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?
Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!
DPP GMNI Kritik Efisiensi APBN: Jangan Hanya Hemat di Atas Kertas
Antrean Mengular di Sejumlah SPBU? Tenang, Pertamina Jamin Stok BBM Warga Bekasi Aman
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:16 WIB

GMNI Laporkan Skandal SPMB Kota Bekasi 2026 ke Dirjen Kemendikdasmen

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:39 WIB

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:33 WIB

Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:01 WIB

Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:56 WIB

OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Bekasi

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?

Kamis, 23 Jul 2026 - 22:06 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x