Resmi! Kemendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib Kelas 3 SD Mulai 2027

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 00:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025).

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mengumumkan langkah strategis dalam kurikulum pendidikan dasar nasional. Mulai tahun ajaran 2027, mata pelajaran Bahasa Inggris akan secara resmi menjadi pelajaran wajib bagi seluruh siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) di Indonesia.

​Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya komprehensif pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia sejak dini, menghadapi tantangan era globalisasi.

​Penegasan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, dalam acara “Taklimat Media Capaian Program Kemendikdasmen Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Acara tersebut berlangsung di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/10/2025).

​“Bahwa mulai tahun 2027 bahasa Inggris akan diajarkan sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD,” tegas Mu’ti di hadapan awak media.

Fokus Peningkatan Kompetensi Guru SD

​Menyadari bahwa penerapan kebijakan baru ini membutuhkan kesiapan tenaga pengajar yang mumpuni, Kemendikdasmen telah merancang program peningkatan kompetensi guru secara masif.

​Abdul Mu’ti menjelaskan, persiapan ini akan dimulai tahun depan (2026) untuk memastikan para guru memiliki kualifikasi yang memadai saat kebijakan tersebut bergulir.

​“Karena itu maka mulai tahun depan kita akan memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk para guru yang nanti akan mengajar di sekolah-sekolah tingkat dasar,” tuturnya.

​Pelatihan guru Bahasa Inggris SD ini diharapkan dapat menjamin kualitas pengajaran yang merata di seluruh pelosok negeri.

Penguatan Program Wajib Belajar dan Bantuan Pendidikan

​Selain mengumumkan kebijakan Bahasa Inggris wajib, Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga memaparkan dua program unggulan lain yang akan menjadi fokus kementeriannya.

Implementasi Wajib Belajar 13 Tahun

​Program prioritas pertama adalah perluasan Wajib Belajar menjadi 13 Tahun. Program ini akan mulai diimplementasikan pada tahun depan (2026) dan akan mencakup pendidikan dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK).

​“Program ini akan dijalankan bekerja sama dengan Kementerian Desa,” tambah Mu’ti, mengindikasikan adanya upaya kolaboratif untuk menjangkau wilayah pedesaan dan tertinggal.

Perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) Sasar Anak TK

​Sebagai langkah konkret untuk mendukung Wajib Belajar 13 Tahun, pemerintah juga akan memperluas cakupan penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).

​Mu’ti menegaskan bahwa jika selama ini PIP hanya menyasar siswa di jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK, maka mulai tahun depan bantuan tersebut akan turut menyertakan anak-anak di jenjang TK.

​“Dalam rangka memberikan dukungan untuk Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak, PIP yang selama ini dikhususkan untuk murid SD, SMP, dan SMA, mulai tahun depan akan diberikan untuk anak-anak di tingkat taman kanak-kanak,” jelasnya.

​Langkah ini diharapkan dapat menekan angka putus sekolah sejak dini dan memastikan akses pendidikan yang lebih inklusif bagi seluruh anak bangsa.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar
Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif
Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali
OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?
Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!
DPP GMNI Kritik Efisiensi APBN: Jangan Hanya Hemat di Atas Kertas
Antrean Mengular di Sejumlah SPBU? Tenang, Pertamina Jamin Stok BBM Warga Bekasi Aman
Awas Macet! Ini Titik Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Terbaru
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:39 WIB

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:33 WIB

Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:01 WIB

Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:56 WIB

OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:53 WIB

Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!

Berita Terbaru

ARSITEK NEGARA: Suasana hiruk-pikuk aktivitas masyarakat dan lalu lintas di sekitar Jalan R.P. Soeroso, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Raden Panji Soeroso, Wakil Ketua BPUPKI sekaligus Gubernur Jawa Tengah pertama yang meletakkan fondasi tangguh birokrasi pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan R.P. Soeroso: Sang Arsitek Kemerdekaan RI

Selasa, 21 Jul 2026 - 16:54 WIB

Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan tahap konstruksi fisik proyek Gedung Perpustakaan Modern Kota Bekasi di Eks Gedung Dinas Kesehatan, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (21/07/2026). Bangunan ini tengah melalui tahap re-desain agar lebih modern dan inklusif.

Bekasi

Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027

Selasa, 21 Jul 2026 - 14:07 WIB

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Yudianto, saat memberikan keterangan terkait lonjakan realisasi pencairan dana hibah Program Lingkar RW Beken yang kini telah dinikmati oleh 267 RW di Kota Bekasi, Selasa (21/07/2026).

Bekasi

753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta

Selasa, 21 Jul 2026 - 13:14 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x