Dinkes Ungkap 50 Puskesmas di Kota Bekasi Belum Kantongi IMB dan SLF, Wali Kota Instruksikan Percepatan

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menandatangani prasasti peresmian Puskesmas Jati Rangga dan Jati Raden didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Satia Sriwijayanti Anggraini, Rabu (26/11/2025).

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menandatangani prasasti peresmian Puskesmas Jati Rangga dan Jati Raden didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Satia Sriwijayanti Anggraini, Rabu (26/11/2025).

BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengungkapkan fakta mengejutkan terkait legalitas aset fasilitas kesehatan di wilayahnya.

Sebanyak 50 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Bekasi dilaporkan belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

​Kondisi ini menjadi sorotan karena IMB dan SLF merupakan syarat administrasi vital dalam pendirian dan operasional bangunan gedung, terutama untuk fasilitas pelayanan publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mayoritas Puskesmas Belum Miliki Izin Lengkap

​Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraeni, memaparkan data tersebut dalam pidatonya usai peresmian dua Puskesmas baru—Puskesmas Jatirangga dan Jatiraden—di kawasan Citra Grand Cibubur, Rabu (26/11/2025).

​Menurut Satia, dari total 55 Puskesmas yang beroperasi di Kota Bekasi, baru sebagian kecil yang memiliki kelengkapan dokumen perizinan.

​”Kami sampaikan bahwa dari 55 Fasilitas Layanan Kesehatan (Faskes) atau Puskesmas yang ada, yang proses IMB-nya sudah selesai baru 5 Puskesmas. Sedangkan sisanya, sebanyak 50 Puskesmas, belum memiliki izin tersebut,” ungkap Satia.

​Dalam kesempatan tersebut, Satia secara langsung meminta atensi dari kepala daerah untuk membantu penyelesaian masalah administratif ini demi kepastian hukum aset pemerintah.

​”Kami mohon bantuan Bapak Wali Kota untuk merealisasikan IMB di 55 Puskesmas yang kita miliki. Karena masih kurang 50 Puskesmas lagi, kami harap IMB-nya bisa segera dibuatkan,” tambahnya.

Nihil Sertifikat Laik Fungsi (SLF)

Selain masalah IMB, Dinkes Kota Bekasi juga menyoroti ketiadaan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di seluruh Puskesmas.

SLF merupakan sertifikat yang diterbitkan pemerintah daerah untuk menyatakan kelaikan fungsi sebuah bangunan gedung sebelum dapat dimanfaatkan.

​Fakta di lapangan menunjukkan bahwa belum ada satu pun Puskesmas di Kota Bekasi yang memegang sertifikat ini.

​”Terkait SLF, kita belum ada satu pun Puskesmas yang punya. Sehingga mohon bantuannya supaya legalitas ini bisa terealisasi,” tegas Satia.

Respon Wali Kota Bekasi: Ini PR Panjang Pemerintah

​Menanggapi laporan tersebut, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengakui bahwa Pemerintah Daerah masih memiliki pekerjaan rumah (PR) besar terkait tertib administrasi aset daerah. Ia tidak memungkiri bahwa legalitas bangunan fasilitas kesehatan masih perlu dibenahi.

​”Kita masih punya PR yang panjang. Dari 55 Puskesmas yang berdiri, ternyata kita masih punya catatan. Ada 50 Puskesmas yang belum menyelesaikan terkait dengan IMB, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan SLF,” ujar Tri Adhianto.

​Tri menegaskan bahwa status legalitas gedung pelayanan publik sangat penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat saat berobat, serta kepatuhan pemerintah terhadap regulasi tata ruang.

Distaru Diminta Lakukan Percepatan

​Sebagai langkah tindak lanjut, Wali Kota Bekasi langsung menginstruksikan Dinas Tata Ruang (Distaru) untuk segera memproses percepatan perizinan bangunan bagi Puskesmas yang belum terdata.

​Tri meminta adanya sinergi antara Dinkes sebagai pengguna (user) dan Distaru sebagai regulator teknis.

​”Tadi sudah didengarkan langsung oleh Dinas Tata Ruang. Nanti saya minta secara dokumentasi, tentu harus ada permintaan dari user yaitu Dinas Kesehatan. Kita akan berproses satu per satu,” jelas Tri.

​Ia menambahkan bahwa kekurangan administratif ini akan diselesaikan secara bertahap sebagai bentuk komitmen perbaikan layanan publik.

​”PR-PR ini akan kita selesaikan. Namanya juga manusia tempatnya salah, ya kita perbaiki,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keren! Wali Kota Bekasi dan Waskita Sepakat Pacu UMKM dan Ruang Hijau
Genitnya Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi
Terkuak! Rekam Jejak Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Picu Ancaman Mogok
Seorang Warga Polisikan Disdukcapil Kota Bekasi Gegara Terbitkan KK dengan Akta Cerai Palsu
Tegas! Bapenda Kota Bekasi Tarik Piutang Pajak Rp36 Miliar
Pematangan Lahan PSEL Bantargebang Tahap II Telan Rp25 Miliar
Proyek TOD Stasiun Bekasi Extension Dimulai, Wali Kota Tri Adhianto Kebut Integrasi Angkutan
​Sempat Tertunda, PSEL Bantargebang Groundbreaking 4 Agustus
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37 WIB

Keren! Wali Kota Bekasi dan Waskita Sepakat Pacu UMKM dan Ruang Hijau

Senin, 27 Juli 2026 - 13:13 WIB

Genitnya Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WIB

Terkuak! Rekam Jejak Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Picu Ancaman Mogok

Senin, 27 Juli 2026 - 11:12 WIB

Tegas! Bapenda Kota Bekasi Tarik Piutang Pajak Rp36 Miliar

Senin, 27 Juli 2026 - 10:53 WIB

Pematangan Lahan PSEL Bantargebang Tahap II Telan Rp25 Miliar

Berita Terbaru

Kantor Pusat Perumda Tirta Bhagasasi.

Bekasi

Genitnya Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi

Senin, 27 Jul 2026 - 13:13 WIB

SANG PENAKLUK VOC: Suasana aktivitas warga dan padatnya laju kendaraan di sepanjang ruas Jalan Sultan Agung, kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (27/07/2026). Penamaan jalan protokol strategis di sisi selatan rel kereta api ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati Sultan Agung Hanyokrokusumo, raja terbesar Kesultanan Mataram yang secara heroik memimpin invasi militer melawan VOC di Batavia sekaligus mewariskan sistem penanggalan kalender Jawa bagi Nusantara. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC

Senin, 27 Jul 2026 - 12:13 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x