Pasien Suspek Superflu Meninggal di RSHS Bandung, Kemenkes Kecolongan

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi virus Super Flu H3N2.

Ilustrasi virus Super Flu H3N2.

Poin Utama:

  • Kasus Kematian: Satu pasien dengan gejala Influenza A H3N2 (Superflu) meninggal dunia di RSHS Bandung.
  • Total Pasien: RSHS melaporkan telah menangani total 10 pasien dengan gejala serupa.
  • Faktor Penyebab: Rumah sakit belum memastikan penyebab tunggal kematian karena adanya komorbid berat (Gagal Jantung, Stroke, Gagal Ginjal).
  • Respon DPR: Komisi IX DPR RI mendesak Kemenkes memperkuat sistem surveilans epidemiologi dan deteksi dini.

​Kabar duka datang dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, di mana seorang pasien dengan gejala Influenza A H3N2 subclade K atau ‘Superflu’ dilaporkan meninggal dunia, Jumat (09/01/2026).

Peristiwa ini memicu kewaspadaan nasional, termasuk bagi warga Kota Bekasi, agar lebih memperhatikan kesehatan di tengah potensi ancaman penyakit menular.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Apakah Superflu Menjadi Penyebab Utama Kematian?

​Pihak RSHS Bandung menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan secara tunggal apakah infeksi Superflu menjadi penyebab utama kematian pasien tersebut.

Berdasarkan rekam medis, pasien diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan (komorbid) yang tergolong berat sebelum mendapatkan perawatan intensif.

​”Kalau kita lihat dari data yang ada, itu ada dua yang berat. Satu masuk ke ruang high care dan satu masuk ke ruang intensif. Dan satu yang masuk ke ruang intensif memang terus dinyatakan meninggal karena disebabkan ada komorbid yang lain,” kata Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS, dr Yovita Hartantri kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Jumat (09/01/2026).

​Dokter Yovita merinci bahwa komplikasi penyakit yang diderita pasien cukup kompleks, sehingga virus influenza mungkin bukan satu-satunya faktor fatalitas.

​”Ada stroke, ada gagal jantung dan terakhir karena ada infeksi dan ada gagal ginjal juga. Jadi apakah itu langsung disebabkan oleh virus? Kita tidak bisa menyatakan karena memang dia mungkin komorbid yang banyak,” sambungnya.

​Bagaimana Langkah Mitigasi yang Disiapkan Pemerintah?

​Merespons temuan kasus ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI segera bereaksi. Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera memperkuat sistem surveilans epidemiologi.

​Menurutnya, deteksi dini di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), mulai dari Puskesmas hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), adalah kunci untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

​”Kami mendorong Kementerian Kesehatan untuk memperkuat sistem surveilans epidemiologi, meningkatkan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan, serta memastikan kesiapan layanan primer dan rumah sakit, terutama dalam melindungi kelompok rentan,” tegas Nurhadi.

​Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

​Selain kesiapan teknis medis, edukasi kepada masyarakat dinilai sangat krusial. Informasi mengenai gejala awal Influenza A H3N2 harus disebarluaskan tanpa memicu kepanikan berlebih.

​Nurhadi memastikan parlemen akan terus mengawasi perkembangan kasus ini. Jika eskalasi kasus meningkat, DPR RI siap memanggil Kemenkes untuk meminta pertanggungjawaban terkait strategi pencegahan jangka menengah dan ketersediaan obat-obatan.

​”Negara harus hadir memastikan masyarakat terlindungi dan sistem kesehatan kita benar-benar siap menghadapi potensi ancaman penyakit menular,” pungkasnya.

​Kasus kematian ini menjadi pengingat bagi warga, khususnya di wilayah aglomerasi seperti Kota Bekasi, untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala flu berat.

Punya keluhan layanan kesehatan di Puskesmas atau RSUD Kota Bekasi? Laporkan segera melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi di Call Center 112.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MUI Resmi Ganti Istilah LGBT Jadi LGSP, Ini Alasannya
Pemprov DKI Jakarta Targetkan TPST Bantargebang Bebas Open Dumping 2029
Antisipasi El Nino: Prabowo Perintahkan BMKG Cegah Karhutla
Bobby Nasution Kabur dari Paripurna, Pengamat Sebut DPRD Baper
Prabowo Terbitkan Perpres Pembentukan Tujuh Kejaksaan Negeri Baru, Ini Dia Daftarnya
SMIT Tuntut Gubernur DKI dan Kapolda Metro Jaya Tanggung Jawab atas Pecahnya Konflik di Matraman
GMNI Laporkan Skandal SPMB Kota Bekasi 2026 ke Dirjen Kemendikdasmen
Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:08 WIB

MUI Resmi Ganti Istilah LGBT Jadi LGSP, Ini Alasannya

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:18 WIB

Pemprov DKI Jakarta Targetkan TPST Bantargebang Bebas Open Dumping 2029

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:30 WIB

Antisipasi El Nino: Prabowo Perintahkan BMKG Cegah Karhutla

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bobby Nasution Kabur dari Paripurna, Pengamat Sebut DPRD Baper

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WIB

Prabowo Terbitkan Perpres Pembentukan Tujuh Kejaksaan Negeri Baru, Ini Dia Daftarnya

Berita Terbaru

Penampilan grup AkustikMU sukses bakar semangat nasionalisme ribuan warga di CFD Lagoon Bekasi lewat lagu kebangsaan dan edukasi sejarah yang meriah, Minggu (02/08/2026).

Bekasi

Aksi AkustikMU Semarakkan Kemerdekaan di CFD Lagoon Bekasi

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:35 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x