Skandal Satpol-PP Bekasi: DPRD Desak BKPSDM Usut Dugaan Pelecehan Seksual

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, saat memberikan keterangan resmi kepada awak media usai memimpin rapat klarifikasi terkait dugaan kasus pelecehan seksual di internal Satpol-PP bertempat di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (25/06/2026).

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, saat memberikan keterangan resmi kepada awak media usai memimpin rapat klarifikasi terkait dugaan kasus pelecehan seksual di internal Satpol-PP bertempat di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (25/06/2026).

Poin Utama:

  • ​Empat pegawai diduga menjadi korban pelecehan seksual di lingkungan Satpol-PP Pemkot Bekasi.
  • ​Pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) PPPK turut menjadi sorotan utama dalam pemanggilan dewan.
  • ​Komisi 1 DPRD Kota Bekasi mendesak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar investigasi internal.
  • ​Para korban diinstruksikan segera menyerahkan laporan tertulis resmi sebagai dasar hukum penyelidikan.

​Komisi 1 DPRD Kota Bekasi menggelar rapat klarifikasi bersama BKPSDM, Inspektorat, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) di Gedung DPRD Kota Bekasi pada Kamis (25/06/2026).

Pemanggilan ini secara khusus menindaklanjuti desas-desus indikasi pelecehan seksual yang diduga menimpa empat orang korban sekaligus membedah polemik pemotongan TPP PPPK di lingkungan Satpol-PP Pemkot Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah tegas kini didorong oleh pihak legislatif agar BKPSDM segera melakukan investigasi mendalam, mengingat kasus ini menyeret nama Kepala Satpol-PP Kota Bekasi, Nesan Sudjana.

​Apa Hasil Rapat Pemanggilan Kepala Satpol-PP oleh DPRD Kota Bekasi?

​Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, menyatakan bahwa agenda pertemuan ini baru memijaki tahap awal, yakni pengumpulan keterangan dari berbagai pihak yang hadir.

Proses ini menjadi krusial untuk memvalidasi rentetan dugaan penyimpangan di dalam instansi penegak Perda tersebut.

​”Jadi kegiatan rapat hari ini, kami baru memintai keterangan dan klarifikasi dari masing-masing pihak terlibat. Baik ada bantahan dari satu sama lain, maupun dugaan tidak adanya pelecehan verbal. Jadi memang belum ada bukti,” kata Murfati Lidianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (25/06/2026).

​Mengapa DPRD Belum Menjatuhkan Kesimpulan Kasus Ini?

​Hingga saat ini, pihak legislatif masih menahan diri untuk tidak memberikan vonis atau kesimpulan prematur.

Hal ini disebabkan proses rapat masih bersifat mediasi dua arah dan pengumpulan kesaksian lisan.

​Murfati menegaskan pentingnya menelaah bukti fisik serta proses administratif sebelum merekomendasikan langkah sanksi disiplin bagi ASN di lingkup Pemkot Bekasi.

Evaluasi komprehensif oleh dewan baru bisa dilakukan secara transparan setelah seluruh data faktual dari lapangan sukses terkumpul.

​Bagaimana Langkah Lanjutan Penanganan Kasus Satpol-PP Ini?

​Untuk menghindari mandeknya proses hukum, Komisi 1 DPRD memberikan instruksi konkret kepada keempat korban untuk segera menempuh jalur birokrasi resmi.

Pengaduan formal ini akan menjadi pijakan kuat bagi unsur internal Pemkot Bekasi untuk turun tangan memeriksa indikasi pelanggaran.

​Berikut adalah langkah pelaporan yang harus ditempuh para korban:

  • ​Menyusun surat aduan tertulis yang ditujukan langsung kepada Kepala BKPSDM.
  • ​Melampirkan kronologi rinci terkait dugaan pelecehan seksual maupun bukti pemotongan sepihak TPP PPPK.
  • ​Memberikan tembusan surat aduan tersebut secara resmi kepada Komisi 1 DPRD Kota Bekasi.

​Nantinya, BKPSDM ditugaskan menjadi ujung tombak dalam melakukan penyelidikan silang di internal instansi.

Laporan hasil investigasi tersebut harus kembali diserahkan ke meja dewan demi memastikan siapa yang benar dan salah dalam skandal kepegawaian ini.

​Kasus yang menyita perhatian publik ini dipastikan akan terus dikawal oleh dewan agar tidak menguap, sekaligus memastikan tegaknya marwah institusi dan keamanan para pegawai negeri sipil.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai dugaan kasus di lingkungan Pemkot Bekasi ini? Jangan ragu untuk membagikan pendapat Anda di kolom komentar, dan ikuti terus perkembangan berita investigasi eksklusif selanjutnya hanya di RakyatBekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kota Bekasi Siap Lindungi Korban Dugaan Pelecehan Seksual yang Catut Nama Kasatpol PP
Kebocoran Pajak Hotel Rp2,7 Miliar, DPRD Desak Bapenda Kota Bekasi Bertindak Cepat!
Dana Hibah Rp100 Juta per RW Dinilai Timpang, DPRD Kota Bekasi Dorong Kajian Pemekaran RW
Komisi 1 DPRD Sentil Pemkot Bekasi Agar Percepat Proses Pencairan Dana Hibah Rp100 Juta per RW
Tagih Janji Presiden, Flyover Bulak Kapal Baru Dibangun 2027
Banpres Flyover Bulak Kapal Buram, DPRD Tagih Janji Presiden
Komisi I DPRD Kota Bekasi Siap Kawal Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu
Gaji PPPK Ditanggung APBN, APBD Pemkot Bekasi Optimal untuk Warga
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:37 WIB

DPRD Kota Bekasi Siap Lindungi Korban Dugaan Pelecehan Seksual yang Catut Nama Kasatpol PP

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:13 WIB

Skandal Satpol-PP Bekasi: DPRD Desak BKPSDM Usut Dugaan Pelecehan Seksual

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:40 WIB

Kebocoran Pajak Hotel Rp2,7 Miliar, DPRD Desak Bapenda Kota Bekasi Bertindak Cepat!

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:27 WIB

Dana Hibah Rp100 Juta per RW Dinilai Timpang, DPRD Kota Bekasi Dorong Kajian Pemekaran RW

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:24 WIB

Komisi 1 DPRD Sentil Pemkot Bekasi Agar Percepat Proses Pencairan Dana Hibah Rp100 Juta per RW

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x