Jejak Juang Pangeran Diponegoro: Pahlawan Besar Perang Jawa

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seniman Kemerdekaan asal Kota Bekasi, Zenza TekSas, saat memaparkan naskah literasi sejarah kedelapannya tentang taktik gerilya Pangeran Diponegoro di Kota Bekasi, Jumat (10/07/2026). (Ilustrasi/Dok. RakyatBekasi.Com)

Seniman Kemerdekaan asal Kota Bekasi, Zenza TekSas, saat memaparkan naskah literasi sejarah kedelapannya tentang taktik gerilya Pangeran Diponegoro di Kota Bekasi, Jumat (10/07/2026). (Ilustrasi/Dok. RakyatBekasi.Com)

  • ​Seniman Kemerdekaan asal Kota Bekasi, Zenza TekSas, meluncurkan naskah literasi sejarah kedelapannya pada Jumat (10/07/2026).
  • ​Karya terbaru ini mengupas tuntas taktik gerilya Pangeran Diponegoro yang membuat kolonial Belanda bangkrut saat Perang Jawa (1825–1830).
  • ​Naskah dirilis sebagai estafet edukasi sejarah bagi generasi muda menyambut momen Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI.
  • ​Belanda terpaksa menjebak sang pangeran melalui perundingan damai palsu di Magelang pada Maret 1830 karena frustrasi kalah di medan tempur.

​Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, Seniman Kemerdekaan asal Kota Bekasi, Zenza TekSas, kembali meluncurkan karya terbarunya.

Naskah literasi sejarah kedelapan ini resmi dirilis pada Jumat (10/07/2026) dengan fokus mengupas jejak ketangguhan Pangeran Diponegoro.

Langkah ini merupakan wujud nyata sang seniman dalam mengedukasi generasi bangsa mengenai nilai patriotisme melalui pendekatan penceritaan yang relevan dan modern.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Kalau kita lagi seru jalan-jalan di Jakarta, rute dari Bundaran HI ke arah kampus UI Salemba lewat Jalan Diponegoro itu emang punya atmosfer yang khas. Jalannya adem, jalurnya strategis, dan namanya diambil dari salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah kita: Pangeran Diponegoro. Biar perjalanan kamu makin berkesan, yuk kita ulas cerita singkat tentang sang pangeran dengan gaya yang santai tapi sarat makna,” kata Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (10/07/2026).

​Siapa Sebenarnya Pangeran Diponegoro dan Bagaimana Latar Belakangnya?

​Pangeran Diponegoro adalah bangsawan berdarah biru yang memilih “turun gunung” demi membela rakyat kecil yang tertindas. Lahir di Yogyakarta pada tahun 1785 dengan nama asli Raden Mas Mustahar (atau Abdul Hamid untuk nama Islamnya), beliau merupakan putra sulung dari Sultan Hamengkubuwana III.

​Meski berstatus pangeran keraton, Diponegoro kecil tidak dibesarkan di dalam gemerlap istana. Beliau justru diasuh di wilayah Tegalrejo oleh nenek buyutnya, Ratu Ageng.

Di lingkungan luar keraton inilah, sang pangeran tumbuh menjadi sosok yang sangat religius, merakyat, dan terbiasa hidup mandiri lewat kegiatan bertani.

​Apa Pemicu Terjadinya Perang Jawa (1825–1830)?

​Perang Jawa meletus pada Juli 1825 akibat tindakan sewenang-wenang penjajah Belanda yang memasang patok jalan di atas tanah leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo tanpa izin. Pemasangan patok secara sepihak oleh kaki tangan Belanda tersebut menjadi puncak provokasi kolonial.

​Bagi sang Pangeran, insiden ini bukan sekadar urusan sengketa tanah semata. Hal tersebut mencederai harga diri bangsa dan merupakan bentuk kesewenang-wenangan penjajah yang sudah melewati batas toleransi, sehingga menyulut pertempuran terbesar yang pernah dihadapi Belanda di Nusantara.

​Mengapa Taktik Perang Pangeran Diponegoro Bikin Belanda Bangkrut?

​Belanda menghadapi kerugian luar biasa hingga bangkrut karena Pangeran Diponegoro menerapkan strategi tempur yang mematikan dan didukung penuh oleh masyarakat.

Terdapat dua kunci utama yang membuat Belanda pusing tujuh keliling:

  • Taktik Gerilya: Pasukan Diponegoro menolak maju secara frontal. Mereka bersembunyi di dalam hutan, melakukan serangan mendadak (hit and run), lalu menghilang tanpa jejak. Strategi ini membuat tentara modern Belanda sangat frustrasi.
  • Dukungan Total Rakyat: Perlawanan ini berevolusi dari sekadar perang tentara keraton menjadi perang rakyat berskala besar. Kaum santri dan para ulama turut turun gunung membawa semangat perlawanan total terhadap penindasan kolonial.

​Akibat perlawanan semesta ini, pemerintah kolonial Belanda sampai kehabisan kas negara dan kehilangan puluhan ribu tentaranya hanya untuk berupaya meredam pergerakan sang pangeran.

​Bagaimana Akhir Perjuangan Pangeran Diponegoro?

​Frustrasi karena tak kunjung menang di medan perang, Belanda akhirnya menggunakan taktik licik dengan menjebak sang pangeran.

Pada Maret 1830, Jenderal De Kock mengundang Pangeran Diponegoro dengan dalih berunding damai di Magelang, Jawa Tengah.

​Namun, undangan tersebut murni sebuah jebakan. Begitu tiba di lokasi perundingan, sang pangeran langsung ditangkap oleh pasukan kolonial.

Beliau kemudian diasingkan secara berpindah-pindah, mulai dari Manado hingga akhirnya dipindahkan ke Makassar.

Di kota “Angin Mamiri” itulah sang pangeran menghabiskan sisa hidupnya sebagai tawanan politik hingga wafat pada 8 Januari 1855.

​Kisah Pangeran Diponegoro memberikan refleksi berharga bahwa nama jalan yang megah di ibu kota bukan sekadar aspal dan papan nama.

Nama tersebut mewakili keberanian tanpa batas seorang bangsawan yang menolak tunduk pada ketidakadilan dan rela menukar kenyamanan istana dengan penderitaan di hutan demi membela rakyatnya.

​Bagaimana tanggapan Anda mengenai keberanian Pangeran Diponegoro ini? Bagikan artikel sejarah inspiratif ini ke media sosial Anda, dan pastikan Anda selalu membaca berita mendalam seputar tokoh, pemerintahan, serta layanan publik di Kota Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hati-Hati Syahwat Bikin ‘Manusia Kehilangan Surga’!
Misteri Jalan Sisingamangaraja: Simbol Perlawanan 30 Tahun Raja Batak
Sejarah Jalan Sudirman: Guru Desa Jadi Panglima Gerilya
Sejarah Jalan MH Thamrin: Singa Parlemen Pembela Pribumi
Sejarah Jalan Kartini Bekasi: Pena Tajam Pelopor Emansipasi
Misteri Jalan Juanda: Teknokrat Genius Pemersatu Laut RI
Gebrakan 2027! Nirvana Resmi Bawakan OST Anime Yuri Kininatteru Hito
Negara Bukan Pedagang: 5 Tanda Kehancuran Sistem Pemerintahan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:03 WIB

Jejak Juang Pangeran Diponegoro: Pahlawan Besar Perang Jawa

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:03 WIB

Hati-Hati Syahwat Bikin ‘Manusia Kehilangan Surga’!

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:16 WIB

Misteri Jalan Sisingamangaraja: Simbol Perlawanan 30 Tahun Raja Batak

Rabu, 8 Juli 2026 - 01:11 WIB

Sejarah Jalan Sudirman: Guru Desa Jadi Panglima Gerilya

Selasa, 7 Juli 2026 - 06:44 WIB

Sejarah Jalan MH Thamrin: Singa Parlemen Pembela Pribumi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x