Akhirnya Buka Suara! Plt Kadisdik Tantang Bukti Transfer Pungli SPMB

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

  • ​Setelah sempat bungkam, Plt Kepala Disdik Kota Bekasi Chondro Wibhowo akhirnya angkat bicara merespons dugaan pungli dan mafia SPMB 2026.
  • ​Atas instruksi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Disdik resmi membentuk Tim Investigasi gabungan bersama Inspektorat dan Diskominfostandi.
  • ​Chondro menantang masyarakat untuk menyerahkan bukti transfer terkait dugaan pungli bertarif Rp4 juta yang mencatut nama institusinya.
  • ​Meski berjanji akan menindak oknum yang bermain, Disdik mengisyaratkan bahwa hasil akhir SPMB 2026 sudah selesai dan sulit untuk dianulir.
  • Pernyataan pasrah “mau diapakan lagi” dari Chondro menuai kritik tajam dari Redaksi RakyatBekasi.Com karena dinilai sebagai cacat logika dari seorang pejabat publik.
  • ​Disdik dituntut fokus mengusut tuntas oknum verifikator nakal dan membongkar skandal ribuan siswa titipan anggota DPRD jalur ‘Atensi Dinas’.

​Setelah rentetan desakan publik dan sorotan tajam dari berbagai pihak, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Chondro Wibhowo, akhirnya buka suara pada Selasa (14/07/2026).

Pucuk pimpinan Disdik tersebut merespons skandal dugaan pungutan liar (pungli) dan rekayasa titik koordinat pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Menindaklanjuti instruksi langsung dari Wali Kota Bekasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kini resmi menerjunkan Tim Investigasi gabungan untuk menelusuri sengkarut pendidikan ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Siapa Saja yang Terlibat dalam Tim Investigasi SPMB Kota Bekasi?

​Menyadari masifnya aduan masyarakat terkait kecurangan SPMB tahun ini, Pemkot Bekasi tidak hanya mengandalkan Disdik secara internal.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menginstruksikan pembentukan tim lintas sektoral untuk memastikan penyelidikan berjalan objektif dan transparan.

​”Menyoal dugaan Pungli SPMB, mengenai hal itu juga sudah ada yang melapor kepada Wali Kota. Dan, Pak Wali Kota juga memandatkan kepada saya untuk bentuk Tim bersama Inspektorat dan Diskominfo melakukan proses investigasi secara menyeluruh, dan kita cek semua,” kata Chondro Wibhowo kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (14/07/2026).

​Keterlibatan Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) diharapkan mampu melacak jejak digital manipulasi data zonasi, sementara Inspektorat akan fokus pada audit oknum pegawai negeri sipil yang diduga bermain.

(Baca juga: [Mafia SPMB Bekasi: Rekayasa Jarak SMPN 12, Warga Asli Tersingkir])

​Apa Tanggapan Kadisdik Soal Mafia Zonasi dan Pungli Rp4 Juta?

​Terkait rumor yang beredar mengenai adanya tarif Rp4 juta untuk meloloskan siswa via jalur manipulasi, Chondro menduga ada pihak luar yang memancing di air keruh.

Ia meyakini kemungkinan adanya oknum personal yang mencari keuntungan dengan mencatut nama institusi pendidikan daerah.

​Secara blak-blakan, Chondro bahkan menantang masyarakat yang menjadi korban untuk membeberkan bukti nyata berupa rekam jejak transaksi.

​”Itu kemungkinan juga ada, Kekhwatiran kita ada yang mengatasnamakan personal tapi catut nama Disdik. Kemarin kan terkait kejanggalan dugaan dugaan kecurangan. Masalah, Pungli ini kan ke saya juga banyak yang ngomong. Tapi belum ada yang kasih bukti transfer nya, mana coba saya lihat, transfernya ke siapa,” tanyanya menegaskan.

​Ke Mana Masyarakat Bisa Melaporkan Bukti Kecurangan SPMB?

​Untuk mempercepat proses penelusuran, Disdik secara terbuka meminta partisipasi aktif dari wali murid.

[Skandal SPMB 2026: 3 Indikasi Kecurangan Fatal Lolos Verifikasi Disdik Kota Bekasi]

Bagi masyarakat yang memiliki bukti fisik, percakapan, maupun bukti transfer kepada oknum guru atau pihak ketiga, diimbau untuk segera melapor.

​”Iya apabila ada yang merasa dirugikan, bisa melapor kepada Disdik maupun Pemerintah Daerah. Apabila, terbukti ada oknum yang bermain, maka akan segera ditindak secara prosedural,” jelasnya.

​Apakah Hasil SPMB 2026 yang Curang Bisa Dibatalkan?

​Meski Tim Investigasi telah dibentuk dan posko pelaporan dibuka, pernyataan penutup dari Plt Kepala Disdik justru menyisakan nada pesimis bagi para korban kecurangan.

Chondro mengisyaratkan bahwa investigasi ini lebih diarahkan untuk perbaikan sistem di tahun depan, bukan untuk menganulir siswa fiktif yang sudah terlanjur diterima tahun ini.

​”Hasilnya nanti akan kita laporkan kepada pimpinan. Ini memang untuk perbaikan SPMB kedepannya, kalau kemarin pelaksanaan SPMB sendiri juga sudah selesai. Mau diapakan lagi,” pungkasnya.

[Curang! Titipan DPRD Lolos Jalur Offline SPMB Kota Bekasi]

​Pernyataan “mau diapakan lagi” ini tentu memicu tanda tanya besar. Apakah sistem yang terbukti dijebol mafia akan dibiarkan begitu saja mengorbankan warga asli?

Redaksi RakyatBekasi.Com menilai pernyataan “mau diapakan lagi” ini merupakan bentuk kecacatan logika yang fatal.

Sikap pasrah ini seolah melegitimasi dan mencuci tangan dari kerusakan sistem yang terjadi, serta melukai rasa keadilan masyarakat yang menjadi korban manipulasi.

​Apa Saja Tuntutan Kritis terhadap Disdik Kota Bekasi?

​Alih-alih sibuk berdalih dan menagih bukti transfer kepada masyarakat awam yang menjadi korban, Disdik Kota Bekasi seharusnya memprioritaskan pembersihan dari dalam.

Redaksi mencatat sejumlah dosa besar verifikator Disdik yang harus segera diusut dan pelakunya ditangkap:

  • Skandal Titipan DPRD: Mengusut tuntas ribuan “siswa titipan” oknum anggota DPRD Kota Bekasi yang masuk lewat jalur gelap alias offline dengan menggunakan kode sakti “Atensi Dinas”.
  • Modus Berkas Kosong: Menindak tegas oknum verifikator Disdik yang dengan sengaja meloloskan pendaftar pada Jalur Prestasi Non-Akademik tanpa adanya lampiran berkas pendukung.
  • Manipulasi Status & Domisili: Menangkap oknum yang memanipulasi status pendaftar luar kota menjadi dalam kota, hingga merekayasa jarak titik koordinat domisili menjadi hanya 200 meter dari sekolah tujuan.

​Pemerintah Daerah secara terbuka memang meminta masyarakat melapor jika merasa dirugikan, dan menjanjikan tindakan prosedural bagi oknum yang bermain.

Namun, akankah Tim Investigasi ini benar-benar membongkar mafia pendidikan di kandang sendiri, atau sekadar alat peredam amarah publik?

Tuangkan opini dan kekecewaan Anda di kolom komentar! Bagi warga yang memiliki bukti transfer pungli, jangan ragu untuk mengirimkannya ke redaksi rakyatbekasi.com agar segera kami bongkar!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Percepat Penanganan Stunting, Wali Kota Bekasi Optimalkan Peran TP PKK
Biadab! 9 Tahun Diperkosa Ayah dan Paman di Cikarang, Ibu: Asal Tidak Hamil
Beda Persepsi Lahan, Groundbreaking PSEL Bantargebang Molor
Skandal SPMB Kota Bekasi 2026: Warga Asli Berjarak ± 500 Meter dari SMPN 12 Malah Tersingkir!
Matangkan Transformasi Angkot, Dishub Kota Bekasi Gagas Skema Transportasi ala Mikrotrans
Mafia SPMB Kota Bekasi: Tarif Rp4 Juta, Rekayasa Jarak di SMPN 32 Terbongkar!
Meriah! MPLS SDN Harapan Baru II: Potong Pita dan Tekad Cerdas Berkarakter Bebas Bullying
Inovasi Pembelajaran: Serunya Cooking Class di SDI Nurul Huda Setu
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:54 WIB

Percepat Penanganan Stunting, Wali Kota Bekasi Optimalkan Peran TP PKK

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:49 WIB

Akhirnya Buka Suara! Plt Kadisdik Tantang Bukti Transfer Pungli SPMB

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:50 WIB

Beda Persepsi Lahan, Groundbreaking PSEL Bantargebang Molor

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:03 WIB

Skandal SPMB Kota Bekasi 2026: Warga Asli Berjarak ± 500 Meter dari SMPN 12 Malah Tersingkir!

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:05 WIB

Matangkan Transformasi Angkot, Dishub Kota Bekasi Gagas Skema Transportasi ala Mikrotrans

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Ekstra

Suhu Ekstrem Eropa Renggut 14.000 Nyawa, Jerman Terparah

Rabu, 15 Jul 2026 - 06:10 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x