- Beredar video viral di TikTok terkait dugaan pungutan liar (pungli) sebesar Rp1,7 juta hingga Rp3 juta oleh oknum petugas Dishub Kota Bekasi terhadap sopir truk.
- Lokasi kejadian dugaan pemerasan berada di kawasan Simpang Kartini, Bendung Prisdo (Pos Poncol), Kota Bekasi.
- Pemkot Bekasi telah mengidentifikasi lima oknum petugas yang diduga kuat terlibat dalam aksi tidak terpuji tersebut.
- Modus pungli memanfaatkan celah pelanggaran administrasi para sopir, salah satunya buku uji KIR yang sudah kedaluwarsa.
Sebuah video dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi viral dan memancing amarah publik di media sosial TikTok.
Para oknum tersebut diduga secara paksa memeras sejumlah sopir truk dengan nominal fantastis mencapai Rp1,7 juta hingga Rp3 juta.
Peristiwa memalukan ini diketahui terjadi di kawasan Simpang Kartini, Bendung Prisdo (Pos Poncol), Kota Bekasi, dan kini tengah dalam penelusuran serius oleh instansi terkait.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fakta Kasus Dugaan Pungli Oknum Dishub Kota Bekasi
Insiden pemerasan yang diunggah oleh akun TikTok joniarnewspekankabirojkt ini langsung mendapat sorotan tajam dari masyarakat.
Dalam tayangan tersebut, oknum berseragam terekam sedang mengintimidasi sopir yang melintas demi meraup keuntungan pribadi.
Bagaimana Respons Pemkot Bekasi Terkait Video Viral Tersebut?
Pihak Sekretariat Dishub Kota Bekasi langsung memberikan klarifikasi setelah video tersebut beredar luas dan mencoreng nama baik instansi.
Sekretaris Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto, membenarkan adanya peristiwa tersebut meski belum memegang data waktu kejadian secara rinci.
”Ya, benar. Untuk kejadiannya, tanggal pastinya saya lupa, tapi kejadiannya kurang lebih maksimal sekitar dua atau tiga hari yang lalu,” kata Teguh Indrianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Bekasi, Jumat (31/07/2026).
Teguh mengakui bahwa jajarannya justru mengetahui insiden pungli ini dari kehebohan warga di dunia maya.
Pihaknya sama sekali belum menerima laporan resmi dari lapangan saat video itu pertama kali mencuat.
”Kalau secara kronologis, saya kurang paham karena awalnya saya juga mendapat informasi dari media yang melaporkan ke TikTok dan media sosial lainnya,” sambungnya.
Apa Tindakan Terhadap Lima Oknum Dishub yang Terlibat?
Guna menindaklanjuti kegaduhan ini, Sekretaris Dishub segera berkoordinasi secara intensif dengan Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Dalops). Langkah cepat ini membuahkan hasil dengan teridentifikasinya beberapa pelaku pemerasan.
Pemkot Bekasi memastikan akan memburu para oknum nakal yang terbukti menyalahgunakan wewenangnya di jalan raya.
”Kemarin baru mendapat informasi bahwa sudah ada beberapa pelakunya. Kalau yang terindikasi kemarin, berdasarkan laporan dari Kepala Bidang Dalops, dari fotonya terlihat ada lima orang,” katanya.
Mengapa Oknum Petugas Menargetkan Para Sopir Truk di Pos Poncol?
Praktik kotor di Simpang Kartini ini tidak terjadi tanpa alasan. Para oknum Dishub diduga kuat sengaja mencari-cari kesalahan administrasi kendaraan niaga yang melintas, kemudian menjadikannya sebagai senjata untuk melakukan pemerasan.
Kelemahan administrasi pengemudi menjadi celah utama bagi petugas nakal untuk melancarkan aksinya di lapangan.
”Kemungkinan pelanggaran yang disoroti ini. Dari segi KIR, buku KIR-nya sudah mati. Selain itu, ada persyaratan administrasi lain yang tidak dipenuhi. Kurang lebih seperti itu modusnya. Dan, Kami tidak menoleransi kegiatan pungli oleh oknum mana pun,” paparnya.
Kasus ini kembali menjadi catatan kelam bagi pelayanan publik di Kota Bekasi jika tidak diusut hingga tuntas.
Praktik pungli di jalan raya bukan hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap penegakan aturan lalu lintas oleh Pemkot Bekasi.
Bagaimana pendapat Anda mengenai maraknya oknum petugas nakal di jalanan? Sampaikan opini serta pengalaman Anda di kolom komentar, dan bagikan artikel ini untuk terus mengawal transparansi birokrasi di Kota Bekasi!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






