- Target penyelesaian proyek pemindahan kabel udara ke bawah tanah (ducting) di Kota Bekasi adalah tiga tahun ke depan.
- Kawasan Perumnas 3 dan Jalan Ratna (Jatibening) menjadi lokasi prioritas penataan utilitas tahap awal.
- Progres pengerjaan Batch 1 di Jalan Ratna telah mencapai 45 persen seiring dengan pemasangan lubang utilitas (manhole).
- Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi bertindak sebagai pengawas ketat untuk menertibkan galian tanpa izin.
PEMKOT BEKASI resmi mempercepat proyek penataan kabel fiber optik bawah tanah (ducting) guna memberantas jaringan utilitas udara yang dinilai semrawut.
Wali Kota Bekasi menargetkan seluruh wilayah Kota Bekasi akan terbebas dari pemandangan kabel berantakan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Penataan infrastruktur telekomunikasi ini mulai dikerjakan secara bertahap dengan memprioritaskan sejumlah titik jalan protokol dan kawasan krusial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Strategi Wali Kota Bekasi Berantas Kabel Udara Semrawut
Di Mana Lokasi Prioritas Proyek Ducting di Kota Bekasi?
Lokasi prioritas penataan jaringan kabel pada tahap awal mencakup kawasan Perumnas 3 dan Jalan Ratna yang berada di wilayah Jatibening.
Pemkot Bekasi memastikan pengerjaan di titik-titik tersebut akan segera dieksekusi secara terstruktur agar hasilnya maksimal.
”Nantinya dalam dua minggu ke depan, pekerjaan ducting akan dilakukan di kawasan Perumnas 3. Penataan tersebut ditargetkan membuat kawasan Perumnas 3, mulai dari bagian depan hingga belakang, lebih rapi dan terbebas dari kabel udara yang semrawut serta tiang yang tidak tertata,” kata Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Minggu (13/09/2026).
Langkah tersebut merupakan komitmen awal pemerintah daerah dalam membenahi estetika kota secara berkelanjutan.
”Kita ingin secara bertahap seluruh wilayah Kota Bekasi lebih tertata. Targetnya tiga tahun ke depan kabel-kabel yang semrawut bisa kita benahi, sehingga kota menjadi lebih aman, nyaman, dan memiliki wajah yang lebih baik,” lanjutnya.
Bagaimana Progres Pengerjaan Penataan Kabel Bawah Tanah Saat Ini?
Progres pengerjaan Batch 1 proyek ini telah mencapai hampir 45 persen yang ditandai dengan selesainya pemasangan lubang utilitas (manhole) di lapangan.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi telah menetapkan empat batch lokasi yang masuk skala prioritas.
”Saat ini kami sedang melakukan pengerjaan Batch Tahap 1 di Jalan Ratna (Jatibening). Progresnya sudah mencapai hampir 45 persen, Karena manhole (lubang utilitas) di sana sudah terpasang,” ungkap Kepala Bidang Pemanfaatan Ruang Jalan dan Taman DBMSDA Kota Bekasi Ronald Akhyar kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (10/08/2026).
Pengerjaan ini menjadi proyek percontohan strategis bagi penataan infrastruktur utilitas di wilayah lainnya.
”Pengerjaan ini masuk ke dalam proyek Batch 1. Batch 1 ini terdiri dari beberapa titik lokasi perapihan, yaitu pemindahan kabel udara ke bawah tanah,” sambungnya.
Petugas di lapangan juga diinstruksikan untuk terus melakukan penyisiran ke jalan-jalan lain yang kabelnya masih membahayakan pengguna jalan.
”Pengerjaannya dilakukan secara menyeluruh.Kami sudah memiliki jadwal pengerjaan untuk jalan-jalan yang telah ditentukan,” jelasnya.
Siapa Pelaksana Proyek Fiber Optik Bawah Tanah di Kota Bekasi?
Pemkot Bekasi resmi menunjuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mitra Patriot sebagai pihak pelaksana yang bekerja sama langsung dengan PT Infrastruktur Cerdas Nusantara (ICN). Sinergi ini ditargetkan mampu merampungkan tata kelola fiber optic sesuai standar keselamatan.
”Dan untuk hal itu, PT Mitra Patriot selaku pihak BUMD turut bekerjasama dengan PT Infrastruktur Cerdas Nusantara (ICN) dalam membangun jaringan kabel bawah tanah atau ducting telekomunikasi di Kota Bekasi,” tuturnya.
Meski target jangka panjang penyelesaian menyeluruh adalah tiga tahun, fase percepatan jaringan inti diproyeksikan bisa terlihat hasilnya dalam 1,5 tahun ke depan.
”Dan secara penugasan kami dari pihak DBMSDA bertindak sebagai pemantau. Karena PT Mitra Patriot bertindak sebagai pelaksana pekerjaan, sedangkan kami (DBMSDA) bertindak sebagai pengawasnya,” katanya.
Apa Solusi DBMSDA Kota Bekasi Mencegah Galian Liar Provider?
Solusi pengawasan ketat kini diterapkan sehingga dipastikan sudah tidak ada lagi praktik galian fiber optic tanpa izin resmi dari Pemkot Bekasi. Pemantauan rutin di lapangan diklaim telah sukses menertibkan para provider telekomunikasi nakal.
”Saat ini sudah tidak ada lagi menyoal aduan, galian fiber optik sembarangan. Karena kondisinya di lapangan sudah mulai tertib. Namun, apabila ada temuan dilapangan masyarakat ataupun warga dapat menyampaikan laporannya melalui kanal media sosial dari DBMSDA Kota Bekasi,” pungkasnya.
Proyek revitalisasi utilitas bawah tanah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki wajah kota, tetapi juga meminimalisasi potensi bahaya akibat kabel putus atau tiang roboh. Dengan konsistensi pengawasan, tata kota yang modern dan bebas hambatan visual akan segera terwujud.
Baca juga berita terkini seputar pembangunan infrastruktur dan layanan publik lainnya hanya di RakyatBekasi.Com. Bagikan informasi ini dan mari bersama kawal pembangunan kota kita! Ikuti terus perkembangannya melalui Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar Anda selalu mendapatkan update tercepat.
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















