- Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada Triwulan II 2026 mencapai 5,73 persen (y-o-y), lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,29 persen.
- Angka kemiskinan di Jawa Barat pada Maret 2026 turun menjadi 6,54 persen atau berkurang 218,27 ribu orang dibandingkan Maret 2025.
- Industri Pengolahan dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
- Serapan tenaga kerja bertambah 205,31 ribu orang sepanjang Februari hingga Mei 2026.
BANDUNG – Laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan II tahun 2026 menunjukkan performa impresif dengan menyentuh angka 5,73 persen secara year on year (y-o-y).
Capaian positif ini tak hanya melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,29 persen, tetapi juga berdampak langsung pada penurunan signifikan jumlah penduduk miskin di wilayah tersebut.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat bahwa tren positif ini didorong oleh menguatnya daya beli masyarakat serta meluasnya penyerapan tenaga kerja secara regional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat 2026 Meroket
Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati mengungkapkan performa ekonomi impresif ini didukung oleh aktivitas di berbagai sektor strategis.
Secara quarter to quarter (q-to-q), pergerakan ekonomi Jawa Barat juga mengalami pertumbuhan stabil sebesar 2,25 persen jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Apa Sektor Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Ekonomi Jabar 2026?
Penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Barat terbesar dari sisi produksi berasal dari sektor Industri Pengolahan, yang memberikan andil positif sebesar 1,96 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, penyumbang utamanya adalah komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga dengan sumbangan sebesar 3,03 persen.
Badan Pusat Statistik juga membeberkan sejumlah rekor pertumbuhan sektoral tertinggi secara year on year (y-o-y), di antaranya:
- Sisi Produksi: Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh pesat mencapai 18,28 persen.
- Sisi Pengeluaran: Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) meroket tajam dengan pertumbuhan hingga 40,24 persen.
Dampak Pertumbuhan Terhadap Penurunan Kemiskinan
Tren perbaikan ekonomi makro ini sejalan dengan membaiknya kesejahteraan masyarakat pascapandemi. Persentase penduduk miskin di Jawa Barat pada Maret 2026 tercatat berada di level 6,54 persen.
Angka ini menyusut 0,24 persen poin dibandingkan September 2025 dan turun 0,49 persen poin terhadap Maret 2025.
”Jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 sebanyak 3,44 juta orang, berkurang 114,23 ribu orang terhadap September 2025 dan berkurang 218,27 ribu orang terhadap Maret 2025,” kata Margaretha Ari Anggorowati pada acara Rilis Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Barat di Kantor BPS Jawa Barat, Rabu (05/08/2026).
Sebagai tolok ukur, Garis Kemiskinan pada bulan Maret 2026 tercatat sebesar Rp609.790 per kapita per bulan.
Komposisi terbesar didominasi oleh Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp454.174 (74,48 persen) berbanding Non-Makanan yang berada di angka Rp155.616 (25,52 persen).
Mengapa Angka Kemiskinan di Jawa Barat Turun Signifikan?
Turunnya persentase penduduk miskin tidak lepas dari membaiknya iklim ketenagakerjaan daerah. Terdapat lonjakan serapan tenaga kerja baru di berbagai sektor industri dan jasa.
”Penurunan persentase penduduk miskin didorong oleh berbagai faktor, salah satunya kesempatan kerja semakin meluas. Serapan tenaga kerja yang bertambah 205,31 ribu orang dari Februari 2026 ke Mei 2026 berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga sehingga daya beli stabil,” ucap Margaretha.
Secara umum, tingkat kemiskinan di Jawa Barat terus menunjukkan tren penurunan yang konsisten dari Maret 2021 hingga Maret 2026.
Anomali kenaikan kemiskinan hanya terjadi satu kali pada Maret 2022 akibat imbas dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Pemulihan kondisi perekonomian pascapandemi Covid-19 yang berkelanjutan diharapkan dapat terus menekan angka kemiskinan dan membuka lebih banyak lapangan kerja di wilayah Kota maupun Kabupaten se-Jawa Barat.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai lonjakan pertumbuhan ekonomi ini? Jangan lupa bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan ikuti terus update berita ekonomi serta layanan publik daerah hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







