- Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bekasi menghadiri langsung Pawai Budaya “Pesona Nusantara Bekasi Keren 2026” pada Minggu (30/08/2026).
- Pagelaran budaya yang digagas Pemkot Bekasi ini berlangsung meriah memadati ruas Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan.
- Heterogenitas warga yang guyub dinilai sebagai modal sosial penting untuk mendukung harmonisasi pembangunan dan pelayanan publik.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sukses menggelar Pawai Budaya bertajuk “Pesona Nusantara Bekasi Keren 2026” yang memusatkan kemeriahannya di sepanjang ruas Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Minggu (30/08/2026).
Acara yang digelar bertepatan dengan momentum Car Free Day (CFD) ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bekasi, Dr. Tarbarita Simorangkir, S.SiT., M.H., C.Med.
Kehadiran pimpinan agraria tersebut menjadi bentuk sinergi antarlembaga dalam merawat keberagaman serta mendukung program-program strategis di daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sinergi Kantah dan Pemkot Bekasi di Ajang Pesona Nusantara Bekasi Keren 2026
Sepanjang pelaksanaan acara, ribuan masyarakat tumpah ruah menikmati berbagai sajian seni yang memanjakan mata.
Mulai dari keelokan tari tradisional, alunan musik daerah, hingga rupa-rupa atraksi kesenian dari penjuru Nusantara ditampilkan secara apik.
Lebih dari sekadar hiburan akhir pekan, pagelaran ini menjadi ruang interaksi publik yang secara tegas merawat kebersamaan di tengah keberagaman warga Kota Bekasi.
”Bekasi Keren hari ini membuktikan bahwa Kota Bekasi adalah miniatur Indonesia. Warga dari berbagai suku dan daerah hidup berdampingan, dan hari ini semuanya turun ke jalan merayakan budaya masing-masing dengan bangga. Ini bukti bahwa heterogenitas di Bekasi bukan sekadar slogan, tapi sudah menjadi keseharian yang guyub,” kata Kepala Kantah Kota Bekasi, Dr. Tarbarita Simorangkir kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Minggu (30/08/2026).
Mengapa Keberagaman Menjadi Kekuatan Utama Pembangunan Kota Bekasi?
Keberagaman sosial atau heterogenitas merupakan fondasi vital bagi kemajuan sebuah kawasan urban yang dinamis.
Toleransi yang terbangun erat antarwarga diyakini berbanding lurus dengan kelancaran roda pemerintahan, stabilitas ekonomi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh.
”Kalau warga dari latar belakang berbeda bisa duduk bersama dan saling mengapresiasi budaya satu sama lain seperti ini, saya yakin pembangunan kota ke depan juga akan berjalan lebih harmonis. Kami di Kantor Pertanahan siap terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi untuk mendukung itu,” tambahnya.
Beberapa fakta pendukung pentingnya pagelaran ini antara lain:
- Pawai Budaya terintegrasi langsung dengan ruang publik di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (CFD), menjangkau audiens yang lebih luas.
- Acara ini membangkitkan kebanggaan dan partisipasi aktif warga dari lintas etnis, meminimalisir potensi gesekan sosial.
- Menjadi manifestasi nyata kolaborasi solid antara instansi vertikal (Kantah) dengan Pemkot Bekasi.
Momentum perayaan budaya ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan menjadi pijakan kuat untuk terus mempererat kohesi sosial di masyarakat perkotaan.
Kolaborasi lintas sektor, seperti yang ditunjukkan oleh Kantor Pertanahan dan Pemkot Bekasi, akan terus diperkuat demi mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan berkelanjutan.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai kemeriahan pawai budaya di Kota Bekasi hari ini? Baca berita terkait kebijakan dan pelayanan publik lainnya, bagikan artikel ini ke kerabat, dan sampaikan pendapat Anda di kolom komentar!
Ikuti juga Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [sini] agar selalu update berita paling tajam dan terpercaya di Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















