Polemik Rute Sky Train: Wali Kota Tolak Melintas di Jalan Ahmad Yani, Redesain JPO Tol Bekasi Barat Terdampak

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

  • ​Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi bersiap mengambil alih dan menata ulang JPO Tol Bekasi Barat yang masa kontrak swastanya habis pada 2027.
  • ​Revitalisasi JPO tertunda akibat menunggu kepastian elevasi dan tata letak tiang pancang proyek Sky Train (Kereta Layang) garapan Summarecon Bekasi.
  • ​Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, secara tegas menolak usulan rute Sky Train yang membelah Jalan Ahmad Yani guna melindungi ruang publik dan zona Car Free Day (HBKB).

PEMERINTAH KOTA BEKASI melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi tengah mematangkan proyeksi redesain struktural Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tol Bekasi Barat di Jalan Ahmad Yani.

Namun, rencana strategis peremajaan aset tersebut dipastikan tersendat menyusul belum adanya titik temu terkait kepastian rute megaproyek Sky Train yang digagas oleh pihak Summarecon Bekasi.

​Nasib Redesain JPO Tol Bekasi Barat di Tangan Pemkot Bekasi

​Masa depan JPO Tol Bekasi Barat yang selama ini dikelola pihak swasta akan segera beralih status. Secara administratif, kontrak pengelolaan jembatan ikonik di pusat kota tersebut akan berakhir pada pertengahan tahun depan, dan Pemerintah Kota Bekasi dipastikan tidak akan memberikan perpanjangan kontrak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Kita sudah ada pilihan beberapa desain lah. Tapi memang cukup mahal secara proyeksi, makanya kita sambil cari pihak investor ataupun swasta yang mau mengelola. Nanti kalau dia sudah habis, enggak kita perpanjang, baru kita kelola mandiri. Kita tata ulang, setelah penyerahan aset melalui BAST. Dan, Tahun 2028 nanti kita coba kelola, atau akhir 2027,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Minggu (13/09/2026).

​Mengapa DBMSDA Kota Bekasi Tunda Peremajaan JPO?

​Penundaan eksekusi redesain JPO bukan tanpa alasan teknis. DBMSDA Kota Bekasi harus memperhitungkan proyeksi pembangunan infrastruktur penyangga di sekitarnya agar tidak terjadi tumpang tindih konstruksi, terutama menyangkut rencana peluncuran jalur Sky Train.

​Sembari menunggu transisi, pihak pengelola saat ini diinstruksikan untuk membenahi fasilitas yang ada guna merespons keluhan publik.

​”Sekarang lagi dirapihin dulu, dari segi sarpras penunjangnya. Kan kemarin sempat kena sorotan. Nanti, setelah sudah dikelola kembali oleh Pemerintah Daerah baru kita tata ulang yang bagus lah, secara menyeluruh. Toh kita juga sudah punya desainnya, lagi proses agar dilakukan pembangunan yang ikonik,” ungkap Idi.

​Lebih jauh, peremajaan tersebut harus dikalibrasi dengan elevasi monorel Sky Train yang dirancang menghubungkan kawasan komersial Summarecon Bekasi menuju Stasiun LRT Bekasi Barat.

​”Kemarin kan Summarecon mau bikin perencanaan BRT (Sky Train) lewat atas monorel atas sampai ke Stasiun LRT Bekasi Barat, itu nanti kita cek ketinggiannya, apakah secara perencanaan, akan kena dampak atau tidak terhadap JPO yang ada di dekat Tol Bekasi Barat,” jelasnya.

​Pemkot Bekasi berupaya menghindari potensi pembongkaran ulang JPO di masa depan apabila strukturnya berbenturan dengan tiang pancang monorel.

​”Makanya untuk itu, kita tengah komunikasikan lagi dengan Tim mereka untuk desainnya dari pihak Summarecon Bekasi itu seperti apa,” tambah Idi.

​Bagaimana Dampak Proyek Sky Train Terhadap Ruang Publik?

​Proyek Sky Train ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem transportasi modern di Kota Bekasi yang terintegrasi langsung dengan kawasan Transit Oriented Development (TOD).

Pihak Summarecon tercatat telah melakukan groundbreaking kawasan TOD di Summarecon Stasiun Bekasi Extension beberapa waktu lalu.

​Berikut rincian data terkait proyek integrasi TOD tersebut:

  • ​Nilai investasi infrastruktur mencapai angka Rp78 miliar.
  • ​Proyek kawasan TOD ditargetkan rampung secara menyeluruh dalam kurun waktu 18 bulan ke depan.

​Meski demikian, rencana pembangunan tiang pancang pondasi jalur Sky Train mendapat resistensi langsung dari jajaran eksekutif.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto belum memberikan lampu hijau terkait pemanfaatan jalur protokol Jalan Ahmad Yani.

​”Saat ini kita sedang dalam tahap desain. Kemarin mereka meminta rutenya itu dibangun di atas Jalan Ahmad Yani. Tapi, Pak Wali Kota belum setuju,” tegas Idi.

​Penolakan tersebut didasari oleh status Jalan Ahmad Yani yang merupakan urat nadi lalu lintas perkotaan sekaligus ruang publik strategis untuk warga Kota Bekasi.

​”Jalan Ahmad Yani itu kan digunakan untuk ruang publik Car Free Day yang harus bebas kendaraan. Jadi, Pak Wali meminta rutenya memutar di belakang BCP (Bekasi Cyber Park), baru masuk ke arah sana. Perencanaannya sekarang sudah mulai berjalan,” pungkasnya.

​Keputusan final terkait perlintasan monorel Sky Train dan nasib redesain JPO kini sangat bergantung pada hasil kajian teknis dan kompromi desain antara pengembang dan Pemkot Bekasi.

​Jangan lewatkan perkembangan terbaru seputar kebijakan infrastruktur dan tata ruang di Kota Bekasi. Bagikan artikel ini, berikan komentar Anda, dan pastikan untuk mengikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi agar selalu update dengan berita terpercaya!


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ironi Jelang MoU Berakhir: TPST Bantargebang Terbakar Hebat, Alarm Keras untuk Pemkot Bekasi!
Darurat Fiskal! Belanja Pemkot Bekasi 2027 Merosot Drastis ke Rp6,69 Triliun, Apa Dampaknya ke Publik?
DBMSDA Kota Bekasi Ultimatum Pengelola JPO Stasiun Kranji: Perbaikan Total atau Kontrak Tidak Diperpanjang!
Tiga JPO di Kota Bekasi Menua dan Rusak Parah, DBMSDA Buru Investor untuk Peremajaan Terintegrasi TOD
Viral di Threads: Keluhan KTP Pemkot Bekasi Direspons Wali Kota Tri Adhianto, Warga Justru Buktikan Kecepatan Aplikasi e-Open
BKD Provinsi Jawa Barat Ambil Alih Pansel, Siapa Layak Rebut Kursi Panas Sekda Kota Bekasi?
JPO Tua Membahayakan Warga, Wali Kota Bekasi Desak Swasta Terapkan Standar Keselamatan Ketat
Peran Strategis BUMD Jadi Mesin Pendapatan di Era Efisiensi Fiskal Daerah
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 07:39 WIB

Ironi Jelang MoU Berakhir: TPST Bantargebang Terbakar Hebat, Alarm Keras untuk Pemkot Bekasi!

Senin, 14 September 2026 - 07:18 WIB

Polemik Rute Sky Train: Wali Kota Tolak Melintas di Jalan Ahmad Yani, Redesain JPO Tol Bekasi Barat Terdampak

Sabtu, 12 September 2026 - 15:01 WIB

Darurat Fiskal! Belanja Pemkot Bekasi 2027 Merosot Drastis ke Rp6,69 Triliun, Apa Dampaknya ke Publik?

Jumat, 11 September 2026 - 09:55 WIB

Tiga JPO di Kota Bekasi Menua dan Rusak Parah, DBMSDA Buru Investor untuk Peremajaan Terintegrasi TOD

Kamis, 10 September 2026 - 21:00 WIB

Viral di Threads: Keluhan KTP Pemkot Bekasi Direspons Wali Kota Tri Adhianto, Warga Justru Buktikan Kecepatan Aplikasi e-Open

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x