Sidak Pasar Baru, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Soroti 4 Masalah Krusial Penataan Kawasan!

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (kanan) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) meninjau langsung progres perbaikan infrastruktur jalan dan saluran drainase yang masih terbuka di kawasan Jalan Mohammad Yamin, Pasar Baru Bekasi, Selasa (15/09/2026). (Foto: RakyatBekasi.com)

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (kanan) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) meninjau langsung progres perbaikan infrastruktur jalan dan saluran drainase yang masih terbuka di kawasan Jalan Mohammad Yamin, Pasar Baru Bekasi, Selasa (15/09/2026). (Foto: RakyatBekasi.com)

  • ​Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Jalan Mohammad Yamin, kawasan Pasar Baru Bekasi, pada Selasa (15/09/2026).
  • ​Pemkot Bekasi menemukan 4 masalah utama: kekurangan 50 titik Penerangan Jalan Umum (PJU), pengaspalan yang belum tuntas, saluran drainase terbuka, dan alih fungsi trotoar.
  • ​Keterbatasan APBD memaksa perbaikan drainase tertunda dan diproyeksikan baru akan dieksekusi pada awal tahun 2027.
  • ​Penataan pengaspalan jalan ditargetkan berlanjut hingga kawasan Warung Jaka untuk menekan risiko kecelakaan di sekitar perlintasan rel kereta api.

​WALI KOTA BEKASI TRI ADHIANTO melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke area Jalan Mohammad Yamin, kawasan Pasar Baru Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, pada Selasa (15/09/2026).

Langkah kritis ini diambil untuk memastikan progres penataan kawasan berjalan sesuai perencanaan awal Pemerintah Daerah.

Hasil tinjauan lapangan tersebut mengungkap sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar yang masih terbengkalai dan berpotensi membahayakan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Evaluasi Kritis Wali Kota Bekasi Terhadap Penataan Pasar Baru Bekasi

​Apa Saja Masalah Infrastruktur di Jalan Mohammad Yamin Bekasi?

​Dalam inspeksi tersebut, kelengkapan infrastruktur di sepanjang Jalan Mohammad Yamin menjadi sorotan paling utama.

Pemkot Bekasi menemukan bahwa kawasan pusat perbelanjaan tradisional ini masih sangat minim fasilitas penunjang keamanan.

​“Jadi tadi saya kembali melakukan pengecekan dan monitoring ulang ke Pasar Baru Bekasi, jadi apa yang sudah dilaporkan itu perlu dilakukan evaluasi. Saya ingin betul-betul bahwa itu riil adanya. Jadi oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu perbaikan,” kata Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com usai peninjauan di kawasan Pasar Baru Bekasi, Selasa (15/09/2026).

​Untuk meningkatkan kenyamanan serta keamanan warga di malam hari, Pemkot Bekasi mengidentifikasi kebutuhan mendesak terkait pencahayaan kawasan.

“Jalan Mohammad Yamin itu harus ada penambahan kurang lebih 50 PJU lagi. Walaupun hari ini sudah ada enam yang dipasang,” ujarnya.

​Mengapa Area Perlintasan Kereta Api Pasar Baru Dinilai Rawan Kecelakaan?

​Selain penerangan, kondisi aspal di Jalan Mohammad Yamin terbukti belum sepenuhnya mulus.

Proyek pengaspalan jalan diketahui baru dikerjakan hingga titik sebelum perlintasan rel kereta api, yang justru menciptakan area blank spot berbahaya.

​“Jalan Mohammad Yamin baru sampai dekat rel kereta. Padahal potensi kecelakaan justru ada di depan perlintasan kereta api. Setelah rel itu cukup berbahaya karena material batu bisa mencelat dan membahayakan pengendara,” ungkapnya.

​Tingginya aktivitas lalu lintas kereta api otomatis meningkatkan risiko fatal bagi pengendara roda dua yang melintas di permukaan jalan yang tidak rata.

“Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi akan melanjutkan penataan jalan secara bertahap hingga ke kawasan Warung Jaka agar akses mobilitas masyarakat semakin aman dan nyaman,” tuturnya.

​Kapan Perbaikan Saluran Drainase di Pasar Baru Bekasi Terealisasi?

​Penataan saluran drainase di sepanjang kawasan pasar juga tak luput dari evaluasi. Pantauan di lokasi menunjukkan banyak saluran air yang masih dalam kondisi terbuka, menyebarkan aroma tak sedap dan merusak estetika tata kota.

​“Memang kita akui saluran itu masih terbuka. Karena kemampuan anggaran hari ini belum mencukupi. Baru kita bisa lakukan perbaikan jalannya. Jadi masyarakat perlu bersabar,” katanya.

​Lantaran terbentur keterbatasan alokasi anggaran Pemkot Bekasi di tahun ini, penataan lanjutan saluran drainase tersebut diproyeksikan baru akan masuk dalam tahapan pengerjaan pada awal tahun 2027 mendatang.

​Bagaimana Solusi Pemkot Bekasi Atasi Pedagang yang Serobot Trotoar?

​Di luar persoalan infrastruktur fisik, alih fungsi fasilitas umum oleh pedagang kaki lima juga memperparah kesemrawutan lalu lintas harian di sekitar pasar. Trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki, banyak diserobot untuk lapak jualan.

​“Saya melihat masih banyak pedagang yang menggunakan trotoar. Saya minta trotoar itu bersih. Kalau trotoarnya bersih, pembeli masih bisa parkir di depan toko tanpa mengganggu jalan. Sehingga badan jalan bisa lebih optimal dan lalu lintas menjadi lebih lancar,” tegasnya.

​Penataan kawasan Pasar Baru Bekasi memang membutuhkan ketegasan regulasi dan pengawasan berkesinambungan dari instansi terkait.

Partisipasi dan kesadaran masyarakat sangat krusial dalam menjaga fasilitas umum demi kenyamanan mobilitas bersama.

​Jangan lewatkan perkembangan terbaru seputar kebijakan, infrastruktur, dan penataan wilayah di Kota Bekasi! Bagikan artikel ini, tinggalkan tanggapan Anda di kolom komentar, dan pastikan Anda mengikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update dengan berita tajam dan terpercaya.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sikat Habis Pungli! Wali Kota Bekasi Janjikan Ganti Rugi Dua Kali Lipat Bagi Warga yang Berani Melapor
Pendaftaran Seleksi Terbuka Sekda Kota Bekasi Ditutup Malam Ini, Cek Tahapannya
Tragedi Longsor Hingga Darurat Metana, DLH DKI Jakarta Dinilai Gagal Total Kelola TPST Bantargebang
Wali Kota Bekasi Terima Aset Sitaan KPK Rp3,6 Miliar di Jatiasih, Lahan Bakal Disulap Jadi Polder Air
Rusuh di HNM Jatisampurna: Jam Operasional Dilanggar, Ketegasan Pemkot Bekasi Diuji!
Kebakaran TPST Bantargebang Bikin Warga Panik, Lurah Ciketing Udik Beberkan Dugaan Penyebabnya
Zona 3 TPST Bantargebang Terbakar Akibat El Nino, Pemkot Bekasi Gerak Cepat Pastikan Api Tak Meluas
Kontrak TPST Bantargebang Berakhir 26 Oktober 2026, Ini Langkah Kritis Pemkot Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:14 WIB

Sikat Habis Pungli! Wali Kota Bekasi Janjikan Ganti Rugi Dua Kali Lipat Bagi Warga yang Berani Melapor

Selasa, 15 September 2026 - 12:53 WIB

Sidak Pasar Baru, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Soroti 4 Masalah Krusial Penataan Kawasan!

Selasa, 15 September 2026 - 11:30 WIB

Pendaftaran Seleksi Terbuka Sekda Kota Bekasi Ditutup Malam Ini, Cek Tahapannya

Senin, 14 September 2026 - 13:06 WIB

Wali Kota Bekasi Terima Aset Sitaan KPK Rp3,6 Miliar di Jatiasih, Lahan Bakal Disulap Jadi Polder Air

Senin, 14 September 2026 - 11:19 WIB

Rusuh di HNM Jatisampurna: Jam Operasional Dilanggar, Ketegasan Pemkot Bekasi Diuji!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x