Polemik Pj Wali Kota Bekasi, Isu Mutasi Pejabat Eselon II Sarat dengan Kepentingan?

- Jurnalis

Sabtu, 9 Maret 2024 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad didampingi oleh Sekda Kota Bekasi Junaedi beserta jajaran Asda I, II dan III seusai bersilaturahmi dengan unsur Pimpinan DPRD Kota Bekasi, Jumat (22/09/2023)

Pj Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad didampingi oleh Sekda Kota Bekasi Junaedi beserta jajaran Asda I, II dan III seusai bersilaturahmi dengan unsur Pimpinan DPRD Kota Bekasi, Jumat (22/09/2023)

Oleh: KOMISI I DPRD KOTA BEKASI

  • Faisyal SE 
  • Abdul Rozak
  • Nuryadi Darmawan RS SH SIP

Belakangan ini, banyak media memberi sorotan terhadap isu mutasi pejabat di Kota Bekasi, khususnya terkait rotasi pejabat yang belum menjabat selama dua tahun.

Untuk membahas masalah ini, kita perlu merujuk pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2023 tentang Mutasi/Rotasi Pejabat Pimpinan Tinggi yang Menjabat Kurang dari 2 (Dua) Tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada SE MenPANRB tersebut dimana pada huruf E point 2c menyatakan:
Pejabat Penilai Kinerja menyampaikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian dokumen hasil evaluasi kinerja siklus pendek (periodik) 3 (tiga) bulanan.

Pejabat Pimpinan Tinggi yang telah ditandatangani oleh pejabat penilai kinerja dan pegawai yang dinilai atau atasan pejabat penilai kinerja dalam hal pegawai yang dinilai tidak menandatangani dokumen hasil evaluasi kinerja atau keberatan atas hasil evaluasi kinerja.

Dan pada huruf E point 2d menyatakan:
Dalam hal Pejabat Pimpinan Tinggi memperoleh dua kali hasil evaluasi kinerja siklus pendek (periodik) dengan predikat “Butuh Perbaikan”, “Kurang” atau “Sangat Kurang”, maka pejabat yang bersangkutan dapat dimutasi/dirotasi pada Jabatan Pimpinan Tinggi lain dengan golongan eselonisasi yang sama atau golongan eselonisasi yang berbeda. Contoh: eselon II.a dimutasi/dirotasi ke eselon II.a atau ke eselon II.b;

Bila mengacu pada surat edaran MenPANRB diatas, Pj Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad baru dapat mengajukan Rencana pelaksanaan mutasi/rotasi kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah melakukan 2 kali evaluasi kinerja siklus pendek (periodik) 3 bulanan atau minimal tanggal 20 Maret 2024, terhitung 6 bulan sejak menjabat sebagai Pj Walikota pada september 2023.

Sedangkan isu yang beredar, Pj Wali Kota Bekasi sudah berkirim surat kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk mengajukan rencana pelaksanaan mutasi/rotasi pejabat pimpinan tinggi dengan hanya 1 kali hasil evaluasi kinerja siklus pendek yang seharusnya 2 kali hasil evaluasi kinerja, hal ini jelas-jelas menyalahi prosedur, jadi adanya dugaan kuat bahwa mutasi/rotasi sarat dengan kepentingan tidak terbantahkan.

Pada huruf A dijelaskan bahwa:
Pengaturan dimaksud bertujuan untuk memberikan perlindungan pejabat pimpinan tinggi dari kepentingan politik praktis sekaligus memberikan ruang dan kesempatan kepada pejabat pimpinan tinggi untuk melaksanakan tugas jabatan yang di embannya.

Namun apa yang dilakukan Pj Wali Kota Bekasi justru memperlihatkan kuatnya sinyal kepentingan politik praktis, dengan memaksakan untuk melakukan mutasi/rotasi yang jelas-jelas bertentangan dengan aturan.

Selain dari hal ini, kami sampaikan juga hal-hal sebagai berikut:

  1. Apakah mutasi yang akan dilakukan oleh Pj Wali Kota Bekasi tersebut mempertimbangkan kinerja Kepala OPD?
  2. Dari hasil kajian, dan setelah kami cermati di Komisi I DPRD Kota Bekasi, bahwa para Kepala OPD yang akan dilakukan mutasi tersebut ternyata telah menjalankan tugas sebagaimana tanggungjawab atas Renstra dan IKU pun tercapai. Jadi menurut Kami tidak ada kurangnya terhadap ketercapaian Renstra yg terukur (measurable)
  3. Seorang Pj Wali Kota Bekasi seyogyanya tidaklah elok dalam penilaian kinerja Kepala OPD yang sifatnya subyektif (karena ukurannya adalah indikator dalam Renstra OPD) dan sangat membuat para pemangku jabatan tersebut menjadi tidak nyaman dan terganggu suasana kebathinannya.

Kalau sudah seperti ini, sangat berbahaya dan mengganggu kinerja dan capaian program selanjutnya. Sementara kita ketahui bahwa APBD 2024 ini harus dilaksanakan dengan hikmat dan maksimal, karena peran tugas Pj Wali Kota salah satunya adalah mempersiapkan keberlangsungan program dan maksimalisasi target capaian pembangunan Kota Bekasi.

Kami bingung, aturannya jelas, mekanismenya jelas, Kami mempertanyakan Pj Wali Kota Bekasi, apakah sudah melaksanakan aturan sesuai SE Permenpan…?

Polemik ini akan kami bawa dalam rapat Komisi I dan akan kami tindaklanjuti ke Kemendagri kalau ternyata ini tidak sesuai dengan mekanisme dan surat edaran PermenPan, kami akan tindak lanjuti ini menjadi Pansus bahkan akan kami gunakan Hak Interpelasi DPRD Kota Bekasi

Karena setelah kami telaah dan teliti serta kami kembangkan terkait masalah ini, ternyata baru 1 kali penilaian, beliau (Pj Wali Kota Bekasi) sudah berkirim surat ke KASN utk melakukan uji kompetensi/assesment. Jelas-jelas itu melanggar aturan Permenpan tersebut.

Siklus jangka pendek pun, sebagaimana amanat Permenpan tersebut jelas-jelas dilanggar dengan terang benderang.

Pertanyaan Kami :
Ada apa Pj Wali Kota Bekasi dibalik hasrat politisnya mau mengobrak-abrik anak buahnya sendiri. Sementara mereka nyaris sempurna dalam capaian target program dan renstra pada OPD-nya masing-masing.

INTERPELASI HARGA MATI JIKA INI TERJADI…


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketamakan Amerika Serikat Bak Lebai Malang di Timur Tengah
Darurat Nalar! Anak SD di Bekasi Wajib Belajar Filsafat
Ironi Kaum Miskin Urban: Tergilas Sistem, Tidur pun Harus Bergantian
Tobat Ekologis, Kesadaran dan Aksi Religius Universal
Fabel Syahrul E Dasopang: Sindir Keras Negara dan Oligarki
Hari Kesaktian 7 Oktober 2023: Tonggak Kebangunan Global Islam Saat Ini
Awas! Ketidakpastian Hukum Jadi Tameng Abadi Para Oligarki
Arab Saudi Serang Houthi, Monarki Teluk Terancam Runtuh?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Ketamakan Amerika Serikat Bak Lebai Malang di Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Darurat Nalar! Anak SD di Bekasi Wajib Belajar Filsafat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:31 WIB

Ironi Kaum Miskin Urban: Tergilas Sistem, Tidur pun Harus Bergantian

Jumat, 24 Juli 2026 - 04:02 WIB

Tobat Ekologis, Kesadaran dan Aksi Religius Universal

Jumat, 24 Juli 2026 - 03:40 WIB

Fabel Syahrul E Dasopang: Sindir Keras Negara dan Oligarki

Berita Terbaru

Suasana rapat dengar pendapat antara Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi dengan jajaran Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi guna mengevaluasi kinerja operasional, kebocoran air, dan polemik internal pegawai di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Senin (03/08/2026). (Foto: Istimewa).

Parlementaria

Kinerja Disorot, DPRD Semprot Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi

Selasa, 4 Agu 2026 - 15:39 WIB

Kondisi aliran Air Kali Bekasi yang tampak hitam pekat akibat dugaan kuat pencemaran limbah industri dari wilayah hulu pada musim kemarau di Kota Bekasi, Selasa (04/08/2026). Uji laboratorium mencatat adanya kandungan logam berat yang berisiko bagi warga. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.Com)

Bekasi

Kali Bekasi Tercemar Parah, DLH Kota Bekasi Salahkan Bogor

Selasa, 4 Agu 2026 - 12:49 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x