Ancaman Bencana di Balik Megaproyek PSEL: Bagaimana Nasib TPA Sumurbatu dan Bantargebang Bekasi?

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPST Bantargebang Longsor Lagi, sebuah Truk Sampah Nyaris Terperosok ke Kali, Minggu (08/03/2026).

TPST Bantargebang Longsor Lagi, sebuah Truk Sampah Nyaris Terperosok ke Kali, Minggu (08/03/2026).

Poin Utama:

  • Lokasi Sorotan: TPA Sumurbatu dan TPST Bantargebang, Kota Bekasi.
  • Regulasi: Kondisi tempat pembuangan akhir saat ini dinilai tidak memenuhi syarat Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
  • Fakta Lapangan: Ironi tumpukan sampah yang memprihatinkan masih ditemukan dalam radius sekitar 200 meter dari Kantor Pemkot Bekasi.
  • Fokus Masalah: Perlunya mitigasi bencana tumpukan sampah eksisting di tengah rencana pembangunan PSEL yang bernilai triliunan rupiah.

BEKASI – Rencana Pemerintah Kota Bekasi untuk menggelar groundbreaking proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada April mendatang menyisakan sejumlah pertanyaan besar.

Di tengah euforia transisi energi dan jargon “Revolusi Hijau Kota Patriot”, Pemerhati Lingkungan, Benny Tunggul, menyoroti ketiadaan langkah mitigasi yang jelas terhadap gunungan sampah eksisting di TPA Sumurbatu dan TPST Bantargebang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menurutnya, masalah mendasar dari pengelolaan persampahan di Kota Bekasi dinilai bukan sekadar pada masa pembangunan fasilitas baru, melainkan dampak dan nasib tempat pembuangan akhir yang saat ini sudah beroperasi dalam kondisi kritis.

​Megaproyek PSEL dan Jargon Revolusi Hijau yang Dipertanyakan

​Kehadiran PSEL memang diharapkan menjadi solusi modern. Namun ia menilai bahwa inovasi teknologi ini akan berujung pada sekadar jargon jika Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta (selaku pengguna TPST Bantargebang) tidak menyiapkan mitigasi risiko bencana sejak dini.

​”Bencana akibat gunungan sampah, seperti longsor atau kebakaran gas metana, tidak memiliki waktu yang bisa diprediksi. Tragedi tersebut bisa terjadi kapan saja jika daya tampung lahan terus dipaksakan melebihi kapasitas maksimalnya,” ucap Benny Tunggul kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (16/03/2026).

​Pelanggaran UU No. 18/2008: Bencana Mengintai Tanpa Prediksi

​Berdasarkan tinjauan regulasi, kata dia, kondisi operasional kedua tempat pembuangan sampah raksasa ini menjadi sorotan tajam.

Baik TPA Sumurbatu maupun TPST Bantargebang saat ini dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar operasional yang diamanatkan oleh Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

​Undang-undang tersebut secara tegas mewajibkan penutupan sistem pembuangan terbuka (open dumping) dan beralih ke sistem lahan urug saniter (sanitary landfill).

“Namun pada kenyataannya, tumpukan sampah yang menggunung di lokasi tersebut menunjukkan praktik yang masih jauh dari standar keamanan lingkungan yang ideal,” tuturnya.

​Tumpukan Sampah di Jantung Kota Bekasi

​Ironi pengelolaan sampah ini tidak hanya terjadi di wilayah pinggiran. Bukti kecil dari masih amburadulnya manajemen persampahan kota dapat dilihat di pusat pemerintahan itu sendiri.

​Tumpukan sampah dengan kondisi memprihatinkan bahkan dilaporkan masih terlihat dalam jarak sekitar 200 meter dari Kantor Pemkot Bekasi.

Hal ini memunculkan kritik bahwa pemerintah daerah terkesan terlalu fokus melihat proyek besar seperti PSEL, namun melupakan permasalahan dasar di depan mata.

​Tata Kelola Persampahan Nasional, Bukan Sekadar Masalah Lokal

​Harapan besar yang diletakkan pada proyek PSEL sebagai solusi tunggal kini menjadi tanda tanya besar.

Tanpa adanya pembenahan sistem dasar, PSEL hanya akan mengobati gejala tanpa menyembuhkan penyakit utamanya.

​Harapan Ke Depan: Mitigasi Harus Sejalan dengan Inovasi

​Problematika sampah di Kota Bekasi bukan sekadar persoalan teknis di tingkat lokal. Masalah ini merupakan cerminan dari tata kelola persampahan nasional yang sangat kompleks dan saling terhubung, mulai dari pemilahan di tingkat hulu (rumah tangga) hingga pengolahan di tingkat hilir.

​”Wali Kota Bekasi beserta jajarannya dituntut untuk segera merumuskan langkah mitigasi darurat untuk TPA Sumurbatu dan berkoordinasi intensif dengan Pemprov DKI Jakarta terkait TPST Bantargebang, beriringan dengan pelaksanaan proyek PSEL,” pungkasnya.

Bagaimana Tanggapan Anda?

Apakah kehadiran PSEL sudah cukup untuk menyelesaikan krisis sampah di Kota Bekasi, atau pemerintah perlu merombak total sistem manajemen sampahnya terlebih dahulu?

Bagikan pandangan dan opini Anda di kolom komentar di bawah ini, dan jangan lupa bagikan artikel ini agar masalah tata kelola lingkungan kita mendapat perhatian lebih!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebut Proyek Pembangunan Sekolah, Realisasi Fisik Disperkimtan Kota Bekasi Capai 60%
Lonjakan PHK di Kota Bekasi Capai 773 Kasus, Ini Pemicunya
Ditahan Kejari, Anggota DPRD Bekasi Nyumarno Bebas Borgol
Badai PHK Hantam Kota Bekasi, 773 Pekerja Terdampak di 2026
Siapa Pilihan Wali Kota Bekasi untuk 3 Kursi Eselon II?
Hasil Uji Lab Keluar: Kali Bekasi Sah Tercemar Berat dari Hulu Bogor
Rapor Merah CKG: 3.334 Warga Kota Bekasi Tercatat Perokok Aktif
AkustikMU: Strategi Dakwah Kultural Muhammadiyah Kota Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:43 WIB

Kebut Proyek Pembangunan Sekolah, Realisasi Fisik Disperkimtan Kota Bekasi Capai 60%

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:48 WIB

Lonjakan PHK di Kota Bekasi Capai 773 Kasus, Ini Pemicunya

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:10 WIB

Ditahan Kejari, Anggota DPRD Bekasi Nyumarno Bebas Borgol

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:23 WIB

Badai PHK Hantam Kota Bekasi, 773 Pekerja Terdampak di 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:01 WIB

Siapa Pilihan Wali Kota Bekasi untuk 3 Kursi Eselon II?

Berita Terbaru

Infografis badai PHK di Kota Bekasi.

Bekasi

Lonjakan PHK di Kota Bekasi Capai 773 Kasus, Ini Pemicunya

Kamis, 30 Jul 2026 - 11:48 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno, Tersangka kasus pengeroyokan ini menjadi sorotan tajam publik lantaran tidak mengenakan rompi tahanan dan kedua tangannya tidak diborgol.

Bekasi

Ditahan Kejari, Anggota DPRD Bekasi Nyumarno Bebas Borgol

Kamis, 30 Jul 2026 - 11:10 WIB

Yuk kunjungi Booth MyPertamina di Hall 6 Booth 6B ICE BSD City untuk merasakan langsung ekosistem energi digital masa depan.

Ekstra

Inovasi Energi Pertamina Patra Niaga Pukau GIIAS 2026

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:49 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x