Poin Utama:
- Volume kendaraan di jalur utama Puncak-Cianjur melonjak ekstrem hingga 70 persen pada H+1 Lebaran, Minggu (22/03/2026).
- Sebanyak 3.000 unit kendaraan memadati titik rawan macet, tertahan di Jalan Raya Bandung-Cianjur dan Jalan Raya Sukabumi-Cianjur.
- Puncak arus balik menuju kawasan Jabodetabek diprediksi jatuh pada H+3 Lebaran.
- Polisi menyiapkan sistem satu arah (one way) dan penyekatan situasional untuk mengurai kepadatan hingga 29 Maret 2026.
Arus lalu lintas di kawasan Puncak-Cianjur, Jawa Barat, terpantau mengalami lonjakan ekstrem hingga 70 persen pada H+1 Lebaran, Minggu (22/03/2026).
Ribuan kendaraan pemudik dan pelancong yang hendak kembali ke kawasan Jabodetabek, termasuk warga Kota Bekasi, mulai memadati dan memicu antrean di sejumlah titik rawan kemacetan sejak pagi hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Lalu Lintas di Jalur Puncak-Cianjur Mendadak Lumpuh Pascalebaran?
Lonjakan volume kendaraan yang melintas secara masif terjadi karena berbaurnya mobilitas pemudik yang telat pulang kampung dengan para pelancong wisata.
Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, mengonfirmasi bahwa pergerakan roda empat jauh lebih padat jika dibandingkan hari sebelumnya yang masih landai.
”H+2 lebaran kendaraan yang melintas berbaur antara pemudik, masyarakat, dan pendatang dengan tujuan berwisata ke sejumlah destinasi wisata di kawasan Puncak-Cipanas, sehingga volume kendaraan mengalami peningkatan cukup tinggi,” kata AKP Aang Andi Suhandi di Cianjur, Minggu (22/03/2026).
Tercatat, ada sekitar 3.000 unit kendaraan yang menyesaki jalur utama Cianjur. Akibatnya, titik kemacetan terparah sempat mengular panjang di Jalan Raya Bandung-Cianjur dan Jalan Raya Sukabumi-Cianjur pada petang hari.
Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Kawasan Puncak Terjadi?
Pihak kepolisian memprediksi puncak arus balik menuju wilayah Jabodetabek akan jatuh secara serentak pada H+3 Lebaran.
Pada momen krusial ini, volume kendaraan diestimasikan akan mencapai titik puncaknya karena masa libur cuti bersama segera berakhir.
”Kami akan melakukan berbagai upaya guna mencegah terjadinya macet saat arus balik lebaran di kawasan Puncak-Cianjur terutama di sepanjang jalur Puncak-Cipanas, sistem satu arah dan penyekatan diberlakukan ketika antrean terus memanjang,” katanya.
Berikut adalah strategi rekayasa lalu lintas yang disiapkan petugas di lapangan:
- Penerapan sistem satu arah (one way) secara situasional untuk menguras kendaraan.
- Penyekatan kendaraan secara ketat di simpul-simpul kepadatan.
- Pengalihan arus lalu lintas ke sejumlah jalur alternatif untuk memecah penumpukan.
Sampai Kapan Kepadatan Arus Lalu Lintas Ini Akan Berlangsung?
Gelombang arus balik dan wisata diproyeksikan masih akan terus menggeliat hingga akhir masa libur hari raya pada tanggal 29 Maret 2026.
Kawasan Puncak-Cipanas yang asri tercatat masih menjadi magnet utama tempat singgah favorit pemudik sebelum mereka kembali menghadapi kerasnya rutinitas di perantauan.
Masyarakat yang mengarah ke Jabodetabek diimbau proaktif memantau kondisi jalan secara real-time sebelum melintasi kawasan Puncak. Pembaruan arus bisa diakses lewat media sosial resmi Polres Cianjur, peta digital, maupun layanan aduan call center 110.
Langkah taktis dan cepat dari kepolisian sangat krusial agar tragedi kemacetan horor berjam-jam tidak kembali terulang, mengingat tingginya animo masyarakat untuk segera kembali ke Jabodetabek.
Tetap waspada, siapkan fisik yang prima serta pastikan kondisi kendaraan Anda laik jalan agar perjalanan kembali ke Kota Bekasi dan sekitarnya tetap aman.
Apakah Anda atau kerabat Anda termasuk pemudik yang terjebak antrean panjang di jalur Puncak hari ini? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar! Jangan lupa baca juga informasi terkait kesiapan layanan publik Pemkot Bekasi pasca-libur Lebaran hanya di RakyatBekasi.com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















