Rekening Koran Palsu? Wali Kota Bekasi Sidak SDN Jakasetia IV Terkait Dugaan Penyelewengan Dana BOS

- Jurnalis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jakasetia IV pada Kamis (30/10/2025).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jakasetia IV pada Kamis (30/10/2025).

BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jakasetia IV pada Kamis (30/10/2025). Langkah tegas ini diambil sebagai tindak lanjut atas laporan serius mengenai dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mencuat ke publik.

​Dugaan penyelewengan ini diperkuat dengan indikasi adanya pemalsuan data pada rekening koran sekolah, sebuah praktik yang dapat merusak integritas pengelolaan keuangan pendidikan di Kota Bekasi.

Sidak Mendadak dan Konfirmasi Dinas Pendidikan

​Kehadiran Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama jajaran Dinas Pendidikan di sekolah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Bekasi menaruh perhatian serius terhadap kasus ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Kota Bekasi, Warsim Suryana, membenarkan adanya sidak yang dipimpin langsung oleh Wali Kota.

Ia juga mengonfirmasi bahwa kasus tersebut tidak berhenti di level dinas, melainkan telah dilimpahkan ke lembaga pengawas internal.

​”Benar, Bapak Wali Kota melakukan sidak. (Kasus ini) sudah ditangani oleh Inspektorat,” ujar Warsim melalui pesan singkat kepada wartawan.

Sorotan Tajam dari DPRD Kota Bekasi

​Sebelumnya, desakan untuk mengusut tuntas kasus ini datang dari legislatif. Komisi IV DPRD Kota Bekasi, yang membidangi pendidikan, menyoroti kasus ini sebagai cerminan dari lemahnya sistem tata kelola keuangan di lingkungan sekolah.

​Wakil Ketua Komisi IV, Wildan Fathurrahman, menyatakan keprihatinannya pada Rabu (29/10/2025).

Menurutnya, kasus di SDN Jakasetia IV membuka borok dalam sistem yang ada.

​“Kejadian ini sangat kita sayangkan. Ini mengindikasikan kelemahan tata kelola administrasi dan keuangan dana BOS di sekolah-sekolah yang tidak tepat,” tegas Wildan.

Kelemahan Sistemik Jadi Celah Korupsi

Wildan menambahkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan individu, melainkan potensi adanya kelemahan sistemik yang dapat membuka peluang penyimpangan serupa di tempat lain.

Ia khawatir jika tidak segera dibenahi, praktik lancung ini bisa menyebar lebih luas.

​“Artinya ada kelemahan sistem di situ. Sehingga sangat dimungkinkan praktik-praktik demikian itu terjadi,” sambungnya.

Momentum Perbaikan Tata Kelola Dana BOS

​Meskipun dugaan awal mengarah pada keterlibatan operator sekolah, Wildan menekankan pentingnya investigasi yang komprehensif untuk membongkar kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

​“Kita minta Disdik untuk mengevaluasi total. Kita belum tahu pengembangan kasus ini seperti apa, boleh jadi pelaku tidak bergerak sendiri,” lanjut politisi tersebut.

Ia berharap kasus ini menjadi momentum emas bagi Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota Bekasi untuk melakukan perbaikan fundamental dalam sistem pengawasan dana BOS.

Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas utama untuk memastikan setiap rupiah dana pendidikan benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas belajar para siswa.

​“Kita berharap ini menjadi evaluasi bagi Disdik untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansinya,” pungkas Wildan.

Ikuti terus perkembangan terbaru mengenai kasus dugaan korupsi dana BOS ini dan berita penting lainnya dari Kota Bekasi hanya di rakyatbekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keren! Wali Kota Bekasi dan Waskita Sepakat Pacu UMKM dan Ruang Hijau
Genitnya Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi
Terkuak! Rekam Jejak Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Picu Ancaman Mogok
Seorang Warga Polisikan Disdukcapil Kota Bekasi Gegara Terbitkan KK dengan Akta Cerai Palsu
Tegas! Bapenda Kota Bekasi Tarik Piutang Pajak Rp36 Miliar
Pematangan Lahan PSEL Bantargebang Tahap II Telan Rp25 Miliar
Proyek TOD Stasiun Bekasi Extension Dimulai, Wali Kota Tri Adhianto Kebut Integrasi Angkutan
​Sempat Tertunda, PSEL Bantargebang Groundbreaking 4 Agustus
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37 WIB

Keren! Wali Kota Bekasi dan Waskita Sepakat Pacu UMKM dan Ruang Hijau

Senin, 27 Juli 2026 - 13:13 WIB

Genitnya Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WIB

Terkuak! Rekam Jejak Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Picu Ancaman Mogok

Senin, 27 Juli 2026 - 11:12 WIB

Tegas! Bapenda Kota Bekasi Tarik Piutang Pajak Rp36 Miliar

Senin, 27 Juli 2026 - 10:53 WIB

Pematangan Lahan PSEL Bantargebang Tahap II Telan Rp25 Miliar

Berita Terbaru

Kantor Pusat Perumda Tirta Bhagasasi.

Bekasi

Genitnya Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi

Senin, 27 Jul 2026 - 13:13 WIB

SANG PENAKLUK VOC: Suasana aktivitas warga dan padatnya laju kendaraan di sepanjang ruas Jalan Sultan Agung, kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (27/07/2026). Penamaan jalan protokol strategis di sisi selatan rel kereta api ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati Sultan Agung Hanyokrokusumo, raja terbesar Kesultanan Mataram yang secara heroik memimpin invasi militer melawan VOC di Batavia sekaligus mewariskan sistem penanggalan kalender Jawa bagi Nusantara. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC

Senin, 27 Jul 2026 - 12:13 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x