Awas Macet! 3,6 Juta Kendaraan Akan Serbu Tol Trans Jawa dan Sumatera Saat Arus Mudik Lebaran 2026

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poin Utama:

  • Angka Kendaraan: Sebanyak 3,6 juta kendaraan diproyeksikan melintasi jalan tol menuju Trans Jawa dan Sumatera.
  • Target Waktu: Operasi Ketupat 2026 akan digelar serentak pada 13–26 Maret 2026, sementara perbaikan jalan tol ditargetkan rampung maksimal H-7 Lebaran.
  • Lokasi Pengamanan: Difokuskan pada ruas Tol Trans Jawa, Tol Sumatera, jalur arteri, hingga simpul transportasi krusial seperti Pelabuhan Merak–Bakauheni.
  • Skenario Strategis: Meliputi rekayasa lalu lintas (contraflow, one way), pembatasan operasional angkutan berat, dan pengoperasian tol fungsional.

JAKARTA – Tradisi pulang kampung atau mudik Lebaran selalu diwarnai dengan lonjakan mobilitas masyarakat yang masif. Pada periode arus mudik Lebaran 2026 tahun ini, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memproyeksikan pergerakan yang luar biasa padat di jalur bebas hambatan.

​Diperkirakan, sebanyak 3,6 juta kendaraan akan melintasi jalan tol dari wilayah Jakarta menuju kawasan Trans Jawa dan Sumatera.

Angka proyeksi pergerakan kendaraan ini diperoleh berdasarkan hasil survei mendalam dan analisis data yang telah dilakukan oleh jajaran kepolisian jelang bulan suci Ramadhan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, membenarkan adanya potensi kepadatan lalu lintas yang signifikan, khususnya di jalur tol utama.

​“Khusus jalan tol, memang ada bangkitan arus yang cukup tinggi. Jadi, proyeksinya itu yang melintasi tol yang menuju ke Trans Jawa dan Sumatera, itu menembus angka 3,6 juta kendaraan,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (27/02/2026).

​Operasi Ketupat 2026: Skenario Antisipasi Lonjakan Pemudik

​Guna mengantisipasi kemacetan parah dan memastikan keamanan para pemudik, Polri bersiap menggelar Operasi Ketupat 2026.

Operasi kemanusiaan skala nasional ini akan dilaksanakan selama dua pekan, tepatnya mulai tanggal 13 hingga 26 Maret 2026 di seluruh wilayah Indonesia.

​Dalam operasi pengamanan arus mudik Lebaran 2026 ini, Korlantas telah menyiapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas (lalin) yang matang dan terukur.

​Pengoperasian Jalur Contraflow dan Tol Fungsional

​Untuk memecah kepadatan di titik-titik krusial, polisi akan menerapkan sistem lawan arus (contraflow) dan sistem satu arah (one way), serta pengalihan arus lalu lintas secara situasional.

​“Kita sudah siap skenario pengaturan lalu lintas, baik alih arus, maupun penjagaan ketat. Nanti ada contraflow, one way, termasuk juga jalan-jalan tol yang difungsionalkan. Tol Japek Selatan dan Japek II, itu nanti akan kita gunakan secara optimal untuk arus balik dan sebagai beberapa tol fungsional pendukung,” papar Agus menjelaskan strateginya.

​Pembatasan Operasional Kendaraan Angkutan Berat

​Sebagai langkah tambahan untuk mengurai kemacetan jalan tol dan arteri, pemerintah dan kepolisian juga akan memberlakukan pembatasan operasional bagi angkutan barang atau kendaraan berat selama periode puncak mudik dan balik.

​Hanya kendaraan angkutan barang yang membawa kebutuhan esensial—seperti Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Gas (BBG), dan bahan pokok penting (sembako)—yang tetap diperbolehkan melintas beroperasi.

​Pengamanan Titik Rawan Kemacetan dan Perbaikan Infrastruktur

​Fokus pengamanan Polri dalam Operasi Ketupat 2026 tidak hanya terpaku pada jalur jalan tol. Jalur arteri penghubung antarkota, kawasan destinasi wisata, tempat ibadah besar, hingga simpul-simpul transportasi umum seperti pelabuhan tak luput dari penjagaan.

​Salah satu titik simpul yang menjadi perhatian ekstra setiap tahunnya adalah rute penyeberangan Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni. Jalur ini kerap menjadi titik bottleneck atau antrean panjang kendaraan yang hendak menyeberang antar pulau saat arus mudik maupun balik.

​Target Perbaikan Jalan Tol Rampung H-7 Lebaran

​Selain pengaturan arus, kondisi infrastruktur jalan juga menjadi sorotan. Dari hasil survei lapangan langsung yang dilakukan Kakorlantas, masih ditemukan sejumlah ruas tol yang memerlukan perbaikan akibat kerusakan, seperti jalan berlubang yang dipicu oleh cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi belakangan ini.

​“Kemarin saya survey dari kilometer 1 sampai 188, memang masih ada jalan yang dalam tahap perbaikan. Jadi dengan kondisi cuaca kemarin, sebagian jalan mengalami kerusakan,” ungkap Agus.

​Meski demikian, pihak kepolisian dan pengelola jalan tol telah berkoordinasi erat. Kakorlantas memastikan bahwa seluruh perbaikan infrastruktur jalan tol tersebut ditargetkan selesai paling lambat tujuh hari sebelum perayaan Idul Fitri (H-7). Langkah ini krusial guna mendukung kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan jutaan pemudik yang akan melintas.

Rencanakan Perjalanan Mudik Anda!

Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan jauh. Jangan lupa untuk selalu mengecek kecukupan saldo e-Toll, memantau informasi terkini seputar rute rekayasa lalu lintas melalui kanal resmi Korlantas Polri, dan mengutamakan keselamatan berkendara. Patuhi rambu lalu lintas, keluarga menanti di rumah!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar
Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif
Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali
OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?
Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!
DPP GMNI Kritik Efisiensi APBN: Jangan Hanya Hemat di Atas Kertas
Antrean Mengular di Sejumlah SPBU? Tenang, Pertamina Jamin Stok BBM Warga Bekasi Aman
Awas Macet! Ini Titik Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Terbaru
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:39 WIB

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:33 WIB

Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:01 WIB

Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:56 WIB

OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:53 WIB

Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!

Berita Terbaru

SANG GUBERNUR PERTAMA: Suasana lalu lintas dan rindangnya pepohonan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, doktor matematika lulusan Swiss sekaligus Gubernur Sulawesi pertama yang merumuskan UUD 1945 dan mewariskan falsafah luhur

Ekstra

Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:45 WIB

Infografis resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi yang menampilkan rincian total 1.920.128 pemilih terdaftar dalam hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026, dirilis di Bekasi pada Rabu (22/07/2026). Terlihat rincian detail perbandingan pemilih laki-laki dan perempuan beserta jumlah kecamatan dan kelurahan (Sumber Foto: KPU Kota Bekasi).

Bekasi

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:41 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x