Poin Utama:
- Target RPJMN: Masalah sampah nasional harus tuntas pada tahun 2029 sesuai Perpres No 12 Tahun 2025.
- Capaian Saat Ini: Baru 25 persen sampah yang terkelola dengan baik, sementara target 2026 adalah 64,3 persen.
- Instruksi Khusus: Kepala Daerah (Wali Kota/Bupati) wajib menggelar kerja bakti (korve) minimal seminggu sekali.
- Lokasi Tinjauan: Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.
BEKASI TIMUR – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh hingga masa jabatan Presiden Prabowo Subianto berakhir.
Hal ini disampaikan saat ia meninjau langsung kondisi kebersihan di Kota Bekasi guna memastikan percepatan Program Indonesia Asri berjalan sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berapa Target Angka Pengelolaan Sampah Nasional?
Pemerintah Pusat menetapkan target ambisius dalam penanganan sampah yang saat ini dinilai masih darurat.
Hanif mengungkapkan bahwa realisasi pengelolaan sampah saat ini masih jauh dari harapan, sehingga memerlukan akselerasi masif dari seluruh pemangku kebijakan.
”Gerakan Indonesia Asri akan berlangsung terus, target Perpres No 12 Tahun 2025 Tentang RPJMN kita selesai sampai di Tahun 2029 persoalan sampah harus sudah selesai. Hari ini sampah baru dikelola 25 persen,” kata Hanif Faisol Nurofiq kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di sela kegiatan bersih-bersih di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Sabtu (14/02/2026).
Ia menambahkan, khusus untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan angka pengelolaan sampah melonjak hingga menyentuh 64,3 persen secara nasional. Angka ini menjadi tantangan berat yang harus dijawab dengan kerja nyata di lapangan.
Apa Instruksi Menteri Kepada Kepala Daerah?
Guna mencapai target tersebut, Kementerian LH meminta peran aktif pimpinan daerah. Hanif mewajibkan seluruh kepala daerah, baik Wali Kota maupun Bupati, untuk turun langsung ke lapangan dan tidak hanya bekerja di belakang meja terkait isu lingkungan.
Kegiatan fisik seperti kerja bakti atau korve dinilai efektif untuk mengubah kultur masyarakat. Hanif meminta agar Pemkot Bekasi dan daerah lainnya merutinkan agenda ini.
”Sehingga akan mendorong perubahan sikap oleh masyarakat. Jadi tentu Gerakan Nasional Indonesia Asri tidak boleh melemah, harus terus kita dorong terus menjadi bola salju yang semakin membesar dan mengubah paradigma pengelolaan sampah,” tegasnya.
Bagaimana Solusi Presiden Prabowo Atasi Darurat Sampah?
Selain perubahan perilaku, pendekatan teknologi dan penanganan dari hulu juga menjadi sorotan Presiden Prabowo Subianto.
Hanif menjelaskan bahwa penyelesaian sampah tidak bisa hanya mengandalkan tempat pembuangan akhir, melainkan harus dicegat dari sumbernya.
Presiden menginginkan adanya percepatan penyelesaian masalah sampah yang kini statusnya hampir darurat di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu metode yang didorong adalah konversi sampah menjadi energi (waste to energy).
”Jadi tetap kepada hulu-hulu harus dilakukan penanganan. Namun hari ini karena memang sudah darurat sampah hampir di semua lokasi di tanah air, Bapak Presiden ingin dilakukan penekanan dengan penyelesaian dengan cara cepat diantaranya dengan waste energy,” pungkasnya.
Kunjungan Menteri LH di Bekasi Timur ini menjadi sinyal kuat bagi Pemkot Bekasi untuk lebih serius membenahi infrastruktur dan manajemen persampahan kota.
Partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah dari rumah juga menjadi kunci suksesnya Program Indonesia Asri.
Punya informasi terkait tumpukan sampah liar di lingkungan Anda? Laporkan segera ke redaksi RakyatBekasi.Com atau melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















