Baru Terkelola 25%, Menteri LH Targetkan Pengelolaan Sampah Tuntas 2029

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (kanan) bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto (tengah) dan ​Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih (kiri) usai memimpin aksi bersih-bersih (Kurve) di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Margahayu, Sabtu (14/02/2026).

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (kanan) bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto (tengah) dan ​Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih (kiri) usai memimpin aksi bersih-bersih (Kurve) di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Margahayu, Sabtu (14/02/2026).

Poin Utama:

  • Target RPJMN: Masalah sampah nasional harus tuntas pada tahun 2029 sesuai Perpres No 12 Tahun 2025.
  • Capaian Saat Ini: Baru 25 persen sampah yang terkelola dengan baik, sementara target 2026 adalah 64,3 persen.
  • Instruksi Khusus: Kepala Daerah (Wali Kota/Bupati) wajib menggelar kerja bakti (korve) minimal seminggu sekali.
  • Lokasi Tinjauan: Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.

BEKASI TIMUR – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh hingga masa jabatan Presiden Prabowo Subianto berakhir.

Hal ini disampaikan saat ia meninjau langsung kondisi kebersihan di Kota Bekasi guna memastikan percepatan Program Indonesia Asri berjalan sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berapa Target Angka Pengelolaan Sampah Nasional?

​Pemerintah Pusat menetapkan target ambisius dalam penanganan sampah yang saat ini dinilai masih darurat.

Hanif mengungkapkan bahwa realisasi pengelolaan sampah saat ini masih jauh dari harapan, sehingga memerlukan akselerasi masif dari seluruh pemangku kebijakan.

​”Gerakan Indonesia Asri akan berlangsung terus, target Perpres No 12 Tahun 2025 Tentang RPJMN kita selesai sampai di Tahun 2029 persoalan sampah harus sudah selesai. Hari ini sampah baru dikelola 25 persen,” kata Hanif Faisol Nurofiq kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di sela kegiatan bersih-bersih di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Sabtu (14/02/2026).

​Ia menambahkan, khusus untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan angka pengelolaan sampah melonjak hingga menyentuh 64,3 persen secara nasional. Angka ini menjadi tantangan berat yang harus dijawab dengan kerja nyata di lapangan.

​Apa Instruksi Menteri Kepada Kepala Daerah?

​Guna mencapai target tersebut, Kementerian LH meminta peran aktif pimpinan daerah. Hanif mewajibkan seluruh kepala daerah, baik Wali Kota maupun Bupati, untuk turun langsung ke lapangan dan tidak hanya bekerja di belakang meja terkait isu lingkungan.

​Kegiatan fisik seperti kerja bakti atau korve dinilai efektif untuk mengubah kultur masyarakat. Hanif meminta agar Pemkot Bekasi dan daerah lainnya merutinkan agenda ini.

​”Sehingga akan mendorong perubahan sikap oleh masyarakat. Jadi tentu Gerakan Nasional Indonesia Asri tidak boleh melemah, harus terus kita dorong terus menjadi bola salju yang semakin membesar dan mengubah paradigma pengelolaan sampah,” tegasnya.

​Bagaimana Solusi Presiden Prabowo Atasi Darurat Sampah?

​Selain perubahan perilaku, pendekatan teknologi dan penanganan dari hulu juga menjadi sorotan Presiden Prabowo Subianto.

Hanif menjelaskan bahwa penyelesaian sampah tidak bisa hanya mengandalkan tempat pembuangan akhir, melainkan harus dicegat dari sumbernya.

​Presiden menginginkan adanya percepatan penyelesaian masalah sampah yang kini statusnya hampir darurat di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu metode yang didorong adalah konversi sampah menjadi energi (waste to energy).

​”Jadi tetap kepada hulu-hulu harus dilakukan penanganan. Namun hari ini karena memang sudah darurat sampah hampir di semua lokasi di tanah air, Bapak Presiden ingin dilakukan penekanan dengan penyelesaian dengan cara cepat diantaranya dengan waste energy,” pungkasnya.

Kunjungan Menteri LH di Bekasi Timur ini menjadi sinyal kuat bagi Pemkot Bekasi untuk lebih serius membenahi infrastruktur dan manajemen persampahan kota.

Partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah dari rumah juga menjadi kunci suksesnya Program Indonesia Asri.

Punya informasi terkait tumpukan sampah liar di lingkungan Anda? Laporkan segera ke redaksi RakyatBekasi.Com atau melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi.

Visited 38 times, 1 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah
Karto Jadi Staf Ahli, 3 Open Bidding Kota Bekasi ‘Menggantung’?
Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Disdamkarmat Kota Bekasi Tingkatkan Pengawasan TPA dan TPST
Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini
Jelang Ground Breaking, Pemkot Bekasi Klaim Pembebasan Lahan Utama PSEL Tuntas
​Nasi Cadong dan HP di Lapas Bekasi, Aktivis: Ini Bom Waktu!
Harumkan Bekasi, Bocah Rawalumbu Rebut Mahkota Juara Umum Puteri Anak Jawa Barat 2026
Panti Pijat Plus-Plus Tak Tersentuh Aparat, Ulama Kritik Keras Pemkot Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:11 WIB

Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah

Senin, 15 Juni 2026 - 17:02 WIB

Karto Jadi Staf Ahli, 3 Open Bidding Kota Bekasi ‘Menggantung’?

Senin, 15 Juni 2026 - 12:29 WIB

Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini

Senin, 15 Juni 2026 - 09:06 WIB

Jelang Ground Breaking, Pemkot Bekasi Klaim Pembebasan Lahan Utama PSEL Tuntas

Senin, 15 Juni 2026 - 08:33 WIB

​Nasi Cadong dan HP di Lapas Bekasi, Aktivis: Ini Bom Waktu!

Berita Terbaru

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Parlementaria

Gaji PPPK Ditanggung APBN, APBD Pemkot Bekasi Optimal untuk Warga

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:01 WIB

Infografis Pencairan Dana Hibah RW Kota Bekasi 2026. (Nano Banana Pro2)

Bekasi

Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah

Selasa, 16 Jun 2026 - 17:11 WIB

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Opini

Umat Islam Dominan tapi Didominasi, Ada Apa dengan Ormas?

Senin, 15 Jun 2026 - 19:59 WIB

Dua anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Mubakhi (kiri) dan H. Nawal Husni (kanan), yang resmi bertukar tugas antara Komisi 1 dan Komisi 4 dalam rangka rotasi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (15/06/2026). (Foto: Istimewa/Kolase RakyatBekasi.Com)

Parlementaria

Penyegaran AKD DPRD Kota Bekasi, Dua Legislator PPP Bertukar Komisi

Senin, 15 Jun 2026 - 15:02 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x