Buntut Ricuh Konfercab Alumni, DPC GMNI Bekasi Laporkan Dugaan Penganiayaan ke Polisi

- Jurnalis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satu Kader PA GMNI Berinisial SY Jadi Terlapor Pelaku Aniaya Kader Perempuan, Dualisme Internal Diduga Jadi Pemicu Utama

BEKASI – Konflik internal dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kota Bekasi kini memasuki babak baru.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Bekasi secara resmi membawa kasus kericuhan tersebut ke ranah hukum dengan membuat laporan di Polres Metro Bekasi Kota pada Sabtu (11/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Laporan polisi ini menargetkan salah satu kader PA GMNI berinisial SY atas dugaan tindak pidana penganiayaan. Langkah hukum ini menjadi eskalasi serius dari insiden bentrokan fisik yang terjadi di Hotel Merapi Merbabu sebelumnya.

Laporan Polisi Resmi Dilayangkan

​Laporan tersebut secara resmi diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota. Laporan ini tertuang dalam surat tanda terima laporan polisi dengan nomor: LP/B/2572/2025/SPKT SAT RESKRIM/Polres Metro Bekasi/Polda Metro Jaya.

Ketua DPC GMNI Bekasi, Christianto Manurung, membenarkan langkah hukum ini dan menyatakan pihaknya sedang dalam proses menghimpun bukti-bukti untuk memperkuat laporan.

Akar Masalah: Upaya Menyuarakan Isu Dualisme

Christianto, yang akrab disapa Chris, menjelaskan bahwa kehadiran DPC GMNI di lokasi Konfercab pada awalnya bertujuan damai, yakni untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi internal organisasi.

Menurutnya, ada masalah dualisme kepengurusan di tingkat kader aktif yang perlu disikapi oleh para alumni.

​Ia menuding bahwa PA GMNI memiliki andil besar dalam perpecahan tersebut.

​”Kami menilai bahwa dualisme yang terjadi di tataran kader aktif GMNI itu semuanya ada berkat kontribusi PA itu sendiri. Atau, PA yang menjadi dalang atau aktor dalam dualisme ini,” ungkap Chris dalam keterangan resminya, Sabtu malam.

Kronologi Dugaan Penganiayaan

​Chris memaparkan, niat untuk berdialog justru disambut dengan respons yang tidak diharapkan. Saat ia dan rekan-rekannya hendak memasuki ballroom hotel tempat acara berlangsung, mereka langsung dihadapkan pada konfrontasi fisik dari pihak panitia atau peserta Konfercab.

​”Saat kami tiba, kami menerima konfrontasi fisik. Puncaknya, ada pelemparan benda kaca, entah gelas atau botol, yang mengenai kader perempuan kami atas nama Nurwanda Putri,” jelasnya.

​Insiden yang menimpa salah satu kader perempuan inilah yang menjadi pemicu utama DPC GMNI Bekasi untuk menempuh jalur hukum atas dugaan penganiayaan.

​Kini, proses hukum telah berjalan. Pihak kepolisian diharapkan akan segera menindaklanjuti laporan ini dengan memanggil saksi-saksi dan terduga pelaku untuk dimintai keterangan. Kasus ini menambah catatan kelam dalam sejarah organisasi GMNI di Kota Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Salah Kasih Vaksin di Puskesmas Bintara Jaya, Bayi 9 Bulan Radang Otak
Usai Kasus Penganiayaan di Bandung, Satpol PP Bekasi Perketat Pengawasan Kos dan Kontrakan
Truk Kontainer Hantam Portal Caringin Raya, Dishub Kota Bekasi Kecolongan!
Realisasi PAD Seret di 41%, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Ultimatum Bapenda Akselerasi Pendapatan
Misteri Dua Mayat Remaja di Mustikajaya Akhirnya Terungkap, Salah Satu Pelaku Masih di Bawah Umur
Pemadaman Listrik Dinilai Rugikan Pelaku Usaha, APINDO Kota Bekasi Desak Evaluasi PLN
Dalam Dua Tahun, Lebih dari 50 Ribu Warga DKI Jakarta Hijrah jadi Penduduk Kota Bekasi
Antusias Tinggi, 50 Ribu Calon Siswa Daftar SPMB Kota Bekasi 2026, 8 Ribu Berkas Pendaftar Mandek!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:11 WIB

Tragedi Salah Kasih Vaksin di Puskesmas Bintara Jaya, Bayi 9 Bulan Radang Otak

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:23 WIB

Usai Kasus Penganiayaan di Bandung, Satpol PP Bekasi Perketat Pengawasan Kos dan Kontrakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:37 WIB

Truk Kontainer Hantam Portal Caringin Raya, Dishub Kota Bekasi Kecolongan!

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:44 WIB

Realisasi PAD Seret di 41%, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Ultimatum Bapenda Akselerasi Pendapatan

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:47 WIB

Pemadaman Listrik Dinilai Rugikan Pelaku Usaha, APINDO Kota Bekasi Desak Evaluasi PLN

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x