- PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) menyalurkan lebih dari 160.000 butir telur sejak 2024 guna menekan angka stunting nasional.
- Program Protein Cegah Stunting ini sukses menjangkau 875 anak di 26 kabupaten/kota yang tersebar di 15 provinsi.
- Setiap anak mendapatkan intervensi gizi berupa alokasi dua butir telur per hari selama enam bulan penuh.
- Alfamidi menargetkan total distribusi mencapai 190.000 butir telur hingga Desember 2026 dengan menggandeng BKKBN dan Puskesmas.
PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting di Indonesia melalui Program Protein Cegah Stunting.
Sejak awal 2024, perusahaan ritel ini telah mendistribusikan lebih dari 160.000 butir telur kepada 875 anak yang tersebar di 26 kabupaten/kota pada 15 provinsi.
Langkah strategis tersebut menjadi bukti nyata korporasi dalam mendukung pemenuhan gizi anak bangsa secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Intervensi gizi ini dilakukan secara intensif dengan membagikan telur setiap hari selama periode enam bulan.
Komitmen Alfamidi Cegah Stunting Lewat Bantuan Protein Hewani
”Melalui program ini, kami ingin berkontribusi dalam membantu memenuhi kebutuhan protein harian anak-anak. Lebih dari 160.000 butir telur yang telah disalurkan menjadi bagian dari upaya Alfamidi mendukung pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak Indonesia,” kata Corporate Communication Manager Alfamidi Retriantina Marhendra kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (24/07/2026).
Mengapa Telur Dipilih Sebagai Makanan Pencegah Stunting?
Telur dipilih karena merupakan salah satu sumber protein hewani berkualitas tinggi yang sangat mudah diserap oleh tubuh anak.
Bahan pangan ini kaya akan berbagai vitamin dan mineral penting yang krusial untuk mendukung pertumbuhan sel serta perkembangan otak balita.
Konsumsi dua butir sehari secara konsisten terbukti efektif mengejar ketertinggalan tumbuh kembang anak pada masa keemasan.
Bagaimana Skema Penyaluran Bantuan Alfamidi di 26 Kota?
Penyaluran bantuan dilakukan secara terintegrasi dengan menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat.
Alfamidi juga berkoordinasi langsung dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) di tiap daerah.
Sinergi lintas instansi ini menjamin telur tersalurkan tepat sasaran sekaligus memudahkan pemantauan kurva pertumbuhan penerima manfaat.
Apa Dampak Nyata Program Gizi Alfamidi bagi Masyarakat?
Dampak positif program ini langsung dirasakan oleh para orang tua balita di berbagai wilayah, sekaligus membuahkan 10 penghargaan dari berbagai pemerintah daerah sepanjang periode 2024-2026.
Salah satu penerima manfaat di Minahasa, Sulawesi Utara, merasakan betul perbaikan gizi pada anaknya berkat kehadiran ritel ini di tengah masyarakat.
”Alfamidi yang selama ini dekat dengan tempat tinggal kami juga hadir melalui program bantuan telur untuk balita. Semoga anak kami mendapat asupan gizi yang lebih baik dan tumbuh kembangnya optimal,” ungkap Grachella, salah satu orang tua balita penerima manfaat.
Sebagai wujud komitmen jangka panjang dalam mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat, Alfamidi mematok target penyaluran hingga 190.000 telur pada Desember 2026.
Bagikan artikel ini kepada keluarga atau kerabat yang peduli dengan isu kesehatan anak, dan baca terus perkembangan informasi kebijakan publik serta sosial kemasyarakatan lainnya hanya di RakyatBekasi.com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







