Ultimatum DPRD untuk Dishub Kota Bekasi: Jangan Sampai Trans Beken Kembali ‘Kehabisan Napas’ Subsidi!

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Armada Bus Trans Beken melayani rute Terminal Induk Bekasi - Harapan Indah.

Armada Bus Trans Beken melayani rute Terminal Induk Bekasi - Harapan Indah.

  • ​Layanan Bus Trans Beken rute Terminal Induk Kota Bekasi–Harapan Indah dijadwalkan beroperasi kembali pada awal Oktober 2026 usai terhenti sejak Juli 2026.
  • ​Komisi II DPRD Kota Bekasi mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi tidak sekadar mengandalkan dana subsidi APBD dengan skema Buy The Service (BTS).
  • ​Kebutuhan anggaran subsidi untuk operasional dua rute baru angkutan publik tersebut diprakirakan menelan biaya hingga Rp12,5 miliar.
  • ​Pemerintah Daerah dituntut mematangkan manajemen operasional, termasuk penghitungan pasti tarif angkutan, okupansi harian, dan proyeksi jumlah penumpang.

Rencana beroperasinya kembali layanan Bus Trans Beken (Trans Bekasi Keren) pada awal Oktober 2026 mendatang mendapat sorotan tajam dari Parlemen Kalimalang.

Komisi II DPRD Kota Bekasi secara resmi mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi untuk segera melakukan evaluasi manajerial secara menyeluruh.

Langkah strategis ini dinilai krusial menyusul terhentinya operasional angkutan massal tersebut sejak awal Juli lalu akibat carut-marutnya persoalan ketersediaan dana subsidi dari Pemerintah Daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Evaluasi Menyeluruh Dishub Kota Bekasi Jelang Operasional Trans Beken

​Keberlangsungan sistem transportasi publik di Kota Patriot tidak seharusnya membebani APBD secara terus-menerus tanpa fondasi bisnis yang rasional.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menegaskan bahwa Pemkot Bekasi harus memiliki perencanaan matang agar layanan ini berjalan mandiri secara berkelanjutan.

​“Sekarang tinggal bagaimana kemampuan manajerial serta menghitung okupansi dan layanan yang diberikan oleh Trans Beken tersebut. Jadi tidak bisa hanya mengandalkan subsidi,” kata Latu Har Hary kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Rabu (09/09/2026).

​Mengapa Layanan Trans Beken Sempat Berhenti Beroperasi?

​Layanan rute Terminal Induk Kota Bekasi–Harapan Indah terhenti pada awal Juli 2026 utamanya akibat ketidaksiapan finansial dan membengkaknya kebutuhan subsidi operasional dari skema Buy The Service (BTS).

Publik awalnya mendapat pembenaran bahwa penghentian ini terkait peninjauan teknis titik halte pemberhentian, namun fakta di lapangan merujuk kuat pada persoalan anggaran.

​Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu secara lugas membandingkan manajemen transportasi saat ini dengan tata kelola pada masa lalu.

​“Trans Beken ini ketergantungan dengan subsidi. Kalau kita lihat, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Trans Patriot dulu. Semuanya bergantung pada kemampuan APBD dan bagaimana pengelolaannya,” ujarnya.

​Ia pun mempertanyakan proses perencanaan dan transparansi penyerapan anggaran operasional angkutan massal tersebut.

​“Rute itu belum lama dioperasikan, kemudian berhenti dengan alasan evaluasi titik pemberhentian dan sebagainya. Tetapi persoalan utamanya juga menyangkut ketersediaan dana subsidi karena skemanya Buy The Service (BTS) yang bersumber dari APBD,” ungkapnya.

​Berapa Prakiraan Kebutuhan Dana Subsidi dari APBD?

​Kebutuhan subsidi untuk menopang kelancaran operasional dua rute baru Trans Beken diprakirakan menelan angka sebesar Rp12,5 miliar. Besaran dana ini sejatinya wajib diproyeksikan dengan akurat sejak awal perancangan APBD agar bus tidak mangkrak di pertengahan jalan.

​“Harusnya sejak perencanaan APBD murni 2026 sudah dihitung berapa biaya subsidi yang dibutuhkan. Apakah cukup sampai akhir tahun atau hanya beberapa bulan. Kalau itu tidak cukup, sekiranya sampai bulan berapa kemampuan anggaran itu menopang operasional,” katanya.

​Fakta bahwa armada bus harus ditarik kembali ke garasi hanya berselang tiga bulan paska-peluncuran memicu kritik tajam mengenai buruknya perhitungan eksekutif.

​“Nah kalau melihat kondisi kemarin, kita seperti sudah kehabisan napas di bulan Juli. Padahal operasionalnya baru berjalan sekitar tiga bulan. Ini yang harus menjadi perhatian serius bagi Dinas Perhubungan,” tegasnya.

​Apa Tuntutan DPRD kepada Pemkot Bekasi?

​Komisi II DPRD Kota Bekasi menuntut agar Pemerintah Daerah menghitung secara cermat potensi pendapatan riil dari tarif penumpang dan tingkat okupansi harian. Manajemen pendapatan ini merupakan syarat wajib sebelum armada kembali diizinkan mengaspal bulan depan.

​“Berapa nilai tarifnya, berapa okupansinya, berapa jumlah penumpang per hari, semuanya harus dihitung. Ini tantangan manajerial yang cukup berat dan harus dipersiapkan secara matang sebelum layanan kembali dioperasikan,” pungkasnya.

Kembalinya Trans Beken melintasi jalanan di Kota Bekasi pada Oktober 2026 kelak akan menjadi batu uji nyata bagi kapasitas birokrasi Dishub Kota Bekasi.

Publik menanti komitmen nyata pemerintah dalam menghadirkan angkutan massal yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga sehat secara manajerial operasional.

​Mari kawal terus kebijakan transportasi dan tata kelola layanan publik Pemerintah Daerah dengan membaca ulasan eksklusif kami lainnya. Bagikan informasi penting ini dan pastikan Anda menekan tombol ikuti di Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow Whatsapp Channel Rakyat Bekasi Di Sini] agar tidak ketinggalan update berita terkini Kota Patriot!


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wanti-wanti Jangan Ada Titipan Politik, Komisi IV Soroti Ketertutupan Seleksi Dewan Pendidikan Kota Bekasi
Warga Bulak Sentul Tagih Bansos Lansia dan U-Ditch, Nawal Husni Janji Kawal Mati-matian!
Awas SiLPA Membengkak! Serapan APBD Kota Bekasi Baru 58 Persen, DPRD Desak OPD Kejar Target 99 Persen
Reses III Dewan Rudy Heryansah di Medansatria: Komitmen Kawal Ketat Aspirasi Infrastruktur Warga
Kucurkan Rp 1 Miliar untuk Infrastruktur Jatimekar, Dewan Madong Buktikan Komitmen Aspirasi Warga
Gelar Reses III di Bantargebang, Dewan Anton Desak Kepastian Hak Kompensasi TPST Warga
Warga Menjerit! Empat Bulan Dana Kompensasi TPST Bantargebang Belum Cair
20 Tahun Kali Tak Dikeruk, Warga Pengasinan Keluhkan ‘Banjir Bebas’ saat Reses III Dewan Mubakhi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Wanti-wanti Jangan Ada Titipan Politik, Komisi IV Soroti Ketertutupan Seleksi Dewan Pendidikan Kota Bekasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Warga Bulak Sentul Tagih Bansos Lansia dan U-Ditch, Nawal Husni Janji Kawal Mati-matian!

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:08 WIB

Awas SiLPA Membengkak! Serapan APBD Kota Bekasi Baru 58 Persen, DPRD Desak OPD Kejar Target 99 Persen

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Reses III Dewan Rudy Heryansah di Medansatria: Komitmen Kawal Ketat Aspirasi Infrastruktur Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Kucurkan Rp 1 Miliar untuk Infrastruktur Jatimekar, Dewan Madong Buktikan Komitmen Aspirasi Warga

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x