Poin Utama:
- Peringatan: Dinkes Kota Bekasi menghimbau agar diagnosis kesehatan dari AI tidak dipercayai 100 persen tanpa verifikasi medis.
- Alasan: AI hanya mengolah data, tidak memiliki kemampuan penilaian klinis langsung terhadap pasien.
- Layanan: Warga Kota Bekasi sudah tercover Universal Health Coverage (UHC), memungkinkan berobat gratis di Puskesmas hanya dengan KTP.
- Alternatif Digital: Pemerintah menyarankan penggunaan aplikasi resmi “Satu Sehat” dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
BEKASI SELATAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengingatkan kalangan anak muda untuk tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendiagnosis kondisi kesehatan tubuh.
Peringatan ini disampaikan di sela-sela peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tingkat Kota Bekasi yang digelar di Taman Plaza Patriot Chandrabhaga, Jalan Ahmad Yani, Minggu (30/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Hasil Diagnosis AI Tidak Boleh Dipercaya Sepenuhnya?
Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menjelaskan bahwa meskipun teknologi AI canggih, mesin tersebut bekerja dengan cara mengumpulkan dan mengolah data yang tersedia secara digital (agregasi data).
AI tidak memiliki kemampuan penilaian klinis secara langsung (clinical judgment) layaknya tenaga kesehatan terlatih yang memeriksa fisik pasien.
”AI itu bagus, tapi tetap harus ada penanganan melalui tim kesehatan. AI itu kan mengumpulkan sambungan data, tapi sebaiknya juga turut menggunakan tenaga teknis yang memang paham terkait kesehatan,” ujar Satia kepada rakyatbekasi.com.
Bagaimana Sebaiknya Menyikapi Tren Konsultasi via AI?
Pihak Dinkes menegaskan bahwa menggunakan AI untuk mencari informasi kesehatan awal bukanlah tindakan yang salah.
Namun, keputusan final mengenai kondisi medis seseorang tidak boleh didasarkan pada jawaban chatbot semata.
Verifikasi dari dokter atau tenaga medis yang memiliki kompetensi (Surat Izin Praktik) tetap menjadi syarat mutlak.
“Tidak salah, tapi jangan dipercayai 100 persen. Tidak dianjurkan 100 persen, karena tetap harus ke tenaga kesehatan,” tegas Satia.
Apa Fasilitas Kesehatan Gratis yang Tersedia di Kota Bekasi?
Menanggapi alasan anak muda yang memilih AI karena kepraktisan, Pemkot Bekasi memastikan bahwa akses layanan kesehatan di wilayah ini sudah sangat mudah dan terjangkau.
Status Universal Health Coverage (UHC) di Kota Bekasi menjamin warga dapat mengakses layanan dasar tanpa biaya yang memberatkan.
”Kota Bekasi itu sudah UHC, jadi kita semua bisa gratis memeriksakan kesehatan di puskesmas,” tuturnya.
Apa Aplikasi Digital Resmi yang Disarankan Pemerintah?
Sebagai alternatif teknologi yang lebih valid, pemerintah telah menyediakan platform digital resmi seperti aplikasi Satu Sehat.
Aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat melakukan skrining kesehatan mandiri dengan basis data yang terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan.
Selain itu, Satia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program preventif secara langsung.
“Kami turut mengajak kepada seluruh warga, khususnya generasi muda, untuk lebih aktif memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah diluncurkan pemerintah. Sudah pada CKG belum? Ayo cek kesehatan, itu lebih bagus,” pungkasnya.
Warga Kota Bekasi dapat mengunjungi Puskesmas terdekat di wilayah kelurahan masing-masing untuk mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan cukup membawa KTP.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






































