Indeks Pembangunan Manusia Kota Bekasi Naik 84,43 Poin, Tri Adhianto Soroti Pendidikan

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat doorstop oleh Jurnalis RakyatBekasi usai memimpin Apel Aparatur, Senin (19/01/2026) pagi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat doorstop oleh Jurnalis RakyatBekasi usai memimpin Apel Aparatur, Senin (19/01/2026) pagi.

Poin Utama:

  • Angka Kenaikan: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bekasi tahun 2025 naik menjadi 84,43 persen dari 83,55 persen pada tahun sebelumnya.
  • Fokus Evaluasi: Sektor Pendidikan (rata-rata lama sekolah) dan Kesehatan masih menjadi “Pekerjaan Rumah” (PR) utama Pemkot Bekasi.
  • Tiga Indikator: Kenaikan dipicu oleh perbaikan pada Umur Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, dan Pengeluaran Riil per Kapita.

BEKASI SELATAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mencatat kenaikan positif pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 yang menembus angka 84,43 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Meski tren statistik meningkat, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa akses layanan pendidikan dan kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berapa Besar Kenaikan IPM Kota Bekasi Tahun 2025?

​Kenaikan kualitas hidup masyarakat Kota Bekasi terlihat dari lonjakan angka IPM yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Pada tahun 2024, IPM Kota Bekasi berada di angka 83,55 persen, dan kini merangkak naik mendekati angka 85 persen.

​”Ya tentunya masih ada sekat-sekat yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) buat kita bersama, baik sektoral Pendidikan melalui lamanya angka sekolah yang masih menjadi tantangan maupun Kesehatan yang masih harus kita selesaikan,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya di Bekasi, Selasa (20/01/2026).

​Tri menilai, Pemerintah Daerah wajib memberikan kepastian layanan. Angka statistik yang dirilis BPS harus berbanding lurus dengan kepuasan masyarakat di lapangan.

Ia menekankan bahwa tolak ukur kemajuan daerah bukan hanya pada angka di atas kertas, tetapi bagaimana pertumbuhan IPM tersebut mampu menjawab kebutuhan dasar warga.

​Apa Strategi Pemkot Bekasi Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan?

​Pemkot Bekasi menyadari bahwa kenaikan angka statistik harus dibarengi dengan intervensi kebijakan yang tepat sasaran.

Fokus utama saat ini adalah mendongkrak rata-rata lama sekolah dan mempermudah akses kesehatan di wilayah padat penduduk.

​Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bekasi, Dicky Irawan, menjelaskan bahwa tren kenaikan ini konsisten terjadi setiap tahun. Hal ini didukung oleh fokus anggaran pada tiga sektor vital:

  • ​Infrastruktur penunjang aksesibilitas.
  • ​Fasilitas dan layanan Kesehatan.
  • ​Pemerataan sarana Pendidikan.

​”Lantaran tiga indikator makro tersebut, masih menjadi pedoman dalam tanggungjawab Pemerintah Daerah kepada masyarakat,” ujar Dicky Irawan kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di kantornya, Jalan Jend. Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Selasa (20/01/2026).

​Bagaimana Dampak Pembangunan Terhadap Pemerataan Wilayah?

​Meskipun IPM Kota Bekasi tergolong tinggi dibandingkan daerah lain di Jawa Barat, Bapperida menegaskan tidak akan berpuas diri.

Tantangan terbesar saat ini adalah menekan ketimpangan antarwilayah, khususnya di kecamatan yang memiliki keterbatasan akses.

​Menurut Dicky, indikator IPM terus berkembang seiring pertumbuhan komponen pembentuknya, yakni:

  • ​Umur Harapan Hidup.
  • ​Harapan Lama Sekolah & Rata-rata Lama Sekolah.
  • ​Pengeluaran Riil per Kapita per Tahun.

​”IPM ini bukan sekadar angka, tetapi bagaimana kualitas hidup masyarakat itu sendiri bisa meningkat. Maka intervensi kebijakan harus tepat sasaran,” tegas Dicky.

​Ke depan, Bapperida bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan memperketat sinkronisasi program perencanaan dan penganggaran.

Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga tren positif angka IPM, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan dirasakan merata oleh warga, mulai dari Bantargebang hingga Medan Satria.

​Kenaikan IPM ini menjadi modal sosial yang penting bagi Kota Bekasi untuk bersaing sebagai kota metropolitan yang maju.

Namun, pengawasan masyarakat terhadap realisasi program pendidikan dan kesehatan tetap dibutuhkan agar target pembangunan tepat sasaran.

Punya keluhan terkait layanan Puskesmas atau Sekolah di wilayah Anda? Sampaikan laporan Anda melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi atau hubungi redaksi kami.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Bekuk Sejoli Pembuang Bayi di Apartemen Mutiara Bekasi
GMNI Kritik Keras Wali Kota Jaktim Soal Polusi Udara di Kawasan Industri Pulogadung
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Resmikan Jembatan Melengkung Wisata Air Kalimalang
Tolak Operasional Bus Trans Bekasi Keren, Sopir Angkot Blokade Jalan Ahmad Yani
Resmi Mengaspal, Pemkot Bekasi Gratiskan Trans Beken Selama Sebulan
Wali Kota Tri Adhianto Resmikan Bus Trans Bekasi Keren Rute Harapan Indah-Terminal Induk
Markus Gea Soroti Dampak Dualisme Tinju Amatir Indonesia
Wali Kota Bekasi Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Cukup Pakai KTP

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:45 WIB

Polisi Bekuk Sejoli Pembuang Bayi di Apartemen Mutiara Bekasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:20 WIB

GMNI Kritik Keras Wali Kota Jaktim Soal Polusi Udara di Kawasan Industri Pulogadung

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:04 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Resmikan Jembatan Melengkung Wisata Air Kalimalang

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:58 WIB

Tolak Operasional Bus Trans Bekasi Keren, Sopir Angkot Blokade Jalan Ahmad Yani

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:23 WIB

Wali Kota Tri Adhianto Resmikan Bus Trans Bekasi Keren Rute Harapan Indah-Terminal Induk

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca