Poin Utama:
- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi resmi mendistribusikan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP Negeri ke setiap sekolah.
- Nilai TKA di Kota Bekasi tergolong bervariatif dan difungsikan sebagai tolok ukur literasi serta numerasi siswa.
- Data nasional menunjukkan rerata nilai Matematika tingkat SD/MI (43,41) dan SMP/MTs (40,34) anjlok dibandingkan mata pelajaran Bahasa Indonesia.
- Nilai TKA telah terintegrasi otomatis (host-to-host) dengan sistem PPDB jalur prestasi, membebaskan orang tua dari keharusan mengunggah dokumen secara manual.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mulai mendistribusikan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SD dan SMP Negeri ke setiap sekolah, Senin (01/06/2026).
Langkah ini menyusul rilis resmi hasil ujian nasional yang melibatkan lebih dari 8,7 juta murid dengan tingkat partisipasi mencapai 98,51 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Distribusi penilaian evaluasi literasi dan numerasi ini menjadi krusial, khususnya sebagai syarat utama bagi para siswa yang membidik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi.
Bagaimana Hasil Evaluasi TKA SD-SMP di Kota Bekasi?
Plt (Pelaksana Tugas) Kepala Disdik Kota Bekasi, Chondro Wibhowo, menyatakan bahwa pencapaian hasil ujian TKA siswa di wilayahnya menunjukkan angka yang bervariasi.
Nilai tersebut menjadi acuan penting untuk mengukur dan memetakan kemampuan literasi serta numerasi para peserta didik selama menyerap pembelajaran.
”Hasilnya sudah keluar, secara pelaksanaan hasil nilainya ada yang tinggi juga, dan ada yang tidak,” kata Chondoro Wibhowo kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (01/06/2026).
Apa Tujuan Utama Pelaksanaan TKA bagi Siswa?
Pelaksanaan TKA dirancang secara nasional sebagai instrumen evaluasi jangka panjang pendidikan dasar dan menengah.
Chondro memastikan bahwa pelaksanaan ujian di Kota Bekasi telah berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti di lapangan, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai pijakan evaluasi.
”Dan mungkin ke depannya dari hasil TKA ini akan menjadi tolok ukur siswa. Jadi apa yang menjadi kekurangan mereka agar bisa dimatangkan untuk di tahapan pendidikan selanjutnya,” tambahnya.
Berapa Rata-Rata Nilai TKA Nasional 2026?
Berdasarkan pengumuman resmi Kemendiknasmen pada Selasa (26/05/2026), hasil TKA nasional menunjukkan disparitas atau ketimpangan nilai yang mencolok antara mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Berikut adalah rincian statistik datanya:
- Jenjang SD/MI Sederajat: Rerata nilai Bahasa Indonesia mencapai 60,14 (dengan 4.509 siswa meraih nilai sempurna 100). Sebaliknya, rerata Matematika hanya di angka 43,41 (814 siswa meraih nilai 100).
- Jenjang SMP/MTs Sederajat: Rerata nilai Bahasa Indonesia sebesar 60,83 (dengan 4.051 siswa meraih nilai 100). Sementara itu, rerata Matematika tercatat anjlok pada angka 40,34 (hanya 271 siswa meraih nilai sempurna).
Bagaimana Cara Mengecek dan Mengunduh Sertifikat TKA (SHTKA)?
Orang tua dan murid dapat mengakses hasil ujian secara daring melalui portal resmi di tka.kemdikdasmen.go.id/hasil-tka.
Setelah pihak sekolah memverifikasi biodata peserta, Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) per individu murid sudah siap untuk dicetak.
Dokumen ini turut dilengkapi QR code khusus yang dapat diverifikasi keabsahannya secara langsung melalui laman shtka.kemdikdasmen.go.id.
Kabar baiknya, khusus untuk pelaksanaan PPDB jalur prestasi, nilai SHTKA sudah tersambung otomatis (host-to-host) ke platform PPDB masing-masing daerah.
Pemkot Bekasi memastikan bahwa integrasi sistem ini memangkas birokrasi, sehingga murid atau orang tua tidak perlu lagi repot mengunggah nilai secara manual.
Dengan integrasi otomatis antara nilai TKA dan platform pendaftaran sekolah, Pemkot Bekasi berharap kelancaran proses penerimaan siswa baru tahun ini dapat terus terjaga dan semakin transparan.
Jangan lupa bagikan informasi penting ini kepada grup orang tua murid lainnya dan tinggalkan tanggapan Anda mengenai hasil nilai ujian tahun ini di kolom komentar di bawah!






