Poin Utama:
- Target Sasaran: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi merencanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak hanya untuk siswa, tetapi juga wajib bagi tenaga pendidik (guru).
- Tujuan Utama: Sebagai alat diagnosa yang akurat dalam memetakan kompetensi guru sebelum memberikan program pelatihan.
- Mata Pelajaran Fokus: Evaluasi ditekankan pada penguasaan mata pelajaran dasar seperti Bahasa Indonesia dan Matematika.
- Indikator: Kesenjangan nilai siswa (gap yang tinggi dan rendah) akan menjadi indikator evaluasi kualitas pengajaran guru.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi tengah merancang terobosan baru dalam dunia pendidikan daerah dengan merencanakan penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi tenaga pengajar.
Langkah strategis yang diumumkan pada Jumat (06/02/2026) ini bertujuan untuk memastikan program peningkatan kompetensi guru yang dilakukan Pemkot Bekasi berjalan tepat sasaran dan berdampak langsung pada kualitas siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa TKA Diperlukan bagi Guru di Kota Bekasi?
Penerapan TKA bagi guru dinilai mendesak untuk mendapatkan peta kompetensi yang riil di lapangan.
Selama ini, intervensi pelatihan seringkali dilakukan secara general, namun dengan adanya hasil TKA, Disdik Kota Bekasi dapat merancang pelatihan yang spesifik sesuai kelemahan dan kekuatan masing-masing pengajar.
”Perlu ada semacam TKA atau tes kompetensi juga kepada guru, supaya ketika kita mengintervensi program pelatihan dan peningkatan kemampuan guru itu tidak salah mendiagnosa,” kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Bekasi, Agus Enap, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya di Bekasi, Jumat (06/02/2026).
Langkah ini juga diambil untuk memastikan anggaran pendidikan yang dikucurkan Pemkot Bekasi untuk pelatihan guru benar-benar efektif dan efisien.
Bagaimana Hubungan Nilai Siswa dengan Kualitas Guru?
Disdik Kota Bekasi menekankan bahwa capaian akademik siswa merupakan cerminan langsung dari proses pembelajaran yang dikelola oleh guru. Analisis hasil TKA siswa nantinya akan disandingkan dengan hasil tes guru untuk melihat korelasinya.
Agus Enap menjelaskan bahwa jika nilai siswa dalam satu kelas timpang—ada yang sangat tinggi dan ada yang sangat rendah—hal tersebut menjadi sinyal adanya masalah dalam metode penyampaian materi oleh guru.
”Kalau hasilnya bagus-bagus, bisa jadi siswanya pintar atau gurunya juga bagus. Tetapi kalau grafik nilainya timpang, ada yang tinggi dan ada yang rendah, itu bisa menjadi indikator dari kualitas guru,” sambung Agus Enap.
Berikut adalah indikator evaluasi yang ditetapkan Disdik:
- Nilai Merata di Atas KKM: Proses pembelajaran berjalan baik, input dan proses sinkron.
- Nilai Timpang (Gap Besar): Menjadi bahan evaluasi utama untuk peningkatan kompetensi guru.
Apa Fokus Mata Pelajaran dalam Evaluasi Ini?
Selain untuk memetakan kompetensi, penerapan TKA bertujuan menyelaraskan kebutuhan pembelajaran berjenjang, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Dalam rancangan ini, Disdik Kota Bekasi memberikan perhatian khusus pada kemampuan dasar literasi dan numerasi.
Agus menegaskan bahwa kemampuan guru, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, akan menjadi sorotan utama. Penguasaan dua mata pelajaran ini dianggap fundamental bagi kemampuan nalar siswa di jenjang pendidikan selanjutnya.
”Hasil TKA ini nanti akan menjadi dasar penyesuaian dan penyusunan program peningkatan kompetensi guru di Kota Bekasi yang lebih baik kedepannya,” pungkasnya.
Rencana penerapan TKA bagi guru ini diharapkan dapat meningkatkan standar pendidikan di Kota Bekasi secara menyeluruh.
Dengan diagnosa yang tepat, guru akan mendapatkan pelatihan yang mereka butuhkan, dan siswa akan mendapatkan pengajaran yang berkualitas.
Punya opini terkait kualitas pendidikan di sekolah anak Anda? Sampaikan aspirasi atau keluhan layanan pendidikan melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Bekasi atau tulis di kolom komentar.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















