Disdik Rancang Penerapan Tes Kemampuan Akademik untuk Guru

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aktivitas belajar mengajar di salah satu ruang kelas SMP di Kota Bekasi yang menjadi fokus peningkatan kualitas melalui evaluasi kompetensi guru.

Ilustrasi aktivitas belajar mengajar di salah satu ruang kelas SMP di Kota Bekasi yang menjadi fokus peningkatan kualitas melalui evaluasi kompetensi guru.

Poin Utama:

  • Target Sasaran: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi merencanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak hanya untuk siswa, tetapi juga wajib bagi tenaga pendidik (guru).
  • Tujuan Utama: Sebagai alat diagnosa yang akurat dalam memetakan kompetensi guru sebelum memberikan program pelatihan.
  • Mata Pelajaran Fokus: Evaluasi ditekankan pada penguasaan mata pelajaran dasar seperti Bahasa Indonesia dan Matematika.
  • Indikator: Kesenjangan nilai siswa (gap yang tinggi dan rendah) akan menjadi indikator evaluasi kualitas pengajaran guru.

​Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi tengah merancang terobosan baru dalam dunia pendidikan daerah dengan merencanakan penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi tenaga pengajar.

Langkah strategis yang diumumkan pada Jumat (06/02/2026) ini bertujuan untuk memastikan program peningkatan kompetensi guru yang dilakukan Pemkot Bekasi berjalan tepat sasaran dan berdampak langsung pada kualitas siswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa TKA Diperlukan bagi Guru di Kota Bekasi?

​Penerapan TKA bagi guru dinilai mendesak untuk mendapatkan peta kompetensi yang riil di lapangan.

Selama ini, intervensi pelatihan seringkali dilakukan secara general, namun dengan adanya hasil TKA, Disdik Kota Bekasi dapat merancang pelatihan yang spesifik sesuai kelemahan dan kekuatan masing-masing pengajar.

​”Perlu ada semacam TKA atau tes kompetensi juga kepada guru, supaya ketika kita mengintervensi program pelatihan dan peningkatan kemampuan guru itu tidak salah mendiagnosa,” kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Bekasi, Agus Enap, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya di Bekasi, Jumat (06/02/2026).

​Langkah ini juga diambil untuk memastikan anggaran pendidikan yang dikucurkan Pemkot Bekasi untuk pelatihan guru benar-benar efektif dan efisien.

​Bagaimana Hubungan Nilai Siswa dengan Kualitas Guru?

​Disdik Kota Bekasi menekankan bahwa capaian akademik siswa merupakan cerminan langsung dari proses pembelajaran yang dikelola oleh guru. Analisis hasil TKA siswa nantinya akan disandingkan dengan hasil tes guru untuk melihat korelasinya.

​Agus Enap menjelaskan bahwa jika nilai siswa dalam satu kelas timpang—ada yang sangat tinggi dan ada yang sangat rendah—hal tersebut menjadi sinyal adanya masalah dalam metode penyampaian materi oleh guru.

​”Kalau hasilnya bagus-bagus, bisa jadi siswanya pintar atau gurunya juga bagus. Tetapi kalau grafik nilainya timpang, ada yang tinggi dan ada yang rendah, itu bisa menjadi indikator dari kualitas guru,” sambung Agus Enap.

​Berikut adalah indikator evaluasi yang ditetapkan Disdik:

  • Nilai Merata di Atas KKM: Proses pembelajaran berjalan baik, input dan proses sinkron.
  • Nilai Timpang (Gap Besar): Menjadi bahan evaluasi utama untuk peningkatan kompetensi guru.

​Apa Fokus Mata Pelajaran dalam Evaluasi Ini?

​Selain untuk memetakan kompetensi, penerapan TKA bertujuan menyelaraskan kebutuhan pembelajaran berjenjang, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.

Dalam rancangan ini, Disdik Kota Bekasi memberikan perhatian khusus pada kemampuan dasar literasi dan numerasi.

​Agus menegaskan bahwa kemampuan guru, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, akan menjadi sorotan utama. Penguasaan dua mata pelajaran ini dianggap fundamental bagi kemampuan nalar siswa di jenjang pendidikan selanjutnya.

​”Hasil TKA ini nanti akan menjadi dasar penyesuaian dan penyusunan program peningkatan kompetensi guru di Kota Bekasi yang lebih baik kedepannya,” pungkasnya.

​Rencana penerapan TKA bagi guru ini diharapkan dapat meningkatkan standar pendidikan di Kota Bekasi secara menyeluruh.

Dengan diagnosa yang tepat, guru akan mendapatkan pelatihan yang mereka butuhkan, dan siswa akan mendapatkan pengajaran yang berkualitas.

Punya opini terkait kualitas pendidikan di sekolah anak Anda? Sampaikan aspirasi atau keluhan layanan pendidikan melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Bekasi atau tulis di kolom komentar.

Visited 38 times, 2 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wacana CFD Alun-Alun Hasibuan Mandek, Dishub Belum Beri Restu
Miris! Senggol Motor di Mustikajaya, Ibu Diludahi dan Balita Dipukul
Vespa Rp50 Juta Raib di Parkiran Circle-K, Korban Kecewa Kinerja Polrestro Bekasi Kota
Pemkot Bekasi Subsidi Rp3 Juta per Siswa, 56 Sekolah Swasta Kini Gratis
Pemkot Bekasi Targetkan Ganti Rugi Korban Kebakaran SPBE Cair Akhir Juni 2026
Nekat Putihkan Plat Merah, Pemkot Bekasi Siap Tarik Mobil Dinas ASN!
Menuju Porprov 2026, Gedung 6 Lantai GOR Bekasi Menanti BAST
Efisiensi APBD! Pemkot Bekasi Kaji Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu di 2027
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 15:55 WIB

Wacana CFD Alun-Alun Hasibuan Mandek, Dishub Belum Beri Restu

Senin, 8 Juni 2026 - 15:38 WIB

Miris! Senggol Motor di Mustikajaya, Ibu Diludahi dan Balita Dipukul

Senin, 8 Juni 2026 - 15:10 WIB

Vespa Rp50 Juta Raib di Parkiran Circle-K, Korban Kecewa Kinerja Polrestro Bekasi Kota

Senin, 8 Juni 2026 - 11:35 WIB

Pemkot Bekasi Subsidi Rp3 Juta per Siswa, 56 Sekolah Swasta Kini Gratis

Senin, 8 Juni 2026 - 09:40 WIB

Nekat Putihkan Plat Merah, Pemkot Bekasi Siap Tarik Mobil Dinas ASN!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x