Gandeng TNI-AD, Zulhas Targetkan Gunungan Sampah Habis Bertahap Lewat PSEL dan Pirolisis

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kemeja biru), Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (kedua dari kanan) dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (tengah), menandatangani kesepakatan bersama terkait PSEL Sumurbatu dengan BUPP Pirolisis, pada Rabu (26/08/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kemeja biru), Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (kedua dari kanan) dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (tengah), menandatangani kesepakatan bersama terkait PSEL Sumurbatu dengan BUPP Pirolisis, pada Rabu (26/08/2026).

  • ​Menkopangan Zulkifli Hasan dan KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan Groundbreaking fasilitas Pirolisis di Sumurbatu, Bantargebang.
  • ​Teknologi Pirolisis yang dikelola oleh TNI AD ditargetkan mampu mengonversi 1.000 ton sampah lama (gunungan) menjadi energi terbarukan berupa minyak.
  • ​Setiap harinya, 1.500 ton dari total 1.800 ton sampah baru di Kota Bekasi akan diolah menjadi energi listrik melalui fasilitas PSEL.
  • ​Pabrik pengolahan sampah Pirolisis ini diproyeksikan mulai beroperasi pada tahun depan untuk mempercepat resolusi krisis sampah di wilayah Kota Bekasi.

​Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menkopangan) Zulkifli Hasan bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak resmi memulai Groundbreaking fasilitas Pirolisis di Sumurbatu, Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (26/08/2026).

Langkah strategis lintas sektor ini bertujuan untuk melenyapkan gunungan sampah yang sudah menahun dengan mengubahnya menjadi energi terbarukan.

Proyek ini berjalan beriringan dengan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) guna mengatasi krisis darurat persampahan di wilayah Pemkot Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kolaborasi TNI AD dalam Pengolahan Sampah Kota Bekasi

​Pembangunan fasilitas pengolahan sampah ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam mengurai persoalan limbah yang menumpuk.

Kehadiran TNI AD diplot secara khusus untuk mengeksekusi gunungan sampah lama yang kian mengkhawatirkan.

​”Kita juga berterima kasih kepada Pak Maruli (KASAD) Angkatan Darat yang akan membantu kita untuk merubah sampah yang sudah lama. Sampah ini kan ada yang baru datang Kota Bekasi ini ada 1.800 Ton, tapi yang sudah jadi gunung banyak,” kata Zulkifli Hasan kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com usai pelaksanaan Groundbreaking PSEL dan Pirolisis di Sumurbatu, Bantargebang, Rabu (26/08/2026).

​Bagaimana Skenario Pembagian Pengolahan Sampah di Bantargebang?

​Agar target penyelesaian sampah tercapai secara terukur, pemerintah membagi skema pengelolaan limbah ke dalam dua teknologi yang berbeda.

PSEL akan fokus menangani kiriman sampah harian, sementara fasilitas Pirolisis di bawah kendali TNI AD akan “memakan” sampah lama yang telah menggunung dan mengubahnya menjadi minyak.

​”Nah, yang jadi gunung itu akan dikelola bekerja sama dengan TNI menjadi pirolisis, jadi minyak. Mudah-mudahan juga bisa mencapai 1.000 ton secara produksi sampahnya. Jadi kalau yang baru 1.500 ton sampah baru diolah melalui PSEL, yang lama diolah melalui Pirolisis 1.000 ton. Maka dalam beberapa waktu kita akan menghabisi secara bertahap gunung-gunung sampah itu,” katanya.

​Berikut adalah rincian target operasional pengolahan limbah di Sumurbatu:

  • Produksi Harian: Total volume sampah baru di Kota Bekasi mencapai 1.800 ton per hari.
  • Kapasitas PSEL: Sebanyak 1.500 ton sampah baru akan dikonversi menjadi energi listrik.
  • Kapasitas Pirolisis: Sebanyak 1.000 ton sampah lama (gunungan) akan diolah menjadi minyak oleh TNI AD.

​Kapan Fasilitas Pengolahan Sampah Pirolisis Mulai Beroperasi?

Sementara itu Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan bahwa ​infrastruktur pengolahan sampah ini ditargetkan segera rampung agar bisa secepatnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Bekasi yang selama ini terdampak polusi lingkungan.

​”Mudah-mudahan nanti kalau di awal setelah kita lakukan, mungkin tahun depan kalau kita sudah mulai, tahun depan bisa segera operasional,” jelasnya.

​Lebih lanjut, Jenderal Maruli Simanjuntak memperkirakan proses konstruksi fasilitas Pirolisis ini akan memakan waktu sekitar satu tahun hingga 14 bulan ke depan.

Evaluasi dan potensi penambahan pabrik, kata dia, akan dilakukan berdasarkan tingkat keberhasilan di tahap awal.

​”Untuk proses pembangunannya. Setelah nanti proses berjalan, berkurang jumlah sampah, mungkin kita bisa tambah lagi pabriknya. Sehingga mempercepat untuk proses pengolahan sampah lama menjadi Pirolisis. Mudah-mudahan nanti kita akan coba hitung sampai berapa banyak pabrik untuk proses pirolisis ini untuk selesai berapa tahun. Nanti akan kami hitung setelah kami proses pembangunan sampah ini selesai,” pungkasnya.

​Hadirnya inovasi teknologi pengolahan sampah terpadu di Bantargebang diharapkan dapat mengakhiri status darurat lingkungan di Kota Bekasi secara permanen.

​Ingin terus memantau update pembangunan PSEL Bantargebang dan kebijakan strategis Pemkot Bekasi lainnya?

Bagikan artikel ini, berikan komentar Anda di bawah, dan pastikan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [di sini] agar selalu update dengan berita terpercaya!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Bekasi Targetkan 18 Bulan PSEL Sumurbatu Beroperasi, Mampu Atasi 1.800 Ton Sampah per Hari?
Groundbreaking PSEL Sumurbatu: Zulhas Targetkan 2 Tahun Lenyapkan Gunungan Sampah
Groundbreaking PSEL Sumurbatu Dimulai, Menkopangan Janji Gunung Sampah Lenyap 2 Tahun!
Zulhas Tegur Warga Bekasi: 80 Tahun Merdeka Masalah Sampah Belum Selesai, Mulailah Memilah!
Ketegasan Wali Kota Bekasi Berantas Pungli PKL Tuai Pujian, YAMSI Soroti Kinerja Lamban OPD
Ratusan Warga Serbu Mancing Gratis Karang Taruna Bojong Menteng, Buru Ikan Lele Raksasa 5 Kg di Rawa Pesona Laut
Penataan PKL Plaza Patriot Tuai Tantangan, Pedagang Kaki Lima Lebih Suka Kejar Keramaian
Kali Bekasi Menghitam Pekat Imbas Limbah Bogor, Sanksi Tegas KLH Menanti Pelaku Pencemaran
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Wali Kota Bekasi Targetkan 18 Bulan PSEL Sumurbatu Beroperasi, Mampu Atasi 1.800 Ton Sampah per Hari?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Gandeng TNI-AD, Zulhas Targetkan Gunungan Sampah Habis Bertahap Lewat PSEL dan Pirolisis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Groundbreaking PSEL Sumurbatu: Zulhas Targetkan 2 Tahun Lenyapkan Gunungan Sampah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Groundbreaking PSEL Sumurbatu Dimulai, Menkopangan Janji Gunung Sampah Lenyap 2 Tahun!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Zulhas Tegur Warga Bekasi: 80 Tahun Merdeka Masalah Sampah Belum Selesai, Mulailah Memilah!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x