Wali Kota Bekasi Targetkan 18 Bulan PSEL Sumurbatu Beroperasi, Mampu Atasi 1.800 Ton Sampah per Hari?

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kemeja biru) memberikan sambutan didampingi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (belakang) dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat peresmian Groundbreaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Sumurbatu, Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (26/08/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kemeja biru) memberikan sambutan didampingi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (belakang) dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat peresmian Groundbreaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Sumurbatu, Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (26/08/2026).

  • ​Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) PSEL Sumurbatu di Bantargebang resmi dimulai dengan target operasional 18 bulan ke depan.
  • ​Mega fasilitas ini diproyeksikan mampu menyulap 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik.
  • ​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) untuk menekan 300 ton sisa produksi sampah harian warganya.
  • ​Optimalisasi 643 Bank Sampah aktif terus didorong guna memaksimalkan budaya pemilahan sampah langsung dari hulu.

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi resmi memulai babak baru pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang.

Fasilitas raksasa yang ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan ini diharapkan menjadi solusi mutakhir atas darurat penumpukan sampah di Kota Bekasi.

Meski demikian, fasilitas canggih ini nyatanya belum mampu mengakomodasi 100 persen dari total produksi limbah harian masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Target Ambisius Wali Kota Bekasi: PSEL Sumurbatu Tuntas dalam 18 Bulan

​Tahapan panjang realisasi PSEL akhirnya memasuki titik terang usai seremonial peletakan batu pertama (groundbreaking) resmi dilakukan.

Fasilitas ini digadang-gadang akan menjadi ujung tombak transisi energi ramah lingkungan di wilayah penyangga ibukota.

​”Hari ini momentum terus berjalan, tahapan terus dilalui. Tadi bisa dilihat bahwa prosesnya itu tentu panjang sejak dari tahun yang lalu, dan hari ini momentum titik nolnya. Bahwa ini mulai terjadi pembangunan dan InsyaAllah targetnya ada 18 bulan ke depan, tentu PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) ini sudah dapat beroperasi,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com usai pelaksanaan Groundbreaking PSEL Sumurbatu, Bantargebang, Rabu (26/08/2026).

​Berapa Kapasitas Pengolahan Sampah di PSEL Sumurbatu?

​Kapasitas terpasang PSEL Sumurbatu dirancang mampu “melahap” hingga 1.500 ton limbah per hari untuk dikonversi menjadi energi listrik.

Namun, angka operasional ini belum sebanding dengan volume timbulan sampah harian Kota Bekasi yang mencapai 1.800 ton per hari, sehingga menyisakan celah persoalan bagi pemerintah daerah.

​”Yang dijanjikan untuk penanganan sampah di PSEL itu kapasitasnya bisa sampai 1.500 ton dari 1.800 ton yang kemudian hari ini harus kita selesaikan. Jadi masih ada persoalan kita terkait dengan 300 ton sampah sisanya,” jelasnya.

​Bagaimana Pemkot Bekasi Menangani Sisa 300 Ton Sampah Harian?

​Untuk menutup defisit pengelolaan 300 ton sampah tersebut, Pemkot Bekasi mengandalkan upaya pengendalian dari sumbernya langsung.

Kesadaran masyarakat ditingkatkan agar praktik pemilahan dari rumah tangga mampu menekan beban yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

​”Oleh karena itu pemilahan tetap harus diutamakan. Tadi Pak Menteri Koordinator Bidang Pangan sudah menyampaikan bahwa ini bukan selesai, tapi bagaimana gerakan terkait dengan pemilihan sampah, kemudian juga ada prosesi bantuan dari setiap warga,” katanya.

​Apa Kendala dan Evaluasi Bank Sampah di Kota Bekasi Saat Ini?

​Kendati pemilahan dari hulu digaungkan sebagai solusi menekan sisa sampah, efektivitas Bank Sampah kewilayahan di Kota Bekasi saat ini masih jauh dari kata ideal.

Berikut adalah catatan data kritis terkait kapasitas pengelolaan sampah mandiri warga:

  • ​Total Bank Sampah yang teregistrasi mencapai 1.020 unit yang tersebar di wilayah Kota Bekasi.
  • ​Dari jumlah ribuan tersebut, baru 643 unit Bank Sampah yang berstatus aktif beroperasi dalam penimbangan dan pengelolaan.
  • ​Rata-rata total pengolahan sampah dari 643 unit aktif tersebut baru menyentuh angka 300 ton per bulan (sekitar 10 ton per hari).

​”Karena dari Bank Sampah yang kita hari ini operasional, yang aktif itu ada sekitar 643 dan itu rata-rata mereka baru mengolah 300 ton per bulan. Jadi rata-rata per hari baru 10 ton yang dikelola. Nah, ini tentu masih banyak persoalan dan oleh karena itu bagaimana kekompakan, kemudian gotong royong, kerja sama di seluruh warga masyarakat tentu harus memberi peranan penting dan strategis,” tuturnya.

​Kekompakan dan gotong royong warga kini menjadi variabel penentu agar megaproyek miliaran rupiah di Bantargebang ini tidak sekadar beroperasi sebagai mesin raksasa, melainkan satu kesatuan ekosistem tuntas kelola krisis sampah di Kota Bekasi.

​Bagaimana tanggapan Anda terkait efektivitas pembangunan PSEL Sumurbatu ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan ikuti terus Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [di sini] agar selalu update berita politik dan pelayanan publik terkini.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KONI Jabar Bidik Atlet Terbaik dari Ajang Porprov untuk Persiapan Babak Kualifikasi PON 2027
Tembus 80 Persen, KONI Jabar Pastikan Kesiapan Infrastruktur Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi
Sahabat MUI ‘Gedor’ DPRD Kota Bekasi: Segera Sahkan Perda Anti Penyimpangan Seksual!
TEPIS ISU MIRING! Suami Kades Lambangsari Sebut Video Viral di Lift Trik Politik Kotor Jelang Pilkades
Solusi Relokasi PKL Jalan M Yamin: PTMP Siapkan Awning Rooftop, Exhaust Fan hingga Sewa Gratis di Pasar Baru
Dishub Usulkan Rute Baru TransBeken, DPRD Ingatkan Potensi Gesekan dengan Organda
KAWALI Desak KLH Telusuri Pencemaran Kali Bekasi, Pemkot Terkendala Kewenangan Penindakan
Darurat Ekologi! KAWALI Bongkar Fakta Mengerikan Pencemaran Kali Bekasi, Air Hitam Berbusa Ancaman Serius
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:46 WIB

KONI Jabar Bidik Atlet Terbaik dari Ajang Porprov untuk Persiapan Babak Kualifikasi PON 2027

Jumat, 4 September 2026 - 14:28 WIB

Tembus 80 Persen, KONI Jabar Pastikan Kesiapan Infrastruktur Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Sahabat MUI ‘Gedor’ DPRD Kota Bekasi: Segera Sahkan Perda Anti Penyimpangan Seksual!

Jumat, 4 September 2026 - 12:55 WIB

TEPIS ISU MIRING! Suami Kades Lambangsari Sebut Video Viral di Lift Trik Politik Kotor Jelang Pilkades

Jumat, 4 September 2026 - 10:20 WIB

Solusi Relokasi PKL Jalan M Yamin: PTMP Siapkan Awning Rooftop, Exhaust Fan hingga Sewa Gratis di Pasar Baru

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x