- Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) PSEL Sumurbatu di Bantargebang resmi dimulai dengan target operasional 18 bulan ke depan.
- Mega fasilitas ini diproyeksikan mampu menyulap 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik.
- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) untuk menekan 300 ton sisa produksi sampah harian warganya.
- Optimalisasi 643 Bank Sampah aktif terus didorong guna memaksimalkan budaya pemilahan sampah langsung dari hulu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi resmi memulai babak baru pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang.
Fasilitas raksasa yang ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan ini diharapkan menjadi solusi mutakhir atas darurat penumpukan sampah di Kota Bekasi.
Meski demikian, fasilitas canggih ini nyatanya belum mampu mengakomodasi 100 persen dari total produksi limbah harian masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Target Ambisius Wali Kota Bekasi: PSEL Sumurbatu Tuntas dalam 18 Bulan
Tahapan panjang realisasi PSEL akhirnya memasuki titik terang usai seremonial peletakan batu pertama (groundbreaking) resmi dilakukan.
Fasilitas ini digadang-gadang akan menjadi ujung tombak transisi energi ramah lingkungan di wilayah penyangga ibukota.
”Hari ini momentum terus berjalan, tahapan terus dilalui. Tadi bisa dilihat bahwa prosesnya itu tentu panjang sejak dari tahun yang lalu, dan hari ini momentum titik nolnya. Bahwa ini mulai terjadi pembangunan dan InsyaAllah targetnya ada 18 bulan ke depan, tentu PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) ini sudah dapat beroperasi,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com usai pelaksanaan Groundbreaking PSEL Sumurbatu, Bantargebang, Rabu (26/08/2026).
Berapa Kapasitas Pengolahan Sampah di PSEL Sumurbatu?
Kapasitas terpasang PSEL Sumurbatu dirancang mampu “melahap” hingga 1.500 ton limbah per hari untuk dikonversi menjadi energi listrik.
Namun, angka operasional ini belum sebanding dengan volume timbulan sampah harian Kota Bekasi yang mencapai 1.800 ton per hari, sehingga menyisakan celah persoalan bagi pemerintah daerah.
”Yang dijanjikan untuk penanganan sampah di PSEL itu kapasitasnya bisa sampai 1.500 ton dari 1.800 ton yang kemudian hari ini harus kita selesaikan. Jadi masih ada persoalan kita terkait dengan 300 ton sampah sisanya,” jelasnya.
Bagaimana Pemkot Bekasi Menangani Sisa 300 Ton Sampah Harian?
Untuk menutup defisit pengelolaan 300 ton sampah tersebut, Pemkot Bekasi mengandalkan upaya pengendalian dari sumbernya langsung.
Kesadaran masyarakat ditingkatkan agar praktik pemilahan dari rumah tangga mampu menekan beban yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
”Oleh karena itu pemilahan tetap harus diutamakan. Tadi Pak Menteri Koordinator Bidang Pangan sudah menyampaikan bahwa ini bukan selesai, tapi bagaimana gerakan terkait dengan pemilihan sampah, kemudian juga ada prosesi bantuan dari setiap warga,” katanya.
Apa Kendala dan Evaluasi Bank Sampah di Kota Bekasi Saat Ini?
Kendati pemilahan dari hulu digaungkan sebagai solusi menekan sisa sampah, efektivitas Bank Sampah kewilayahan di Kota Bekasi saat ini masih jauh dari kata ideal.
Berikut adalah catatan data kritis terkait kapasitas pengelolaan sampah mandiri warga:
- Total Bank Sampah yang teregistrasi mencapai 1.020 unit yang tersebar di wilayah Kota Bekasi.
- Dari jumlah ribuan tersebut, baru 643 unit Bank Sampah yang berstatus aktif beroperasi dalam penimbangan dan pengelolaan.
- Rata-rata total pengolahan sampah dari 643 unit aktif tersebut baru menyentuh angka 300 ton per bulan (sekitar 10 ton per hari).
”Karena dari Bank Sampah yang kita hari ini operasional, yang aktif itu ada sekitar 643 dan itu rata-rata mereka baru mengolah 300 ton per bulan. Jadi rata-rata per hari baru 10 ton yang dikelola. Nah, ini tentu masih banyak persoalan dan oleh karena itu bagaimana kekompakan, kemudian gotong royong, kerja sama di seluruh warga masyarakat tentu harus memberi peranan penting dan strategis,” tuturnya.
Kekompakan dan gotong royong warga kini menjadi variabel penentu agar megaproyek miliaran rupiah di Bantargebang ini tidak sekadar beroperasi sebagai mesin raksasa, melainkan satu kesatuan ekosistem tuntas kelola krisis sampah di Kota Bekasi.
Bagaimana tanggapan Anda terkait efektivitas pembangunan PSEL Sumurbatu ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan ikuti terus Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [di sini] agar selalu update berita politik dan pelayanan publik terkini.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















