- Armada Baru: DLH Kota Bekasi menganggarkan 28 unit truk kompaktor pada tahun 2027.
- Kapasitas Olah: PSEL ditargetkan mampu mengolah 1.400 ton sampah per hari menjadi energi listrik.
- Efisiensi Waktu: Ritase pengangkutan sampah ditargetkan meningkat menjadi dua kali sehari berkat proses bongkar muat yang lebih cepat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi tengah mematangkan persiapan infrastruktur penunjang Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang ditargetkan beroperasi pada 2028.
Sebagai langkah strategis, puluhan armada pengangkut sampah baru siap diterjunkan untuk memastikan pasokan bahan baku listrik dari lingkungan masyarakat berjalan lancar.
Fokus: Persiapan DLH Kota Bekasi Jelang Operasional PSEL 2028
Mengapa DLH Kota Bekasi Perlu Menambah Armada Baru?
Penambahan armada baru sangat krusial untuk memenuhi tingginya kebutuhan operasional PSEL yang diperkirakan memakan pasokan hingga 1.400 ton sampah per hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, volume sampah harian dari masyarakat yang bermuara ke TPA Sumur Batu, Kota Bekasi, rata-rata sudah menyentuh angka 1.200 hingga 1.400 ton.
”Armada sampah yang kita siapkan di 2027 itu kita sudah menganggarkan 28 kompaktor,” kata Kepala Bidang Penanganan Sampah dan Kemitraan DLH Kota Bekasi, Andy Frengky kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (06/08/2026).
Apa Saja Spesifikasi 28 Truk Sampah yang Diusulkan?
Spesifikasi armada yang diusulkan mencakup 28 unit truk kompaktor dengan dua ukuran berbeda, yang sengaja disesuaikan agar mampu menjangkau berbagai kondisi jalan di lingkungan warga. Selain itu, pihak dinas juga berencana menambah jenis truk pembuang konvensional.
Berikut rincian usulan armada baru tersebut:
- 14 unit truk kompaktor berukuran 6 hingga 7 meter kubik.
- 14 unit truk kompaktor berukuran 12 hingga 14 meter kubik.
- Usulan penambahan armada tambahan berjenis Dump Truck.
”Jadi hitung-hitungan kita untuk volume sampah 1.400 ton per hari itu bisa kita penuhi dengan armada yang kita punya,” tuturnya.
Bagaimana Dampak PSEL Terhadap Ritase Pengangkutan Sampah?
Kehadiran fasilitas PSEL diyakini akan memangkas waktu bongkar muat secara signifikan sehingga ritase pengangkutan sampah bisa meningkat hingga dua kali lipat per hari.
Selama ini, dengan sistem konvensional, armada pengangkut DLH Kota Bekasi rata-rata hanya mampu melakukan satu kali perjalanan (ritase) dalam sehari.
”Jadi nanti kalau PSEL cepat. Jadi begitu datang ke PSEL kemudian di skrining ada atau tidak sampah-sampah yang tidak diperbolehkan, kalau tidak ada langsung masuk ke banker, langsung pulang,” pungkasnya.
Optimalisasi sarana prasarana penunjang ini diharapkan mampu mengurai persoalan darurat sampah di Kota Bekasi sekaligus mempercepat terwujudnya kemandirian energi di masa mendatang.
Bagaimana pendapat Anda mengenai kesiapan infrastruktur PSEL di Kota Bekasi ini? Bagikan artikel ini ke rekan Anda dan sampaikan opini di kolom komentar! Jangan lewatkan update berita terbaru seputar kebijakan publik dan pembangunan Kota Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







