Poin Utama:
- Dua jemaah haji asal Kota Bekasi, Arif Nugroho (59) dan H. Mat Rodji Mardjuki (64), dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi.
- Cuaca ekstrem yang mencapai 40-50 derajat Celcius di Tanah Suci menjadi tantangan berat, memicu imbauan pembatasan aktivitas di luar tenda.
- Total jemaah asal Kota Bekasi pada musim haji 1447 Hijriah mencapai 4.382 orang, terbagi dalam 12 kloter.
- Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Bekasi menjadwalkan kedatangan kloter pertama di Tanah Air pada 2 Juni 2026.
Ribuan jemaah haji asal Kota Bekasi saat ini tengah menjalani rangkaian puncak ibadah di Mina, Arab Saudi.
Di tengah kekhusyukan rukun Islam kelima tersebut, Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Bekasi menyampaikan kabar duka atas wafatnya dua jemaah asal wilayah setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keduanya dilaporkan tutup usia usai mengalami kendala kesehatan di tengah kondisi suhu udara yang sangat ekstrem.
Siapa Jemaah Haji Kota Bekasi yang Meninggal Dunia di Arab Saudi?
Kepala Kemenhaj Kota Bekasi, Rian Fauzi, mengonfirmasi ada dua warganya yang wafat dalam pelaksanaan haji tahun ini.
Jemaah pertama adalah Arif Nugroho (59) yang tergabung dalam kloter JKS 05. Ia dinyatakan meninggal dunia di RS Al Malik Fahd Madinah pada 20 Mei 2026 lalu.
Kabar duka berikutnya datang dari H. Mat Rodji Mardjuki (64), jemaah asal kloter JKS 11. Sebelum wafat pada 27 Mei 2026 pukul 11.03 Waktu Arab Saudi (WAS), almarhum sempat dilaporkan jatuh pingsan tepat di depan tenda jemaah di kawasan Mina.
”Kemudian dilakukan penanganan medis, dinyatakan meninggal dunia di Mina Al Waji Hospital,” kata Rian Fauzi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com via sambungan telepon, Sabtu (30/05/2026).
Apa Penyebab Jemaah Haji Wafat dan Bagaimana Kondisi Kesehatannya?
Kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang menyentuh angka 40 hingga 50 derajat Celcius disinyalir memicu kelelahan fisik yang fatal, atau heatstroke.
Berdasarkan hasil penelusuran data rekam medis, mendiang H. Mat Rodji sejatinya masuk dalam kategori risiko sedang dan dinyatakan layak terbang sebelum keberangkatan.
”Berdasarkan rekam medis, jemaah termasuk kategori jemaah risiko sedang dan dalam keadaan sehat juga,” ungkap Rian.
Guna mencegah bertambahnya korban jiwa, pihak Kemenhaj secara tegas mengimbau seluruh jemaah asal Kota Bekasi untuk menghentikan aktivitas fisik di luar tenda pada siang hari, kecuali untuk kegiatan ibadah yang sangat mendesak.
Kapan Jadwal Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji Kota Bekasi 2026?
Di luar insiden duka tersebut, Kemenhaj Kota Bekasi mengklaim operasional ibadah haji 1447 Hijriah secara umum berjalan lancar dan aman.
Proses pendorongan jemaah untuk kembali ke Tanah Air akan segera dieksekusi pada awal bulan depan.
”Berdasarkan laporan pelaksanaan ibadah haji tahun ini hampir tidak ada kendala. Jemaah kloter satu didorong untuk bersiap kembali ke tanah air pada tanggal 1 Juni,” terangnya.
Sebagai catatan tambahan, sebanyak 4.382 jemaah haji asal Kota Bekasi telah diberangkatkan tahun ini melalui Asrama Haji Jakarta Bekasi dan Embarkasi Kertajati.
Ribuan jemaah tersebut terbagi ke dalam 12 kloter, yang terdiri dari 9 kloter utuh dan 3 kloter gabungan, dengan rentang usia jemaah dari 17 hingga 94 tahun.
Segenap jajaran redaksi turut berbela sungkawa atas wafatnya para tamu Allah asal Kota Bekasi, semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai antisipasi cuaca ekstrem bagi jemaah haji kita ke depannya? Tinggalkan doa dan komentar Anda di bawah, serta baca terus pembaruan terkini seputar layanan publik Pemkot Bekasi dan kepulangan kloter haji hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








