Poin Utama:
- Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi, menginstruksikan peningkatan soliditas dan inovasi demi menggenjot pendapatan pasca-Idul Fitri 1447 Hijriah.
- Penekanan angka kehilangan air (kebocoran pipa produksi dan distribusi) menjadi target kritis operasional sepanjang tahun 2026.
- Safari halal bihalal sekaligus inspeksi mendadak ini menyasar KCP Sukatani, Tambelang, Cabangbungin, dan Cikarang Barat pada Senin (06/04/2026).
Suasana libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah telah usai, jajaran Direksi Perumda Tirta Bhagasasi langsung bergerak cepat memanaskan kembali mesin birokrasi perusahaannya.
Dipimpin langsung oleh Direktur Utama Reza Lutfi, manajemen pusat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) andalan Pemkab Bekasi ini menggelar inspeksi sekaligus halal bihalal ke sejumlah kantor cabang, Senin (06/04/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini bukan sekadar rutinitas silaturahmi basa-basi, melainkan manuver strategis untuk memastikan standar pelayanan publik dan target pundi-pundi perusahaan kembali beroperasi secara maksimal tanpa alasan “masih terbawa suasana libur”.
Mengapa Direksi Perumda Tirta Bhagasasi Langsung Turun ke Cabang Pasca Lebaran?
Kunjungan maraton ini bertujuan ganda: mempererat relasi emosional sekaligus memastikan semangat kerja karyawan di tingkat akar rumput tidak kendur. Reza Lutfi tak datang sendirian; ia membawa rombongan lengkap para kepala bagian dari divisi Hukum dan Humas, Umum, SDM, TI, Produksi, hingga Satuan Pengawas Intern untuk mengevaluasi kinerja secara komprehensif.
Pada hari pertama, rombongan memfokuskan pantaunnya di KCP Sukatani, KCP Tambelang, Cabang Cikarang Barat, dan KCP Cabangbungin.
Kehadiran para petinggi pusat ini diharapkan mampu memecah kebekuan struktural dan memfasilitasi interaksi langsung dengan para garda terdepan pelayanan air bersih.
Apa Instruksi Utama Dirut Reza Lutfi kepada Karyawan Tirta Bhagasasi?
Dalam arahannya, Reza Lutfi menegaskan bahwa sekadar bekerja rutinitas tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan zaman; dibutuhkan terobosan nyata.
Terdapat tiga pilar utama yang wajib ditingkatkan oleh seluruh elemen perusahaan, yakni soliditas tim, komitmen pelayanan, dan inovasi kerja. Ketiga hal ini bermuara pada satu target krusial: lonjakan pendapatan dan kepuasan pelanggan.
”Jika pendapatan naik, maka sudah pasti akan terjadi peningkatan kesejahteraan para karyawan,” kata Reza Lutfi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di sela kunjungannya di KCP Sukatani, Senin (06/04/2026).
Apa Fokus Program Utama Perumda Tirta Bhagasasi Sepanjang Tahun 2026?
Selain menuntut perbaikan omzet, manajemen juga menyoroti kelemahan sistem yang terus menggerus laba perusahaan.
Penekanan angka kehilangan air (Non-Revenue Water), baik akibat kebocoran teknis saat fase produksi maupun di jaringan perpipaan distribusi, didapuk sebagai program prioritas yang tidak bisa ditawar lagi pada tahun 2026 ini.
Berikut adalah langkah taktis yang diinstruksikan bagi seluruh jaringan cabang dan KCP:
- Meningkatkan intensitas patroli dan deteksi dini titik kebocoran pipa distribusi di permukiman.
- Mempercepat waktu respons (response time) terhadap aduan pelanggan terkait kualitas air keruh maupun aliran yang tersendat.
- Menciptakan inovasi penagihan untuk menekan angka tunggakan demi menyehatkan arus kas perusahaan.
Safari manajerial ini dijadwalkan akan terus berlanjut pada Selasa dan Rabu (07-08/04/2026) guna menyisir sisa kantor cabang dan KCP yang belum dievaluasi oleh pucuk pimpinan BUMD Pemkab Bekasi ini.
Publik tentu menanti, apakah “pecutan” motivasi ini akan berdampak nyata pada kualitas kucuran air di rumah warga.
Apakah aliran air Perumda Tirta Bhagasasi di wilayah tangga Anda sudah maksimal? Tinggalkan keluhan atau apresiasi Anda di kolom komentar di bawah, dan bagikan artikel ini agar suara warga Kabupaten Bekasi semakin didengar oleh pemangku kebijakan! Baca terus RakyatBekasi.com untuk mengawal transparansi layanan publik daerah.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















