Meneguhkan Perjuangan Demokrasi Kerakyatan: HUT Pemuda Demokrat ke-78 dan Harlah Pancasila 2025

- Jurnalis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirgahayu Pemuda Demokrat ke 78.

Dirgahayu Pemuda Demokrat ke 78.

Momentum Sejarah: Pemuda Demokrat dan Pancasila

Di tengah arus perubahan zaman, Pemuda Demokrat Indonesia memperingati dua momen bersejarah yang menjadi fondasi perjuangan bangsa: Hari Ulang Tahun Pemuda Demokrat ke-78 dan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2025.

Perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi panggilan bagi generasi muda untuk terus bergerak, berpikir, dan bertindak demi cita-cita Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Pemuda Demokrat: Ujung Tombak Perjuangan

Sebagai bagian dari gerakan marhaenis yang dipelopori oleh Bung Karno, Pemuda Demokrat Indonesia menegaskan komitmennya untuk tidak berkompromi terhadap segala bentuk penindasan dan ketimpangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Organisasi ini hadir sebagai pemuda progresif-revolusioner, yang percaya bahwa perubahan tidak datang dari kenyamanan, tetapi dari keberanian untuk melawan.

“Kita bukan generasi yang tunduk pada status quo, bukan pula pemuda yang tenggelam dalam gemerlap kapitalisme dan pragmatisme politik. Kita adalah pemuda yang berani berpikir merdeka dan bertindak revolusioner,” ujar Ketua DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bekasi, M Jesada Jonathan kepada rakyatbekasi.com, Minggu (31/05/2025).

Pancasila: Ideologi Pembebas

Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi ideologi pembebas yang lahir dari penderitaan rakyat dan gelora juang melawan kolonialisme.

Di tengah upaya sebagian elite untuk mereduksi Pancasila menjadi jargon kosong, Pemuda Demokrat berkomitmen untuk menghidupkannya kembali sebagai alat perjuangan politik, ekonomi, dan kebudayaan.

“Hanya dengan menjadikan Pancasila sebagai praksis nyata, bangsa ini akan keluar dari ketergantungan dan ketidakadilan,” tegasnya.

Tantangan dan Tugas Pemuda Demokrat

Saat ini, Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketimpangan pembangunan, pemuda yang dijauhkan dari persoalan kebangsaan, hingga neoliberalisme yang terus menjajah dalam bentuk baru. Oleh karena itu, Pemuda Demokrat harus hadir sebagai pelopor, bukan sekadar penonton.

Beberapa langkah konkret yang harus dilakukan:

  • Membangun kesadaran politik di kalangan anak muda.
  • Membela hak-hak rakyat pekerja dan kelompok marhaen.
  • Memperkuat gerakan komunitas untuk menghadapi ketidakadilan.
  • Menyatukan kekuatan progresif demi menghadang dominasi kapitalisme global.
Marhaenisme: Jalan Hidup, Bukan Nostalgia

Marhaenisme bukan sekadar kenangan masa lalu, tetapi jalan hidup yang harus diwujudkan dalam aksi nyata.

Dari advokasi pedagang kecil, pembelaan terhadap buruh, hingga pendidikan politik bagi generasi muda, semua menjadi bagian dari perjuangan Pemuda Demokrat dalam menjaga kedaulatan bangsa.

“Demokrasi sejati hanya mungkin lahir jika rakyat jelata menjadi subjek utama dalam proses politik dan pembangunan,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI
Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC
Sejarah Jalan Latuharhary: Mengenal Sosok Pahlawan Maluku Penjaga NKRI
Sejarah Jalan Dr Kusuma Atmaja: Ketua MA Pertama RI
Satu-satunya di Jabodetabek, STAH Dharma Nusantara Buka Magister S2 Pendidikan Agama Hindu
Cegah Stunting, Alfamidi Salurkan 160 Ribu Telur ke 26 Kota dan Kabupaten di 15 Provinsi
​Sejarah Jalan Jusuf Adiwinata Menteng: Bapak Imigrasi RI
Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:11 WIB

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI

Senin, 27 Juli 2026 - 12:13 WIB

Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:46 WIB

Sejarah Jalan Latuharhary: Mengenal Sosok Pahlawan Maluku Penjaga NKRI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:29 WIB

Sejarah Jalan Dr Kusuma Atmaja: Ketua MA Pertama RI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:47 WIB

Satu-satunya di Jabodetabek, STAH Dharma Nusantara Buka Magister S2 Pendidikan Agama Hindu

Berita Terbaru

PENA KEMERDEKAAN: Suasana jalan raya dan lalu lintas di sekitar ruas Jalan Abdul Muis, kawasan tersembunyi di balik Jalan Merdeka Barat, dekat Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/07/2026). Penamaan jalan protokol ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati Abdoel Moeis, jurnalis kritis pendiri koran Hindia Serikat, pengarang mahakarya novel Salah Asuhan, sekaligus tokoh yang tercatat sebagai orang pertama penerima gelar Pahlawan Nasional di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:11 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x