NH Award 2025: Saat Prestasi dan Akhlak Berjalan Beriringan di Pesantren Nurul Huda Setu

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Minggu malam, 14 Desember 2025, menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Huda Setu. Bertempat di Lapangan MTs Yayasan Nurul Huda Setu, Kabupaten Bekasi, ratusan santri berkumpul dalam perhelatan NH Award 2025.

​Acara tahunan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi merupakan bentuk peneguhan komitmen pesantren dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mulia secara moral (akhlakul karimah).

Suasana Khidmat dan Nilai-Nilai Qur’ani

​Rangkaian acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh salah satu santri berprestasi. Suara yang mengalun tenang di bawah langit malam Bekasi menciptakan suasana khidmat, mengingatkan seluruh hadirin bahwa setiap prestasi yang diraih haruslah berakar pada nilai-nilai Qur’ani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Pihak pengelola pesantren menekankan bahwa NH Award 2025 dirancang untuk memberikan stimulasi positif bagi para santri agar terus konsisten dalam memperbaiki diri, baik dalam aspek ibadah, kedisiplinan, maupun hubungan sosial antar sesama santri.

Kategori Penghargaan: Menilai Karakter secara Holistik

​Berbeda dengan penghargaan akademik pada umumnya, NH Award memberikan apresiasi pada aspek-aspek karakter yang sering kali luput dari penilaian formal. Pada semester ini, pemberian sertifikat penghargaan diberikan kepada santri dalam berbagai kategori unggulan:

  • Santri Terajin: Diberikan kepada mereka yang menunjukkan konsistensi dalam mengikuti seluruh kegiatan pesantren.
  • Santri Terpeduli: Apresiasi bagi santri yang memiliki empati tinggi terhadap lingkungan dan sesama rekan.
  • Santri Terbersih: Mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang sehat dan asri.
  • Angkatan Tersolid: Penghargaan khusus bagi kolektivitas dan kerja sama tim antar jenjang kelas.
  • Santri of The Year: Gelar tertinggi bagi santri yang mampu menjadi teladan (uswah) dalam berbagai aspek selama satu tahun terakhir.

Membangun Budaya Apresiasi

​Ketua Panitia NH Award 2025 menyatakan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif melalui pengamatan harian oleh para pengasuh dan asatidz.

​”Kami ingin setiap santri merasa dilihat dan dihargai. Prestasi bukan hanya soal nilai di atas kertas, tapi bagaimana mereka menjaga kebersihan kamar, bagaimana mereka peduli pada temannya yang sakit, dan bagaimana mereka disiplin bangun sebelum fajar,” ujarnya di sela-sela acara.

Dampak Positif bagi Pengembangan Santri

​Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi santri lainnya untuk terus berkompetisi dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Dengan adanya kategori seperti “Angkatan Tersolid”, pesantren juga berusaha meminimalisir ego sektoral dan memperkuat rasa persaudaraan (ukhuwah) antar santri di lingkungan Kabupaten Bekasi.

​Pondok Pesantren Nurul Huda Setu terus berinovasi dalam memadukan kurikulum salaf dan modern, di mana pemberian penghargaan seperti NH Award menjadi instrumen penting dalam pendidikan karakter abad ke-21.

Apakah Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai profil pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Huda Setu? Kunjungi situs resmi kami atau ikuti media sosial kami untuk mendapatkan update kegiatan santri lainnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegiat Kopi Ungkap Potensi Ekonomi Kopi Windusari di Kabupaten Magelang
Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI
Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini
GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap
AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam
Waspada Ancaman Mata Kering di Jabodetabek: 41% Warga Terdampak Tanpa Sadar
905 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor Selama Nataru
Revolusi Sepak Bola: FIFA Uji Coba “Wenger Law” dan Aturan Kiper untuk Akhiri Era Offside Milimeter

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:27 WIB

Pegiat Kopi Ungkap Potensi Ekonomi Kopi Windusari di Kabupaten Magelang

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:31 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI

Senin, 19 Januari 2026 - 08:40 WIB

Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini

Senin, 19 Januari 2026 - 04:53 WIB

GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:26 WIB

AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca