Normalisasi Kali Bekasi Terganjal Penolakan Penghuni Bangunan Liar

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga yang menolak rencana penggusuran oleh Pemkot Bekasi melakukan aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

Sejumlah warga yang menolak rencana penggusuran oleh Pemkot Bekasi melakukan aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

Poin Utama:

  • Lokasi Kendala: Lahan negara di belakang Lotte Mart Rawa Panjang, Kecamatan Rawalumbu.
  • Penyebab: Penghuni bangunan liar (bangli) menolak ditertibkan dan mengadu ke Komnas HAM.
  • Status Ganti Rugi: Pemkot Bekasi menegaskan tidak ada ganti rugi untuk bangunan di atas tanah negara.
  • Sumber Dana: Proyek fisik didanai penuh oleh APBN melalui BBWSCC Kementerian PUPR.

​Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mempercepat proyek strategis pengendalian banjir kembali menemui jalan terjal. Proses normalisasi Kali Bekasi kini tersendat di kawasan Rawa Panjang, Kecamatan Rawalumbu, akibat adanya penolakan keras dari penghuni bangunan liar (bangli) yang menduduki lahan negara, bahkan hingga melibatkan Komnas HAM.

​Mengapa Normalisasi Kali Bekasi di Rawalumbu Terhenti?

​Kendala utama terhentinya pengerjaan fisik tanggul di titik ini murni disebabkan oleh persoalan pengadaan lahan yang belum tuntas (clean and clear).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengungkapkan bahwa sejumlah titik lahan milik negara di sepanjang aliran sungai masih diduduki warga secara ilegal.

​”Normalisasi Kali Bekasi memang terkendala di pengadaan tanah. Ada beberapa spot, salah satunya di sepanjang Lotte Rawa Panjang, itu ada lahan milik negara yang ditempati bangunan liar,” kata Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya di Kota Bekasi, Minggu (25/01/2026).

​Idi menjelaskan bahwa pihaknya bersama Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi sebenarnya telah berupaya melakukan penertiban.

Namun, langkah tersebut terhalang oleh resistensi warga setempat yang menolak pindah dan memilih jalur advokasi ke Komnas HAM.

​Bagaimana Respon Pemkot Bekasi Terhadap Aduan Warga ke Komnas HAM?

​Pemerintah daerah kini berada dalam posisi dilematis antara aspek kemanusiaan dan urgensi keselamatan publik.

Meski memahami kondisi warga terdampak penggusuran, Pemkot Bekasi menekankan bahwa kepentingan masyarakat luas yang kerap menjadi korban banjir kiriman harus diprioritaskan.

​Idi menegaskan bahwa secara aturan hukum, pemerintah tidak memiliki payung hukum untuk memberikan kompensasi bagi pelanggar tata ruang.

​”Kita tidak bisa membayar bangunan yang berdiri di atas tanah negara. Itu sudah kita jelaskan juga ke Komnas HAM, jadi memang serba salah,” tegas Idi.

​Terkait hal ini, Pemkot Bekasi terus melakukan pendekatan persuasif dan harmonisasi. Tujuannya agar warga memahami bahwa keberadaan bangunan mereka di bantaran sungai justru memperparah risiko banjir bagi ribuan warga lainnya di Kecamatan Rawalumbu dan sekitarnya.

​Kapan Pembangunan Tanggul Kali Bekasi Dilanjutkan?

​Kelanjutan pembangunan fisik tanggul dan polder sepenuhnya bergantung pada kesiapan lahan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) sebagai pelaksana proyek yang didanai APBN Kementerian PUPR hanya akan bekerja jika lahan sudah bebas sengketa.

​”Sekarang ini dicoba pelan-pelan, kita harmonisasi lagi supaya tetap bisa berjalan. Karena BBWSCC sudah menunggu, kalau lahannya clear mereka langsung kerjakan pembangunan tanggul,” ujar Idi.

​Sebagai catatan, fokus pengendalian banjir di Kota Bekasi tidak hanya bertumpu pada satu titik. Berdasarkan data historis DBMSDA, wilayah pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi yang bermuara ke Kali Bekasi merupakan titik krusial. Penanganan juga mencakup wilayah rawan banjir lainnya seperti Jatiasih, Pondokgede, dan Pondokmelati yang menjadi target normalisasi bertahap.

​Pemkot Bekasi berharap mediasi dengan warga penghuni bangli dapat segera menemukan titik temu agar proyek pengendali banjir ini tidak mangkrak. Keterlambatan pengerjaan dikhawatirkan akan memperburuk dampak banjir saat musim hujan mencapai puncaknya.

Punya informasi terkait sumbatan saluran air atau bangunan liar yang memicu banjir di lingkungan Anda? Laporkan segera melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi atau hubungi redaksi kami.

Visited 16465 times, 1 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target
Peluang Emas! PBPI Kota Bekasi Buka Sertifikasi Wasit Padel
Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar
Bansos Tunai Rp5,4 Juta: Pemkot Bekasi Siap, Tunggu Aturan!
Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7
Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!
Praktik Suap Pendidikan Bekasi Dikuliti Habis Majelis SEPAGETI
Proyek Pirolisis Bantargebang, Gunungan Sampah Bakal Disulap Jadi BBM
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:11 WIB

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WIB

Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:02 WIB

Bansos Tunai Rp5,4 Juta: Pemkot Bekasi Siap, Tunggu Aturan!

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:35 WIB

Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:36 WIB

Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!

Berita Terbaru

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menerima audiensi jajaran GoTo di Kantor Kementerian Sosial, Jumat (12/06/2026). (Dok. Kemensos)

Nasional

Cegah Bansos Salah Sasaran, Kemensos Gunakan Teknologi GoTo

Sabtu, 13 Jun 2026 - 13:50 WIB

Truk tangki distribusi BBM milik Pertamina (PT Trans Migasindo) bersiap melakukan bongkar muat pasokan bahan bakar di salah satu area SPBU pada malam hari, guna memastikan ketersediaan stok Pertalite tetap aman dan terdistribusi maksimal bagi masyarakat pengguna jalan.

Nasional

Stok Pertalite Pertamina Aman, Warga Bekasi Jangan Panik!

Sabtu, 13 Jun 2026 - 04:33 WIB

Ilustrasi Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya (tengah), saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, belum lama ini. Sony kini resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dan berani mengungkap 26 nama elite politik yang diduga terlibat.

Nasional

Siapa Berani Bantah “Nyanyian MBG” Sony Sanjaya?

Jumat, 12 Jun 2026 - 20:25 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x