AkustikMU: Strategi Dakwah Kultural Muhammadiyah Kota Bekasi

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

  • ​Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PDM Kota Bekasi resmi membentuk grup musik AkustikMU.
  • ​Grup ini dimotori oleh Seniman Zenza TekSas, memadukan instrumen gitar, bas, cajon, dan biola.
  • ​AkustikMU fokus mengusung repertoar lagu bertema nasionalisme dan religiusitas sebagai media pencerahan.
  • ​Penampilan perdana sukses digelar dan menarik perhatian masyarakat di kawasan CFD Lagoon, Bekasi Selatan.

​Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi resmi menghadirkan terobosan baru bernama AkustikMU.

Grup musik yang dimotori oleh Seniman Zenza TekSas ini menjadi medium dakwah kultural strategis yang menyasar masyarakat luas.

Kehadirannya melengkapi berbagai komunitas kreatif Muhammadiyah dengan memadukan nilai kebangsaan dan religiusitas secara harmonis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Perluas Jangkauan, Muhammadiyah Kota Bekasi Lahirkan AkustikMU

​Organisasi Muhammadiyah terus bergerak dinamis dari tingkat pusat, wilayah, daerah, hingga ke tingkat ranting.

Di wilayah lokal, pergerakan sosial kemasyarakatan ini diperkuat oleh Majelis, Lembaga, serta Organisasi Otonom (Ortom) yang berakar kuat di tengah warga.

​Ruang ekspresi positif bagi warga persyarikatan kini semakin beragam dengan lahirnya komunitas akar rumput.

Sebelumnya, masyarakat telah mengenal PanahMU, GowesMU, hingga BikersMU sebagai wadah silaturahmi inklusif yang digerakkan melalui kesamaan hobi.

​Merespons kebutuhan syiar yang lebih adaptif, LSBO Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bekasi mengambil langkah inovatif.

Mereka membentuk “AkustikMU”, sebuah grup musik inspiratif yang digawangi langsung oleh seniman lokal ternama, Ir. H. Zen Zainul HP., CWC., CHt., atau yang akrab disapa Zenza TekSas.

​Mengapa AkustikMU Menjadi Strategi Baru Dakwah Kultural?

​Kehadiran AkustikMU menjadi jawaban langsung atas kebutuhan metode dakwah yang luwes dan merakyat.

Format band akustik dipilih karena sifatnya yang dinamis, membumi, dan mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat di ruang-ruang publik.

​Grup ini memadukan instrumen dasar seperti gitar, bas, dan cajon, yang sesekali diperkaya dengan sayatan syahdu dari biola.

Melalui harmoni nada, metode dakwah kultural ini menanggalkan kesan kaku dan berhasil menyatu dengan ritme keseharian masyarakat perkotaan.

​Pendekatan ini terbukti efektif saat AkustikMU menggelar penampilan memukau di kawasan Car Free Day (CFD) Lagoon, Kecamatan Bekasi Selatan, beberapa waktu lalu.

Lewat panggung terbuka tersebut, seni sukses diredefinisi dari sekadar hiburan menjadi medium interaksi sosial yang bernilai.

​Apa Saja Pesan Nasionalisme dan Religiusitas yang Disampaikan?

​AkustikMU hadir dengan identitas kuat sebagai “Grup Musik Nasionalisme dan Religiusitas”. Mereka membawa misi ganda yang tajam; memupuk kecintaan pada Tanah Air sekaligus menyiram batin pendengarnya dengan nilai-nilai ketuhanan.

​Untuk merawat ingatan sejarah dan rasa cinta Tanah Air, mereka secara konsisten membawakan lagu-lagu kebangsaan.

Repertoar epik seperti Indonesia Pusaka, Tanah Airku, dan Ibu Pertiwi rutin disajikan untuk menggelorakan semangat kebangsaan di sanubari penonton.

​Lebih istimewa lagi, AkustikMU turut membawakan karya orisinal Zenza TekSas berjudul 8 Presiden Kita. Selain itu, pesan spiritual juga disampaikan secara mendalam melalui rincian berikut:

  • Sisi Religiusitas: Membawakan deretan lagu religi sarat makna seperti Tuhan, Bidadari Surga, dan Sajadah Panjang.
  • Tujuan Spiritual: Menyentuh sisi emosional pendengar, mengajak merenung, serta membangkitkan kembali kedekatan dengan Sang Pencipta.

​Melalui keberadaan AkustikMU, seni diposisikan secara cerdas sebagai instrumen pencerahan. Terobosan ini menegaskan bahwa Muhammadiyah mampu merawat nilai-nilai kebangsaan dan keimanan secara harmonis di urat nadi Kota Bekasi.

Bagaimana pendapat Anda tentang inovasi dakwah kultural melalui musik ini? Bagikan artikel ini untuk menyebarkan semangat positif dari Kota Bekasi, dan baca terus perkembangan berita seputar layanan publik serta komunitas lokal hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapor Merah CKG: 3.334 Warga Kota Bekasi Tercatat Perokok Aktif
Miris! Baru Saja Ditata Pemkot Bekasi, Taman Tarum Bhagasasi jadi Sasaran Vandalisme
Warisan Ridwan Kamil Mulai Ditata Ulang, Taman Tarum Bhagasasi Kini Dipercantik
Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan di SDN 4 Perwira Bekasi Utara Dikecam
Nasib 300 Pedagang Relokasi: Disperkimtan Kebut Rencana Awning Rooftop Pasar Baru Bekasi
Banpres Rp200 Miliar Dipastikan Cair, Kontruksi Flyover Bulak Kapal Dimulai September 2026
Kisah Rumah Makan Gratis di Jatiasih Bekasi, Sediakan 100 Porsi Setiap Hari
Kombes Putu Kholis Resmi Jabat Kapolres Metro Bekasi Kota
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:30 WIB

Rapor Merah CKG: 3.334 Warga Kota Bekasi Tercatat Perokok Aktif

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:57 WIB

AkustikMU: Strategi Dakwah Kultural Muhammadiyah Kota Bekasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:51 WIB

Miris! Baru Saja Ditata Pemkot Bekasi, Taman Tarum Bhagasasi jadi Sasaran Vandalisme

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:05 WIB

Warisan Ridwan Kamil Mulai Ditata Ulang, Taman Tarum Bhagasasi Kini Dipercantik

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:05 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan di SDN 4 Perwira Bekasi Utara Dikecam

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x