- Ketua Fraksi Gerindra Demokrat DPRD Kota Bekasi mendukung penuh target Presiden Prabowo Subianto membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt peak (GWp).
- Transisi menuju energi terbarukan ini diproyeksikan mampu menyelamatkan anggaran negara hingga Rp80 triliun dari pengurangan konsumsi BBM untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
- DPRD Kota Bekasi mendorong Pemkot Bekasi dan pemerintah daerah lainnya untuk proaktif membantu pengadaan lahan agar megaproyek ini dapat berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN).
- Presiden Prabowo secara khusus menantang Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar proyek raksasa tersebut bisa terealisasi hanya dalam waktu dua tahun.
Ketua Fraksi Gerindra Demokrat DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah berani Presiden RI Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt peak (GWp).
Proyek raksasa yang dicanangkan rampung dalam kurun waktu tiga tahun ke depan ini dinilai sebagai wujud komitmen nyata pemerintah dalam mempercepat transisi sekaligus memperkokoh ketahanan energi nasional.
Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Kawal Proyek PLTS 100 GW
Pembangunan infrastruktur kelistrikan hijau ini menjadi angin segar di tengah tingginya ketergantungan Indonesia pada energi fosil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasalnya, beban operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) saat ini masih sangat membebani keuangan negara.
Mengapa Pembangunan PLTS 100 GWp Sangat Mendesak?
Pembangunan PLTS skala masif sangat krusial untuk menekan pemborosan anggaran akibat tingginya konsumsi bahan bakar fosil.
Secara nasional, kapasitas PLTD saat ini masih menyentuh angka 12 GW dengan tingkat konsumsi BBM mencapai 4,2 juta kiloliter per tahun.
“Ini kalau kita rupiahkan dengan kondisi sekarang ini kurang lebih sekitar 80 triliun lebih. Nah, dengan menggunakan PLTS tentu biaya-biaya seperti ini akan terhindarkan,” kata Misbahudin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (27/08/2026).
Politisi yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Bekasi ini mengaku sangat optimis target Presiden dapat terkelola dengan baik.
Percepatan ini cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya dalam RUPTL, PLN hanya menargetkan 17 GW PLTS hingga tahun 2034, namun kini diintegrasikan menjadi 100 GWp pada 2029.
Apa Tantangan Utama Realisasi Megaproyek Energi Ini?
Ketersediaan lahan menjadi tantangan terbesar sekaligus kunci utama kesuksesan proyek selain pengadaan panel surya itu sendiri.
Oleh karena itu, sinergi kebijakan dari pemerintah pusat hingga daerah mutlak diperlukan.
“Terkait dengan pengadaan lahan ini juga perlu campur tangan pemerintah daerah,” tuturnya.
Bagaimana Skema Proyek Strategis Nasional (PSN) Mempercepat Pembangunan?
Penetapan status Proyek Strategis Nasional (PSN) akan sangat mempermudah alur koordinasi dan eksekusi integrasi sistem kelistrikan (grid) di lapangan yang selama ini didominasi PLTU. Misbahudin sangat sepakat dengan usulan para ahli terkait status PSN untuk megaproyek ini.
“PSN ini kan dia per spot, tetapi tentu pemerintah bisa memilih pada titik-titik mana yang akan difavoritkan untuk pengembangan ini sehingga tercapai dengan total 100 GWp tersebut,” pungkasnya.
Apa Target Khusus Presiden Prabowo untuk Menteri ESDM?
Presiden menargetkan megaproyek ini menjadi solusi mutlak untuk menghentikan total impor minyak mentah dan LPG yang selama ini menguras devisa.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan groundbreaking proyek PLTS 100 GWp baru-baru ini.
“Terima kasih semua unsur hari ini hari penting kita launching dan saya percaya mungkin kurang dari 3 tahun kita akan sampai 100 Giga Watt. Iya kan?” ucapnya.
Dalam momen tersebut, Presiden bahkan secara terbuka menantang Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mempercepat realisasi proyek lebih awal dari rencana semula. Target tiga tahun diminta untuk dipangkas menjadi dua tahun.
“Dulu swasembada pangan saya beri target empat tahun tim ekonomi tim pertanian tim pangan berhasil satu tahun. Berarti kalau saya kasih target tiga tahun untuk tim energi ya nggak lah, dua tahun lah ya,” tegasnya.
Presiden pun menjanjikan penghargaan khusus bagi tim energi jika target percepatan tersebut benar-benar mampu dicapai.
“Kalau berhasil 2 tahun, tim energi dapat bintang lagi aku kasih tanda kehormatan,” imbuhnya.
Transformasi menuju kemandirian energi bersih kini bukan sekadar wacana, melainkan telah menjadi agenda prioritas nasional.
Keterlibatan aktif pemerintah daerah, termasuk Pemkot Bekasi, sangat dinantikan demi memastikan ketersediaan lahan kelistrikan yang berkesinambungan.
Dapatkan ragam informasi terkini seputar kebijakan strategis pemerintah pusat maupun daerah dengan membagikan artikel ini, meninggalkan komentar, serta pastikan Anda mengikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update dengan berita yang akurat dan terpercaya!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















