Poin Utama:
- Inventarisasi: Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) mendata kerusakan jalan arteri dan protokol pasca banjir di 16 titik.
- Lokasi Kritis: Kerusakan parah (amblas) terjadi di Jalan Raya Narogong, seberang PT Fujiaire Indonesia.
- Wilayah Terdampak: Banjir melanda 9 kecamatan, termasuk Rawalumbu, Pondokgede, Jatiasih, dan Bekasi Barat.
- Strategi Penanganan: Perbaikan darurat (tambal sulam) dilakukan segera, sementara perbaikan besar (overlay) menunggu musim hujan reda.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap sejumlah infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan pasca banjir yang melanda wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir.
Langkah ini diambil untuk memetakan prioritas perbaikan, termasuk penanganan darurat pada jalan yang berlubang dan ambles demi keselamatan pengendara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagaimana Strategi Pemkot Bekasi Menangani Jalan Rusak di Musim Hujan?
Pemkot Bekasi menerapkan strategi penanganan prioritas, di mana jalan yang berlubang parah akan segera ditambal sementara, sedangkan perbaikan total (overlay) akan dilakukan saat cuaca kondusif.
Wali Kota Bekasi menyadari bahwa perbaikan infrastruktur di tengah intensitas hujan tinggi memiliki tantangan tersendiri terkait kualitas hasil pengerjaan.
”Ya, kita lihat perkembangannya. Ya, karena kalau memperbaiki jalan pada saat musim hujan ini kan juga tidak optimal,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Minggu (25/01/2026).
Kendati demikian, Tri telah menginstruksikan jajaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) untuk tidak membiarkan lubang yang membahayakan nyawa pengendara.
Jika kerusakan jalan arteri berada di bawah kewenangan Pemkot Bekasi, penanganan wajib dilakukan sesegera mungkin.
Wilayah Mana Saja yang Mengalami Dampak Banjir Terparah?
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, hujan deras sejak Kamis (22/01/2026) menyebabkan genangan di 16 titik yang tersebar di 9 kecamatan. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 150 cm, yang mengakibatkan terkelupasnya aspal di sejumlah ruas jalan.
Beberapa kecamatan yang tercatat mengalami dampak cukup signifikan antara lain:
- Kecamatan Rawalumbu
- Kecamatan Pondokgede
- Kecamatan Jatiasih
- Kecamatan Bekasi Barat
Siapa yang Bertanggung Jawab atas Jalan Ambles di Narogong?
Meskipun status Jalan Raya Narogong merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkot Bekasi mengambil langkah responsif karena menyangkut keselamatan warga Bekasi. Kerusakan spesifik berupa jalan dan trotoar amblas ditemukan tepat di seberang PT Fujiaire Indonesia.
”Keselamatan warga adalah prioritas. Walaupun ini jalan provinsi, kami tetap hadir untuk memastikan penanganannya berjalan cepat dan tidak berlarut-larut,” tegas Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam siaran pers terkait peninjauan lokasi tersebut, Jumat (24/01/2026).
Tri mendesak agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera menindaklanjuti perbaikan Jalan Narogong secara menyeluruh mengingat jalan tersebut adalah akses vital bagi mobilitas industri dan warga.
Koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar kerusakan ini tidak memakan korban jiwa.
Melalui langkah cepat inventarisasi dan koordinasi yang intensif dengan pihak provinsi, diharapkan kenyamanan pengguna jalan di Kota Bekasi dapat segera pulih.
Pemkot Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi titik-titik jalan yang sedang dalam masa perbaikan.
Warga Kota Bekasi yang menemukan jalan berlubang atau infrastruktur rusak dapat melaporkannya melalui telepon pengaduan 112 atau media sosial resmi Pemkot Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


































