Presiden Prabowo Krisis Legitimasi? Ini Solusi Kritis LBH Fraksi 98

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi krisis legitimasi dan tuntutan reformasi. (Nano Banana Pro2)

Ilustrasi krisis legitimasi dan tuntutan reformasi. (Nano Banana Pro2)

Poin Utama:

  • ​Gelombang demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah memicu ancaman krisis legitimasi kekuasaan eksekutif.
  • ​Mahasiswa menuntut penurunan harga sembako dan BBM, serta evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • ​LBH Fraksi ’98 mendesak Presiden segera melakukan konsolidasi politik dan repositioning kabinet secara berkala.
  • ​Konsolidasi harus berorientasi pada keadilan substantif rakyat, bukan sekadar manuver untuk mengamankan kekuasaan elite.

​Gelombang demonstrasi mahasiswa yang terus meluas di berbagai daerah memicu krisis legitimasi kekuasaan Presiden.

Merespons tensi politik yang memanas, Direktur LBH FRAKSI ’98, Naupal Al Rasyid, mendesak pemerintah pusat untuk segera melakukan konsolidasi politik menyeluruh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembenahan institusi dan perombakan (repositioning) kabinet dinilai menjadi langkah krusial untuk mencegah negara jatuh ke dalam jurang oklokrasi atau tirani kekuasaan.

​Mengapa Terjadi Krisis Legitimasi Kekuasaan Presiden?

​Krisis ini memuncak seiring hilangnya otoritas efektif pemerintah di mata publik akibat rentetan kebijakan kontroversial.

​”Krisis legitimasi kekuasaan Presiden merupakan kondisi ketika rakyat kehilangan kepercayaan terhadap hak moral dan hukum seorang kepala negara untuk mempertahankan kekuasaan dan stabilitas negara,” kata Naupal Al Rasyid kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (29/06/2026).

​Naupal menyoroti bahwa demonstrasi mahasiswa saat ini adalah representasi dari keputusasaan rakyat.

Tuntutan utama mereka jelas: menekan lonjakan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta menolak program populis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai membebani anggaran.

Jika pemerintah gagal memberikan rasa aman dan kesejahteraan, gelombang protes diyakini akan terus membesar.

​Apa Solusi Mengatasi Krisis Kepercayaan Publik?

​Untuk meredam tekanan publik, Presiden membutuhkan dukungan politik yang solid tanpa mengabaikan aspirasi akar rumput.

Berdasarkan kacamata sosiologi politik Max Weber, kekuasaan yang sah harus ditopang oleh fondasi hukum dan administratif yang rasional, bukan sekadar kekuatan elite.

​Langkah taktis yang wajib segera dieksekusi pemerintah meliputi:

  • Perombakan Formasi Menteri: Melakukan repositioning kabinet secara berkala untuk memastikan birokrasi bekerja optimal dan bebas dari vested interest.
  • Komunikasi Rasional: Menjalin dialog partisipatif dengan rakyat, menghindari kebijakan top-down yang manipulatif dan represif.
  • Penguatan Institusi Hukum: Mengembalikan fungsi hukum sebagai instrumen keadilan, bukan sekadar alat pelindung kekuasaan.

​Apakah Konsolidasi Politik Hanya Sekadar Bertahan di Kekuasaan?

​Konsolidasi politik tidak boleh disalahartikan sebagai strategi dangkal untuk sekadar menyelamatkan masa jabatan.

Tindakan tersebut harus bersifat korektif, bukan represif yang bertujuan membungkam suara kritis masyarakat.

​Kekuasaan Presiden yang ideal dibatasi oleh hukum dan diarahkan mutlak untuk kesejahteraan umum. Apabila hukum justru direkayasa untuk melindungi elite, stabilitas negara yang tercipta hanyalah legitimasi palsu yang menyembunyikan kemunduran moral pemerintahan.

​Legitimasi Presiden sejatinya tidak cukup hanya dipertahankan lewat prosedur konstitusional di atas kertas, tetapi wajib dibangun kembali melalui pembuktian integritas moral.

Pertanyaan terbesarnya saat ini: apakah rakyat masih memiliki alasan moral untuk taat kepada pemerintah?

​Bagaimana pandangan Anda terkait urgensi perombakan kabinet di tengah krisis saat ini? Sampaikan opini Anda di kolom komentar, bagikan artikel ini, dan terus ikuti perkembangan analisis politik nasional maupun daerah hanya di RakyatBekasi.Com, Beyond Your Local News.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Kesaktian 7 Oktober 2023: Tonggak Kebangunan Global Islam Saat Ini
Awas! Ketidakpastian Hukum Jadi Tameng Abadi Para Oligarki
Arab Saudi Serang Houthi, Monarki Teluk Terancam Runtuh?
Geopolitik Iran vs RI: Kuasai Hormuz, Lepas Selat Malaka?
Kritik Tajam Syahrul E Dasopang: Nasib Indonesia Tergantung Kualitas Umat Islam
​Refleksi 81 Tahun Republik Indonesia: Menakar Arti Merdeka di Era Modern
Tajam! Sistem Pemerintahan Indonesia Tak Layak Dipertahankan
Rahasia Besar Pemuda dan Kaum Miskin Jadi Pengikut Awal Nabi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:42 WIB

Hari Kesaktian 7 Oktober 2023: Tonggak Kebangunan Global Islam Saat Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:00 WIB

Awas! Ketidakpastian Hukum Jadi Tameng Abadi Para Oligarki

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:22 WIB

Arab Saudi Serang Houthi, Monarki Teluk Terancam Runtuh?

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:03 WIB

Geopolitik Iran vs RI: Kuasai Hormuz, Lepas Selat Malaka?

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:14 WIB

Kritik Tajam Syahrul E Dasopang: Nasib Indonesia Tergantung Kualitas Umat Islam

Berita Terbaru

ARSITEK BANGSA: Suasana lalu lintas dan pepohonan rindang di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, yang mengelilingi Jalan Prof. M. Yamin. Nama jalan bergengsi ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Prof. Mr. Mohammad Yamin, tokoh intelektual serbabisa yang merumuskan ikrar Sumpah Pemuda 1928, pencetus dasar awal Pancasila, sekaligus pelopor sistem hukum uji materi di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Prof M Yamin: Sang Arsitek Sumpah Pemuda

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:24 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x