Prostitusi Berkedok Massage Menjamur, Kearifan Lokal Kota Bekasi Tinggal Kenangan

- Jurnalis

Jumat, 15 Desember 2023 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pengelola jasa pijat juga menjajakan barang dagangannya di setiap platform sosial media lengkap dengan paket harga layanannya.

pengelola jasa pijat juga menjajakan barang dagangannya di setiap platform sosial media lengkap dengan paket harga layanannya.

KOTA BEKASI – Sejumlah tempat hiburan yang menjual jasa pijat, spa, dan massage di Kota Bekasi acap kali tutup mata dan tak peduli dengan kearifan lokal Kota Patriot.

Hal ini nampak jelas dengan menjamurnya tempat relaksasi yang saban harinya menjadikan perempuan sebagai komoditas perdagangan manusia (human trafficking) di setiap komplek pertokoan yang ada di Kota Bekasi.

Tak ubahnya seperti pekerja seks komersial yang menjajakan diri di pinggir jalan, pengelola jasa pijat juga menjajakan barang dagangannya di setiap platform sosial media lengkap dengan paket harga layanannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini menunjukkan perlunya perhatian serius dari pemerintah Kota Bekasi untuk meningkatkan kesadaran dan menertibkan para pelaku usaha spa dan massage tersebut agar terhindar dari praktik yang merugikan dan bertentangan dengan kearifan lokal di Kota Patriot ini.

Ketua Titah Rakyat, Muhamad Ali, dalam pernyataannya menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi harus “aware” akan keadaan ini dan segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk membawa harmonisasi antara usaha spa dan massage dengan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di kota ini sebagai Kota Santri dan Kota Patriot, sebuah kota yang dipenuhi dengan semangat perjuangan.

“Kami menyoroti pentingnya Pemerintah Kota Bekasi menempatkan kebijakan yang ketat dalam mengawasi dan mengatur praktik jasa pijat, spa, dan massage sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku guna mencegah penyalahgunaan dan eksploitasi manusia yang merugikan,” ucap Ali kepada rakyatbekasi, Jumat (15/12/2023).

Tak ubahnya seperti Pekerja Seks Komersial yang menjajakan diri di pinggir jalan, pengelola jasa pijat juga menjajakan barang dagangannya di setiap platform sosial media lengkap dengan paket harga layanannya.

Jika hal ini terus dibiarkan hingga berlarut-larut, kata Ali, maka itu dapat diartikan bahwa Pemerintah Kota Bekasi dengan sengaja melegalkan dan memfasilitasi praktik “human trafficking” serta prostitusi yang berkedok spa dan massage.

“Ini bukan hanya merusak reputasi Kota Bekasi, tetapi juga merugikan banyak perempuan yang menjadi korban eksploitasi dalam industri ini,” tutur Ali.

Oleh karena itu, kata dia, tindakan yang cepat dan efektif harus diambil untuk menegakkan hukum, memberikan perlindungan kepada perempuan, dan menjaga kehormatan serta kearifan lokal yang ada di Kota Bekasi.

Dalam rangka mencapai hal ini, kata Ali, diperlukan kerjasama antara pemerintah daerah, kepolisian, lembaga perlindungan perempuan, dan masyarakat sipil.

Selain mengenforcement regulasi yang ada, langkah-langkah preventif seperti peningkatan kesadaran akan resiko eksploitasi, pemberian pendidikan dan pelatihan yang bisa membuka peluang kerja yang layak, serta pembangunan alternatif usaha bagi mereka yang ingin melibatkan diri dalam industri jasa pijat, spa, dan massage adalah langkah yang penting untuk ditempuh.

Pemerintah Kota Bekasi memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk melindungi penduduknya dari eksploitasi dan praktik yang tidak pantas ini. Dengan mengambil tindakan yang tegas, Kota Bekasi dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam menangani masalah serupa.

“Keberhasilan dalam menertibkan industri ini akan memastikan bahwa perempuan di Kota Bekasi dapat hidup dengan aman dan bermartabat, sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal yang dijunjung tinggi dan semangat juang penduduk Kota Patriot ini,” tutupnya. (mar)


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Zephyer Project Bekasi Batal, Proses Refund Tiket Tuai Polemik
Rekor Zenza TekSas Pecahkan 507 Soal di CFD Lagoon Bekasi
Sejarah Jalan Ki Mangun Sarkoro di Bekasi: Menteri Pendidikan yang Bersahaja
Awas El Nino! TPST Bantargebang Siaga Darurat Kebakaran
Darurat El Nino dan Gas Metana Ancam Kebakaran TPA Sumurbatu
Geger Bunga Bangkai di Kranji Bekasi, Ternyata Pohon Suweg
Kemarau Panjang is Coming! Debit Kali Bekasi Menyusut Drastis
Bau Limbah Metamorfosa Sumurbatu Lenyap, DLH Kini Bidik Kelengkapan Izin
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:57 WIB

Konser Zephyer Project Bekasi Batal, Proses Refund Tiket Tuai Polemik

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:17 WIB

Rekor Zenza TekSas Pecahkan 507 Soal di CFD Lagoon Bekasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:01 WIB

Sejarah Jalan Ki Mangun Sarkoro di Bekasi: Menteri Pendidikan yang Bersahaja

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:13 WIB

Awas El Nino! TPST Bantargebang Siaga Darurat Kebakaran

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:50 WIB

Geger Bunga Bangkai di Kranji Bekasi, Ternyata Pohon Suweg

Berita Terbaru

HARMONI KEMERDEKAAN: Tiga personel grup musik AkustikMU (Zenza, Mirza, dan Sugeng) tampil penuh semangat menghibur warga yang tengah berolahraga di arena Car Free Day (CFD) kawasan Grand Kamala Lagoon, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Minggu (19/07/2026) pagi. Penampilan ini merupakan rangkaian peringatan menyambut HUT RI ke-81 yang dipadukan dengan aksi pemecahan rekor kalender ajaib. (Foto: RakyatBekasi.com)

Bekasi

Rekor Zenza TekSas Pecahkan 507 Soal di CFD Lagoon Bekasi

Minggu, 19 Jul 2026 - 16:17 WIB

Ilustrasi petugas Disdamkarmat Kota Bekasi memantau situasi visual secara intensif dan menyiagakan armada pemadam di kawasan TPST Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, Minggu (19/07/2026). Kesiapsiagaan ini merupakan langkah krusial dalam mengantisipasi lonjakan risiko kebakaran akibat cuaca panas ekstrem dari fenomena El Nino.

Bekasi

Awas El Nino! TPST Bantargebang Siaga Darurat Kebakaran

Minggu, 19 Jul 2026 - 15:13 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x