Geger Bunga Bangkai di Kranji Bekasi, Ternyata Pohon Suweg

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan bunga dari pohon suweg yang sedang mekar sempurna menyerupai bunga bangkai raksasa di pekarangan rumah milik warga di Jalan Lapangan Bola, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Sabtu (18/7/2026). Bunga unik ini tidak mengeluarkan bau busuk yang menyengat. (Foto: Istimewa/RakyatBekasi.Com)

Penampakan bunga dari pohon suweg yang sedang mekar sempurna menyerupai bunga bangkai raksasa di pekarangan rumah milik warga di Jalan Lapangan Bola, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Sabtu (18/7/2026). Bunga unik ini tidak mengeluarkan bau busuk yang menyengat. (Foto: Istimewa/RakyatBekasi.Com)

  • ​Sebuah tanaman menyerupai bunga bangkai tumbuh subur di pekarangan rumah warga di Jalan Lapangan Bola, Kelurahan Kranji, Kota Bekasi.
  • ​Flora tersebut ternyata adalah bunga dari pohon suweg yang bibitnya didatangkan langsung dari Pacitan, Jawa Timur.
  • ​Bunga berukuran besar ini sudah mekar sekitar 3–4 hari lalu (pertengahan Juli 2026) dan tidak mengeluarkan bau busuk menyengat.
  • ​Pemilik sengaja membiarkan tanaman tersebut hidup dan mempersilakan warga sekitar yang penasaran untuk melihat langsung.

​Warga Jalan Lapangan Bola, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi digegerkan oleh penemuan tanaman menyerupai bunga bangkai pada Sabtu (18/07/2026). Tanaman berukuran mencolok dengan kelopak besar bergelombang tersebut tumbuh subur di sebuah pekarangan rumah kontrakan.

​Meski secara fisik sangat identik dengan puspa langka endemik Sumatera, flora unik ini rupanya merupakan bunga dari pohon suweg.

Keberadaannya kini menjadi tontonan menarik bagi warga sekitar yang penasaran dengan bentuknya yang tak lazim di tengah padatnya permukiman kota.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Fenomena Bunga Bangkai di Kranji, Kota Bekasi

​Mengapa Tanaman Ini Mirip Bunga Bangkai?

​Tanaman ini sejatinya masih berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa (Amorphophallus), sehingga penampakannya sangat serupa namun berbeda spesies.

Pemilik tanaman, Warsini, menjelaskan bahwa flora tersebut merupakan tanaman penghasil umbi yang sengaja ditanam oleh sang suami di pekarangan mereka.

​”Itu ayahnya katanya nanam pohon suweg tuh. Bawa dari kampungnya Pacitan, Jawa Timur,” kata Warsini kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di kediamannya, Kelurahan Kranji, Kota Bekasi, Sabtu (18/07/2026).

​Warsini memaparkan bahwa suaminya, Juari, memang sudah beberapa kali membudidayakan suweg di lokasi yang sama.

Tanaman tersebut sengaja ditanam karena umbinya sangat lezat dan aman dikonsumsi layaknya umbi-umbian lokal lainnya.

​Kapan Bunga Suweg Ini Mulai Mekar?

​Fase berbunga pada pohon suweg memang tergolong jarang dan unik. Menurut Warsini, proses mekarnya kelopak bunga yang menjingga dengan batang menjulang di bagian tengah tersebut baru berlangsung dalam hitungan hari. Alih-alih memunculkan daun hijau, umbi suweg yang telah matang justru memunculkan bunga besar yang eksotis.

​”Buahnya di dalam, di dalam, dalam tanah. Dia kayak talas. Mekarnya kan baru tiga hari, empat hari kemarin. Mekar sendiri,” jelas Warsini.

​Apakah Bunga Suweg di Kranji Mengeluarkan Bau Busuk?

​Berbeda dengan bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) yang menyebarkan aroma bangkai menyengat untuk menarik serangga penyerbuk, bunga suweg di Kranji ini rupanya tidak terlalu mengganggu penciuman warga. Aroma yang dikeluarkan sangat minim dan samar.

​”Nggak tahu sih. Orang di situ juga dekat sampah, ya bau nggak bau,” kata dia saat ditanya mengenai aroma dari kelopak bunga tersebut.

​Bagaimana Nasib Tanaman Tersebut Selanjutnya?

​Hingga kini, pesona bunga suweg tersebut terus mengundang rasa penasaran masyarakat luas. Menanggapi animo warga Kota Bekasi yang tinggi, pihak keluarga memutuskan untuk tidak memotong atau memindahkan tanaman tersebut.

​”Diemin aja. Biarin aja dia hidup, ntar mati sendiri dia. Silakan aja ngelihat, orang kalau mau ini mah,” pungkasnya.

​Sebagai informasi tambahan, berikut adalah sejumlah data terkait tanaman unik tersebut:

  • Nama Latin: Amorphophallus paeoniifolius (kerabat bunga bangkai).
  • Karakteristik: Memiliki siklus hidup dua fase, yakni fase vegetatif (tumbuh batang dan daun) dan fase generatif (tumbuh bunga).
  • Manfaat: Umbinya kaya karbohidrat dan memiliki indeks glikemik rendah, sehingga sangat baik untuk kesehatan.

Kehadiran bunga mirip bangkai di tengah pesatnya pembangunan Kota Bekasi memberikan hiburan sekaligus wisata edukasi tersendiri bagi warga sekitar.

Fenomena alam ini membuktikan bahwa ruang terbuka di pekarangan rumah masih bisa menjadi habitat yang baik bagi ragam flora nusantara.

Ingin tahu lebih banyak fenomena unik, layanan publik, dan kebijakan Pemkot Bekasi lainnya? Jangan lewatkan berita terbaru hanya di RakyatBekasi.Com. Silakan bagikan artikel ini agar kerabat Anda juga mengetahui fakta sebenarnya tentang bunga langka di Kranji ini!


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerbangan Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau, Imigrasi Bekasi Bebaskan Denda Overstay 5 WNA
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Pemkot Bekasi Siapkan Skenario WFH Darurat Bagi ASN
Pemkot Bekasi Kebut Perbaikan Jalan Mohammad Yamin, Drainase Dibongkar Sebelum Pengaspalan
Lama Menghilang dari Jalanan, Kapan Bus Trans Beken Beroperasi Lagi? Ini Jawaban Wali Kota Bekasi
PJJ Perdana Disambut Keluhan Internet Nge-Lag, Ini Respons Cepat Wali Kota Bekasi!
GMNI Apresiasi Kebijakan PJJ Pemkot Bekasi, Ingatkan Pentingnya Pemerataan Akses Belajar Daring
Darurat Abu Vulkanik, Wali Kota Bekasi Resmi Terapkan PJJ 2 Hari untuk Siswa SD dan SMP
Pemkot Bekasi Sabet Peringkat 6 Nasional Inovasi Daerah, Tri Adhianto Tuntut OPD Lebih Progresif
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:03 WIB

Penerbangan Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau, Imigrasi Bekasi Bebaskan Denda Overstay 5 WNA

Selasa, 8 September 2026 - 12:29 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Pemkot Bekasi Siapkan Skenario WFH Darurat Bagi ASN

Selasa, 8 September 2026 - 11:59 WIB

Pemkot Bekasi Kebut Perbaikan Jalan Mohammad Yamin, Drainase Dibongkar Sebelum Pengaspalan

Selasa, 8 September 2026 - 10:46 WIB

PJJ Perdana Disambut Keluhan Internet Nge-Lag, Ini Respons Cepat Wali Kota Bekasi!

Senin, 7 September 2026 - 23:47 WIB

GMNI Apresiasi Kebijakan PJJ Pemkot Bekasi, Ingatkan Pentingnya Pemerataan Akses Belajar Daring

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x