Disdamkarmat Kota Bekasi menetapkan status siaga tinggi di TPA Sumurbatu dan TPST Bantargebang guna mengantisipasi kebakaran selama musim kemarau 2026. Risiko utama berasal dari akumulasi gas metana yang dipicu suhu ekstrem fenomena El Nino serta potensi kelalaian manusia seperti pembuangan puntung rokok di area sampah.
Langkah mitigasi mencakup penguatan koordinasi lintas sektor, pengecekan ketersediaan sumber air, dan kesiapan armada pemadam kebakaran. Petugas juga mengintensifkan patroli rutin serta pemantauan sistem deteksi dini guna memastikan respons cepat terhadap potensi keadaan darurat demi menjaga kualitas udara dan kelancaran operasional pembuangan sampah.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi menetapkan status siaga tinggi di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah preventif ini diambil menyusul ancaman fenomena El Nino dan lonjakan suhu udara ekstrem pada pertengahan 2026.
Akumulasi gas metana di fasilitas pengelolaan sampah milik Pemkot Bekasi ini diprediksi menjadi bom waktu lingkungan jika tidak dimitigasi secara terukur.
Ancaman Kebakaran TPA Sumurbatu di Tengah Puncak Kemarau
”Jadi kita memang memiliki dua lokasi yang menjadi perhatian, yaitu TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu yang merupakan milik Pemerintah Kota Bekasi. Tentunya keduanya mempunyai tingkat urgensi dan kekhawatiran yang sama terkait potensi kebakaran,” kata Sekretaris Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Minggu (19/07/2026).
Ketegasan pengawasan ini merupakan wujud nyata mitigasi bencana daerah. Pemkot Bekasi berupaya keras agar insiden kebakaran hebat tidak melumpuhkan operasional pembuangan sampah maupun mencemari kualitas udara warga sekitar.
Mengapa Gas Metana di TPA Sumurbatu Sangat Berbahaya?
Gas metana yang terakumulasi di bawah gunungan sampah dapat bereaksi cepat menjadi sumber kobaran api saat terpapar suhu udara yang sangat tinggi.
Proses pembusukan limbah organik secara anaerobik, kata dia, menghasilkan gas ini terus-menerus tanpa henti.
”Kondisi penyebab kebakaran itu bisa saja berasal dari tingginya kandungan gas metana yang kemudian diperparah oleh cuaca panas yang cukup tinggi selama musim kemarau,” ujar Heryanto.
Dalam kondisi terburuk, letupan kecil di satu titik dapat merambat dengan sangat cepat. Oleh karena itu, pengelola TPA dituntut rutin memantau lubang ventilasi gas agar tekanan metana tidak melampaui batas aman.
Apa Saja Faktor Pemicu Kebakaran di Area Pengelolaan Sampah?
Selain faktor alam, ancaman terbesar kerap datang dari kelalaian manusia (human error). Aktivitas sederhana namun sembrono seringkali berakibat fatal bagi kawasan yang sarat gas mudah terbakar ini.
”Belum lagi kemungkinan adanya masyarakat yang membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan pembakaran sampah. Hal-hal seperti itu bisa menjadi pemicu terjadinya kebakaran di area TPA,” jelasnya.
Petugas kini mengintensifkan patroli untuk menindak tegas oknum yang melanggar aturan kawasan.
Kesadaran kolektif dari para pemulung, sopir truk, hingga warga sekitar mutlak diperlukan untuk mencegah timbulnya percikan api sekecil apa pun.
Bagaimana Upaya Mitigasi Pemkot Bekasi Mencegah Bencana?
Menghadapi puncak musim kemarau, kesiapan infrastruktur penanggulangan menjadi fokus utama.
Disdamkarmat terus memperkuat koordinasi lintas sektor demi memastikan kecepatan waktu tanggap (response time) apabila terjadi keadaan darurat.
”Karena TPA Sumurbatu merupakan aset milik Pemerintah Kota Bekasi, tentu ini menjadi perhatian khusus bagi kami. Pengawasan dan koordinasi terus dilakukan agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini,” ungkap Heryanto.
Sebagai langkah konkret, petugas rutin memantau beberapa indikator mitigasi berikut:
- Pengecekan debit ketersediaan sumber air di sekitar area pembuangan.
- Penyediaan armada pemadam kebakaran tambahan di titik-titik rawan.
- Pemasangan dan perawatan sistem deteksi dini kebakaran secara berkala.
Memasuki puncak musim kemarau, pengawasan di seluruh kawasan rentan akan terus berjalan tanpa henti.
Kolaborasi antara ketegasan petugas dan kedisiplinan masyarakat merupakan kunci utama menjaga Kota Bekasi dari ancaman bencana kebakaran lingkungan.
Bagikan artikel ini untuk meningkatkan kewaspadaan bersama di musim kemarau! Jangan lupa baca terus pembaruan informasi kebijakan Pemkot Bekasi lainnya hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







