Sejarah Jalan Sunan Bonang: Dakwah Kultural Pencipta Tombo Ati

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAKWAH KULTURAL WALI SONGO: Suasana dan aktivitas lalu lintas di kawasan Jalan Sunan Bonang, yang terletak persis di sebelah barat Jalan Balai Pustaka, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (11/08/2026). Jalan protokol ini diabadikan secara khusus untuk menghormati kebesaran Sunan Bonang (Raden Maulana Makhdum Ibrahim), ulama legendaris Wali Songo yang berhasil merajut dakwah Islam di Nusantara melalui akulturasi pewayangan, gamelan, hingga penciptaan tembang ikonik

DAKWAH KULTURAL WALI SONGO: Suasana dan aktivitas lalu lintas di kawasan Jalan Sunan Bonang, yang terletak persis di sebelah barat Jalan Balai Pustaka, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (11/08/2026). Jalan protokol ini diabadikan secara khusus untuk menghormati kebesaran Sunan Bonang (Raden Maulana Makhdum Ibrahim), ulama legendaris Wali Songo yang berhasil merajut dakwah Islam di Nusantara melalui akulturasi pewayangan, gamelan, hingga penciptaan tembang ikonik "Tombo Ati". (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

  • Lokasi Jalan: Jalan Sunan Bonang terletak di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, tepat di sebelah barat Jalan Balai Pustaka.
  • Profil Ulama: Mengabadikan Raden Maulana Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang), putra Sunan Ampel yang lahir tahun 1465 M di Rembang.
  • Strategi Dakwah Kultural: Memanfaatkan instrumen musik gamelan, cerita pewayangan, hingga pencipta tembang legendaris “Tombo Ati”.
  • Warisan Seni Nusantara: Meninggalkan warisan alat musik bonang, tembang suluk (Suluk Wijil), dan Gending Durma yang diakui hingga kini.

​Rangkaian ulasan sejarah jalan protokol edisi ke-40 (Selasa, 11/08/2026) kembali dihadirkan. Menjelang perayaan HUT RI ke-81, Zenza TekSas, Seniman Kemerdekaan sekaligus Peraih Rekor MURI, mengupas Sejarah Jalan Sunan Bonang di Jakarta Timur.

Ruas jalan ini adalah monumen penghormatan bagi Wali Songo yang sukses merajut dakwah kultural Islam melalui akulturasi pewayangan, gamelan, hingga penciptaan tembang legendaris “Tombo Ati”.

​Menelusuri Sejarah Jalan Sunan Bonang di Kawasan Rawamangun

​Di Mana Lokasi Pasti Jalan Sunan Bonang dan Siapa Sosok di Baliknya?

​Di sudut timur ibu kota, nama tokoh Wali Songo ini diabadikan bukan sekadar label geografis, melainkan sebagai penanda peradaban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Berjalan-jalan di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, kita akan menemukan sebuah jalur yang dinamai Jalan Sunan Bonang, yang letaknya berada tepat di sebelah barat Jalan Balai Pustaka,” kata Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (11/08/2026).

​Jalan ini merekam jejak Sunan Bonang, tokoh kelahiran Lasem, Rembang (1465 M) dengan nama asli Raden Maulana Makhdum Ibrahim.

Beliau adalah putra dari pasangan terkemuka Sunan Ampel dan Dewi Candrawati (Nyai Ageng Manila). Setelah menimba ilmu agama di pesantren Ampeldenta (Surabaya) dan memperdalam keilmuan hingga ke Pasai (Aceh), sang ulama memusatkan dakwahnya di Tuban, Jawa Timur, tempat di mana beliau dimakamkan.

​Apa Saja Strategi Dakwah Sunan Bonang di Tanah Jawa?

​Keberhasilan Sunan Bonang dalam menyebarkan ajaran tauhid di tanah Jawa bertumpu pada metode dakwah kultural yang sangat damai, kreatif, dan menghargai budaya lokal.

Alih-alih merusak tradisi, beliau justru memanfaatkannya sebagai medium dakwah:

  • Seni Musik Gamelan: Memanfaatkan gamelan untuk mengumpulkan warga, sekaligus menginisiasi terciptanya instrumen musik baru yang disebut “bonang”.
  • Sastra dan Tembang: Menggubah syair dan tembang bernafas Islam yang sarat makna spiritual. Karya monumentalnya yang paling dikenal hingga hari ini adalah tembang Tombo Ati.
  • Adaptasi Pewayangan: Tidak membuang cerita pewayangan yang telah lekat dengan masyarakat Hindu-Buddha, melainkan menyisipkan lakon-lakon tersebut dengan nilai luhur tauhid dan akhlak Islam.

​Apa Warisan Karya Abadi Sunan Bonang untuk Kebudayaan Nusantara?

​Seluruh proses dakwah kultural ini dilakukan secara halus tanpa memicu konflik frontal. Kontribusi Sunan Bonang terbukti melampaui masanya karena karya-karyanya resmi menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Nusantara.

​Di antara warisan karya terbesarnya meliputi:

  • Alat Musik Bonang: Instrumen musik pukul tradisional yang kini menjadi komponen vital dalam instrumen seperangkat gamelan Jawa.
  • Tembang Suluk: Karya sastra berbentuk puisi atau tembang bernuansa tasawuf mendalam, seperti Suluk Wijil dan Suluk Lontar.
  • Gending Durma: Komposisi irama khas pada musik gamelan hasil gubahan ciptaannya.

​Melalui deru langkah di sepanjang Jalan Sunan Bonang, Rawamangun, masyarakat metropolitan masa kini diingatkan tentang pentingnya merajut nilai-nilai luhur dan kedamaian melalui seni budaya.

​Apakah tembang Tombo Ati masih menjadi lantunan favorit Anda saat butuh ketenangan jiwa? Sampaikan opini Anda di kolom komentar! Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [di sini] agar selalu update berita politik, ekonomi, layanan publik, dan ulasan sejarah nusantara.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Penggilingan Tumpah Ruah di Panggung Gembira Puncak Peringatan HUT RI ke-81
HUT ke-19 Alfamidi: Ekspansi 2.600 Gerai dan Aksi Nyata Sosial
Sejarah Jalan Sunan Gunung Jati: Jejak Sang Pandita Ratu
HUT RI 81: Zenza TekSas Cetak 2 Rekor Gila di Bekasi!
Sejarah Jalan Sunan Muria: Maestro Dakwah Kultural Inklusif
Sejarah Jalan Sunan Kudus: Jejak Panglima Ulama Pelopor Toleransi
Sejarah Jalan Sunan Kalijaga: Jejak Dakwah Kultural Walisongo di Jakarta Timur
Promo Bright Gas Bekasi Spesial HUT RI: Diskon Isi Ulang Hingga Rp8.100
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Warga Penggilingan Tumpah Ruah di Panggung Gembira Puncak Peringatan HUT RI ke-81

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:33 WIB

HUT ke-19 Alfamidi: Ekspansi 2.600 Gerai dan Aksi Nyata Sosial

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:50 WIB

Sejarah Jalan Sunan Gunung Jati: Jejak Sang Pandita Ratu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:25 WIB

HUT RI 81: Zenza TekSas Cetak 2 Rekor Gila di Bekasi!

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Sejarah Jalan Sunan Muria: Maestro Dakwah Kultural Inklusif

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x